Bahas KEK di Bogor Icon

Bergerak dan bekerja sambil mencoba merangkai kata. Jangan bertanya kenapa masih banyak kurangnya, tetapi bacalah dengan seksama dan ‘japri’ kalau ada yang tak tepat menyentuh asa.

Advertisements

Photo : Tamanhijau depan ruang rapat / dokpri.

Kala mentari baru beranjak menyinari hari, kami susah melesat menyusuri jalan bebas hambatan berbayar Cipularang – Cikampek – Cikunir JORR – Jagorawi – Lingkar luar bogor sehingga total 4 ruas tol yang dilewati, alhamdulillah perjalanan lancar sehingga waktu 2;5 jam sudah mendekati tempat tujuan sesuai yang tertera di Undangan.

Tak ingin berbasa-basi dan tak suka berujar harap, tetapi sebuah usaha menangkap kata meskipun berjuta makna untuk dipintal menjadi cerita yang bisa berguna bagi yang suka ataupun memang demi pelaporan semata.

Yup, rapat inipun adalah suatu wujud komitmen bersama antara pihak pemerintah baik Kementerian Pariwisata, Kemenko Perekonomian, Pemprov Jawa Barat, Pemkab Pangandaran dan Sukabumi untuk mendorong Badan Usaha yang menjadi Pengusul Kawasan Ekonomi di Provinsi Jawa Barat.

Photo : Suasana Rapat FGD / Dokpri.

Telah berpuluh rapat beraneka diskusi yang dijalani tetapi tak ada kata menyerah menghadapi semua hambatan dan halangan yang ada justru menjadi lecutan untuk mampu lewati semua tantangan dengan cara bergandengan tangan bahu-membahu tanpa terganggu ego sektoral untuk wujudkan harapan bersama.

Berikut tersaji catatan hasil rapat pembahasannya, semoga bisa memberi secercah manfaat baik secara administratif juga mungkin melengkapi konten untuk raih hasil yang kompetitif.

Haturan….

Assalamualaikum Wr Wbr.
Laporan kegiatan Acara Forum FGD Penguatan Kemitraan Jejaring Kawasan Terpadu & Pengembangan Kawasan Wisata Terpadu Kementerian Pariwisata, di Bogor Icon Hotel, Selasa 05 Desember 2017 sbb :

I. Rapat dimulai oleh Pa Burhan Kemenpar lalu dipandu oleh Pa Azwir selaku Ketua Tim Percepatan KEK Kemenpar dihadiri oleh Pa Arifin KabiroSPIBUMD, SahliEkbang, KabiroDalbang & KabiroProdi Setda Prov Jabar. Direktur Badan Usaha Pengusul KEK di Jabar, Pemkab dan Tim Perintis KEK Prov Jabar.
Prof DJP selaku Ketua Tim Perintis Pembangunan KEK Provinsi Jawa barat datang menyusul.

II. Acara dimulai dengan paparan dari 4 Pimpinan Badan Usaha Pengusul :
a. Pa Anggoro Dirut KCIC
b. Pa Dani Direktur PT. Bintang Raya Lokalestari – Geopark Sukabumi.
c. Pa Abi Direktur PT PMB Pangandaran.
d. Pa Virda Dirut PT BIJB.
disela acara tersebut dilaksanakan Prosesi penandatanganan Kerjasama antara PT. Bintang Raya Lokalestari – Geopark Sukabumi dg PT PGN (Perusahaan Gas Negara) dlm rangka dukungan investasi pembangunan dan pengembangan KEK di Kabupaten Sukabumi.

Photo : Refleksi gaya kebersamaan / Dokpri.

III. Kesimpulan FGD Penguatan Kemitraan Jejaring Kawasan Terpadu adalah :

A. Pak Arifin :
1. Pembagian tugas yang jelas antara tugas teknis adminstrasi, fungsi eksekusi & Substansi di pemkapb dan pemprov Jabar.
2. Mekanisme pengusulan sesuai regulasi dan dokumen administrasi segera dilengkapi seperti berita acara verifikasi di level kabupaten dan selanjutnya dikirimkan ke gubernur dengan surat pengantar bupati untuk diverifikasi di level provinsi, baru gubernur membuat surat pengajuan usulan KEK ke Dewan Nasional KEK.
3. Tambahan 1 slide tentang perbandingan pertumbuhan ekonomi di jabar dengan adanya KEK untuk segera dilaporkan ke Tim Perumus.
4. Perlu simulasi final dengan Badan Usaha Pengusul sebelum pertemuan Gubernur dengan Menpar tgl 14 Desember 2017.

Photo : Menu maksi (sebagian) / Dokpri.

B. Pa DJP :
1. Kesimpulan hasil pertemuan tgl 23-24 Nopember 2017 dari 6 vadan usaha pengusul dikategorikan Berdasarkan kelengkapan perrsyaratan adalah KEK Pangandaran dan KEK Cikidang Gepark Sukabumi disebut Batch I dan KEK Walini KCIC dan KEK Kertajati BIJB adalah Batch II dan sisanya KEK Jatigede Sumedang & Purwakarta kemungkinan mundur karena tidak bisa melengkapi persyaratan.

2. Selain syarat normatif yg tercantum pd PP 2/2011 & Permenko BidEko No 07/2011 juga ada surat pernyataan dari Direksi Badan Usaha Pengusul bahwa dokumen yang diajukan adalah benar dan bisa dipertanggungjawabkan serta status lahan yang diajukan tidak sedang bersengketa juga sah legalitasnya.

3. Bertanggungjawab secara eksekusi & substansi usulan dan teknis administratif berdasarkan regulasi adalah AsdaEkbang & KabiroSPIBUMD.

C. Pa Buchori, Sekretariat Dewan Nasional KEK :
1. Beberapa isu penting dlm usulan KEK : Ketersediaan Air sehingga AMDAL harus ada, Pemerataan Ekonomi, Kepastian Luas Lahan, komitmen Investor dan pembuatan tabel untuk memudahkan monitoring & evaluasi.

2. Untuk BIJB secara konsep rencana bisnis sudah dinilai OK oleh Wakil Ketua Sekretariat Dewan Nasional KEK tetapi ketersediaan lahan tetap menjadi syarat utama. Jikalau belum dimiliki bisa saja dikuasai dengan kerjasama yang mengikat dan janfka waktu yg jelas seperti dengan pihak Perhutani.

3. Sepakat dengan ide adanya panduan yang jelas dan penyajian usulan proposal KEK dari Dewan Nasional KEK, tetapi untuk saat ini masih informal dimana tahapan usulan KEK ini berproses di Tim Kecil DNKEK, level Eselon I Kementerian hingga mengerucut di Sidang Dewan Nasional KEK.

4. Hal penting dalam usulan KEK ini adalah terkait Devisa negara yang bisa dioptimalkan.

5. Top of mine dari tiap usulan KEK harus diterjemahkan dalam bentuk angka-angka yang rasional seperti laju pertumbuhan ekonomi dan peningkatan pendapatan perkapita.

D. Pa Azwir :
1. Lahan yang diajukan harus clear & clean, pengusul yang jelas dan dukungan penuh pemerintah daerah.

2. Tindak lanjut dari akselerasi usukan KEK ini akan ada pertemuan dengan Menteri Pariwisata. Surat undangan pertemuan Pak Menpar dengan Gub jabar, Gub jatim, Gub babel, Gub Sumbar pd tgl 14 Desember pukul16.00 wib sd 18.00 akan dibuat oleh kementerian Pariwisata.

3. Gubernur diharapkan hadir dengan para bupati pengusul KEK serta para mitra calon investor yang akan berinvestasi di area KEK.

4. Mari kita dukung penuh Usulan KEK dari 4 badan usaha pengusul sehingga momen berharga ini dapat menjadi sejarah khususnya terwudnya KEK Walini dan Kertajati yang akan mengubah konstalasi ekonomi di Jabar.

Photo : Rada Eksis dikit / Dokpri.

Demikian laporan dan info kami, semoga KEK di Provinsi Jawa Barat dapat segera terwujud. Wassalam. (Akw).

KEK – Usulan dari Badan Usaha

Belajar memahami tentang prasarat pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus (Special Economic Zone).

Asswrwbr.

Sekarang nulis yang serius ah, berpadu antara suka dengan kerjaan. Meskipun bukan tugas utama tapi khan nggak berat bawa-bawa ilmu mah. Tinggal save di belahan otak da gunakan disaat diperlukan. Gitu aja kok repott…. eit ternyata yang repot itu niat dan waktu untuk baca regulasinyanya, plus yang lebih menantang adalah memahaminya.

Photo : Susana Seminar tentang Kawasan Industri & SEZ / Dokpri.

Tapi patut dicoba khaaan….. akhirnya PP 2 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan KEKpun di print setelah beberapa bulan terdiam dalam bentuk file di folder laptop tersayang. Alasan di print ya itu tadi…. supaya puas dan (semoga) paham dengan cara dicoret2. Khan ga elok juga jikalau layar smartphone ini dicoret2 hingga penuh goresan.

Mencoba ngebolak balik nih PP, maka didapet kesimpulan awal bahwa dari 7 Bab dan 55 pasal ini terbagi menjadi 5 bagian besar penyelenggaraan Kawasan Ekonomi Khusus ini yaitu :
1. Pengusulan
2. Penetapan
3. Pembangunan
4. Pengelolaan, dan
5. Evaluasi Pengelolaan.

Porsi terbesar hingga 43,4% atau 23 pasal adalah yang mengatur tentang Pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus baru disusul tentang pembangunan KEK 12 pasal (22,6%) dan sisanya bab lainnya.

Simpulan awal berarti memang proses awal usulan yang banyak ragam aneka cerita, diantaranya adalah calon pengusul yang terdiri dari 4 pihak yaitu Badan Usaha, Pemerintah Kabupaten/kota, Pemerintah Provinsi, Kementerian/Lembaga Negara Non Kementerian. Belum lagi klo wilayah yang diusulkan untuk menjadi KEK ini lintas beberapa kabupaten/kota, beda lagi mekanisme dan persyaratannya.

Tapi jangan khawatir, yuk kita pelajari pelan-pelan. Baca… klo nggak ngarti… baca ulang.. baca ulang, eh kagak ngarti juga ya udah rehat dulu sambil sruput kopi item tanpa gula, moo robusta ataupun arabica yang penting halal. Trus berdoa supaya dibukakan kemudahan belajar dan memahami apa yang ingin kita tahu,… trus ya baca lagi bro.

Sekarang moo bahas tentang pengusulan menjadi Kawasan Ekonomi khusus oleh Badan Usaha, cekidot…

Dasar hukumnya Pasal 12 butir 2 PP 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan KEK. Disini disebutkan beraneka syarat manakala badan usaha mengusulkannya, yaitu :

1. Surat Kuasa Otoritas, jika pengusul Konsorsium.
2. Akta Pendirian Badan Usaha.
3. Profil keuangan 3 tahun terakhir audited. Atau kalau perusahaan baru, profil keuangan 3 tahun terakhir dari Pemegang Saham audited. Kecuali, BUMN & BUMD.
4. Persetujuan dari Pemkab/Pemkota terkait dengan lokasi KEK yang diusulkan.
5. Surat pernyataan kepemilikan nilai ekuitas minimal 30% dari nilai investasi yang diusulkan.
6. Deskripsi rencana pengembangan KEK yang diusulkan. Minimal : 1) Rencana, 2) Sumber Pembiayaan dan 3) Jadwal Pembangunan KEK.
7. Peta detail lokasi pengembangan KEK yang diusulkan, serta luas area yang diusulkan.
8. Rencana peruntukan ruang pada lokasi KEK yang dilengkapi dengan peraturan Zonasi.
9. Study Kelayakan Ekonomi & Finansial.
10. Analisis Dampak lingkungan hidup yang sesuai perUUan.
11. Usulan jangka waktu beroperasinya KEK & Renstra Pengembangan KEK.
12. Izin Lokasi.
13. Rekomendasi dari Otoritas pengelola infrastruktur pendukung dalam hal pengoperasian KEK memerlukan dukungan infrastruktur lainnya.
14. Pernyataan kesanggupan melaksanakan pembangunan & pengelolaan KEK.

Ditambah dengan :
1. Formulir usulan (Kelengkapan ini Mengacu kepada Peraturan Menteri Koordinator Perekonomian Nomor Per-07/M.Ekon/10/ 2011 Tentang Pedoman Pengusulan Pembentukan KEK)
2. Komitmen dukungan Pemerintah daerah berupa Nota Kesepahaman antara Kepada Daerah dengan Ketua DPRD Kabupaten/Kota dalam memberikan dukungan finansial, insentif dan keringanan pajak serta kemudahan perijinan dan kemudahan lainnya. Persyaratan ini mengacu kepada pasal 13 Butir 4 PP 2 Tahun 2011.

Itu dulu yach. Selain syarat usulan tentu mekanisme usulan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus adalah hal yang penting dalam bab usulan ini. Tapi sabar yaa, soalnya hari minggu itu jadwal tetap ngasuh anak sholehah nich, yang nggak mau lepas dari ayahnya sambil curi-curi sempat ngetik di notepad tentang KEK ini.

Ntar dilanjut yaa, Wassalam. (Akw)

Cikidang nggak jd Begadang

Menembus malam menjemput harapan, sebuah perjalanan yang menjadi bukti ketaatan dari tugas pekerjaan berbalut rindu terhadap keluarga yang penuh kehangatan

Photo Meeting Tim KEK / Dokpri.

Manusia berencana tetapi Allah-lah yang Maha berkehendak, menghadiri acara di Cikidang Kabupaten Sukabumi yang awalnya 2 hari ternyata harus diubah karena ada tugas lain menanti. Tanpa banyak bersensasi, segera pamit undur diri dari area Cikidang Plantation Resort yang menjadi tuan rumah pertemuan alias meeting tentang penyusunan proposal pengusulan Kawasan Ekonomi Khusus di Jawa Barat khususnya dari Kabupaten Sukabumi serta 5 daerah lainnya.

Photo Club House Cikidang dari parkiran / dokpri.

Setelah adzan isya, kami bergerak meninggalkan Club House Cikidang yang berdiri megah diatas bukit penantian. Perjalanan malam membelah kabut yang begitu erat memeluk. Foglamp hampir menyerah karena tak sanggup menembus tebalnya tirai alam yang berbalut misteri. Foglamp alias lampu anti kabut, karena gara-gara satu huruf bisa bermakna lain yaitu froglamp berarti lampu katak, yang gimana itu?…..

Photo : Lampu mobil menembus kabut / dokpri.

Lampu jauh tak berkutik sehingga kami merayap turun penuh taktik, detik demi detik. Waspada menjalari dada, memanjangkan mata dan menjulurkan telinga agar semua tetap baik-baik saja.

Adrenalin merambat naik, detak jantung berdegup bulak-balik. Terasa ada ketegangan memynculkan prasangka, bersatu dengan bebasnya otak membayangkan yang tidak-tidak. Segera ditepis bayangan seram dengan logika dan setangkup doa agar hati tetap damai dan rasa kembali berbunga.

Rush hitam meliuk menuruni jalan berkelok yang licin karena rintik hujan yang tak berhenti, perlahan tapi pasti hingga mencapai jalan besar menuju arah pulang untuk bersua dengan keluarga tercintaaah. Seatbelt tetap terpasang meski duduk di jok belakang, bukan pupujieun tapi guncangan terasa semakin kencang, perlu ada pengikat sehingga kuat bersandar dalam kebersahajaan.

Photo : Toko Moci Kaswari ‘Lampion’ / dokpri.

Photo : Pilihan moci Kaswari ‘Lampion’ / dokpri.

1,5 jam berlalu dan tibalah di Kota Sukabumi. Tanpa basa basi segera menuju burung kasuari eh jalan kasuari untuk memborong moci, penganan khas daerah sini yang enak dan aneka rasa. Banyak pilihan toko disini, tapi harap maklum klo kami bapak-bapak muda belanja pasti cari yang praktis. Karena jam 21.00 wib tinggal sesaat lagi, nyaris tak bisa beli moci. Untungnya diberi toleransi dan tanpa basa basi segera masing2 membeli.

Sebelum perjalanan dilanjut lagi, demi bugarnya sang sopir sejati serta berharap menemukan Vsixty maka berlabuh sesaat di Coffee Toffee jl. Suryakencana12 Sukabumi. Tapi ternyata untuk black coffee hanya espresso dan kopi tubruk yang bisa tersaji. Akhirnya double shot espresso Toraja yang membawa pilihan.

Photo Double Shot Espresso Toraja / Dokpri.

Sang sopir larut dengan hot coffee Caffe latte serta vicol pacarnya yang bekerja di ibukota, yaa harap maklum sopir abege.

Hanya 15 menit rehat sudah cukup mengembalikan stamina dan mood untuk segera melanjutkan perjalanan. Selamat beristirahat kawan. Wassalam. (Akw).

Jus alpuket & KEK

Diawali oleh segelas jus alpuket dan angin sepoi-sepoi, berlanjut mencoba membuka lembaran cerita tentang Kawasan Ekonomi Khusus zona pariwisata. semoga bisa menambah cerita dan berbagi rasa.

Photo : Jus alpuket tanpa gula / dokpri.

Jus alpukat murni tanpa gula menemani siang hari yang cerah. Didukung angin sepoi menyapa rasa yang berhembus membawa rindu dari permukaan Situ Wanayasa. Panas terik matahari menjadi teduh penuh kedamaian. Sebuah saat untuk selalu ingat atas karunia Illahi. Ingin segera beranjak untuk bersujud di mushola atau mesjid diseberang situ (danau) karena waktu dhuhur telah tiba.

Tetapi… ada pertentangan, karena sate kambing lilit lemak dan semangkuk gule kambing juga terhidang sempurna. Aromanya begitu menggugah selera… ohh. Pertentangannya adalah sholat dulu atau makan dulu?…. bingung.

Sholat harus disegerakan, tapi takut sholat nggak khusuk karena inget sate, gule dan jus alpuket.

Mending mana guys?… sholat inget makan atau makan inget sholat?

Dilema menjalari kepala, berbenturan antara keroncong perut dengan nurani keyakinan. Tapi apa daya, saat ini makan dulu dech sambil inget sholat.

Photo mushola kecil yg enakeun.

Daaan….. setelah tandas tuh sajian, segera bergerak menuju mushola kecil di halaman rumah makan. Terdapat 2 kamar mandi dengan kloset jongkok yang bersih terpelihara. Begitupun mushola mungilnya ditata minimalis dan fungsional. Hanya cukup bertiga jika berjamaah, tetapi dengan tempelan banner besar bergambar Ka’bah dan sajadah bersih serta empuk memberi rasa khusuk yang merata, juga memang sudah kenyang he he he….

Photo Toilet bersih / Dokpri.

Meski tidak sempat meng-explore lebih komprehensif, tapi merasa puas dengan sajian rasa dan pelayanan di rumah makan Bang Jo di tepi Situ Wanayasa. Yup karena perjalanan musti dilanjut menuju daerah Jatiluhur dalam rangka menghadiri meeting tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Photo : satu sudut senja di Waduk Jatiluhur / Dokpri

Klo bicara Kawasan Ekonomi Khusus maka sangat perlu kita pahami dari sisi regulasi yang mengatur tentang hal ini. Sebagai pegangan maka 2 regulasi musti dibaca duluan, yaitu Undang-undang Nomor 39 Tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus dan Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2011 Tentang Penyelenggaraan Kawasan Ekonomi khusus…. udah itu, aja baca ampe kelar, beres tuh urusan.

Masalahnya baca aturan itu cepet ngantuk dan banyak yang malas baca. Jadi ya udah, .. ..coba disarikan, diperas dan dipilih intisari philosophisnya sehingga lebih mudah dipahami… go!!!.

Kawasan Ekonomi khusus adalah Kawasan dengan batas tertentu dalam wilayah hukum Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ditetapkan untuk menyelenggarakan fungsi perekonomian dan memperoleh fasilitas tertentu….

Nah tuh definisinya. Trus KEK ini ada beberapa zona, klo yang udah agak familiar adalah kawasan ekonomi khusus industri. Ternyata ada zona KEK lain selain industri yaitu zona pengolahan ekspor, logistik, pengembangan teknologi, pariwisata, zona energi, zona ekonomi lain.

Untuk bedainnya…. ini lho Penjelasan :

Zona pengolahan ekspor itu berkaitan sama area yang diperuntukan bagi kegiatan logistik dan industri yang produksinya ditujukan untuk ekspor.

Zona logistik adalah area yang diperuntukan bagi kegiatan penyimpanan, perakitan, penyortiran, pengepakan, pendistribusian, perbaikan, dan perekondisian dari dalam negeri dan dari luar negeri.

Zona industri adalah area yang diperuntukan bagi kegiatan industri yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi, serta agroindustri dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaannya termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri yang produksinya untuk ekspor dan/atau untuk dalam negeri.

Zona pengembangan teknologi : area yang diperuntukan bagi kegiatan riset dan teknologi, rancang bangun dan rekayasa, teknologi terapan, pengembangan perangkat lunak, serta jasa di bidang teknologi informasi.

Photo Keindahan Pantai di Zona KEK Tanjung kelayang / Dokpri

Zona pariwisata : area yg diperuntukan bagi kegiatan usaha pariwisata untuk mendukung penyelenggaraan hiburan dan rekreasi, pertemuan, perjalanan insentif dan pameran serta kegiatan yang terkait.

Zona ekonomi lain adalah area yang diperuntukan antara lain dapat berupa zona industri kreatif dan zona olahraga.

Photo panorama KEK Mandalika / dokpri.

Dari ke7 zona tersebut yang sekarang sedang digenjot juga oleh pemerintah adalah KEK Pariwisata yang tersebar di seluruh indonesia. Diantaranya KEK Tanjung Kelayang Pulau Belitung, KEK Mandalika di Lombok, KEK Morotai Maluku Utara dan KEK Tanjung Lesung Banten. Pengusulan KEK ini menjadi menarik karena dengan target nasional di tahun 2019 adalah lahirnya 10 KEK baru zona pariwisata dari target 15 KEK berbagai zona, maka diperlukan effort dan koordinasi intensif serta sinergi semua elemen khususnya kesiapan calon pengusul yaitu Pemerintah daerah atau badan usaha.

Photo Situ Wanayasa / Dokpri.

Udah ah gitu dulu urusan KEK, karena waktu jua yang tak bisa diubah seenaknya. Next time pengen bahas juga lanjutan KEK ini terkait kriteria lokasi untuk calon usulan Kawasan Ekonomi Khusus zona pariwisata. Wassalam. (Akw).

Plara-Cikidang-Plara 010817

Catetan sewaktu beredar di Palabuanratu Kabupaten Sukabumi pada Awal Agustus 2017

Photo : Dokumen pribadi

Perjalanan menempuh 120 km dari bandung menuju arah Barat daya provinsi jawa barat tepatnya ke kabupaten sukabumi ditempuh dalam waktu hampir 7 jam perjalanan dengan kondisi traffik yang lumayan padat tersendat. Berarti rata-rata 17 km/jam kecepatan berkendaraan. Penyumbang kemacetan yang cukup signifikan adalah kebijakan buka tutup karena perbaikan jalan di jalan pelabuhan II cikembang. Sehingga kami terdiam menunggu antrian cukup menjemukan.

Berhenti sejenak di area terminal Cikembar untuk menikmati makan siang, ati ayam ditemani telor ceplok bumbu dan sayur paria cukup mengganjal rasa lapar yang mendera. Cukup 10 menit saja maksinya. Rush hitam kembali menyusuri jalan berkelok di menuju palabuanratu.

Photo : Dokumen pribadi

Tiba di lokasi pertemuan, hampir tepat waktu. Ya terlambat 5-10 menit dan segera bergabung dengan Tim Keukeuh Perintis KEK di Jawa barat yang sudah 2 hari lalu bergerak di Kabupaten Sukabumi dalam rangka mendukung optimalisasi fungsi tim GNCP (sasieureun sabeunyeureun) dengan agenda menerima Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia juga melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini khususnya koridor Palabuan ratu – Ciletuh hingga Ujung Genteng. Rapat siang ini dalam rangka pembahasan strategis tentang rencana usulan proposal untuk kawasan ekonomi khusus (KEK) di Kabupaten Sukabumi. 

Rapat dipimpin oleh Prof Deny dan Bp Dodi Asisten Ekbang Kabupaten Sukabumi. Dimana Kehadiran Kawasan ekonomi khusus ini adalah fasilitas dari pemerintah yang bertujuan mempercepat investasi masuk ke Indonesia, kawasan dapat meningkat pembangunan infrastrukturnya (klo salah, please koreksi). Termasuk poin-poin penting KEK ini mencakup fasilitasi Perpajakan, kepabeanan, cukai; Lalu lintas barang; Ketenagakerjaan; Keimigrasian dan Perizinan/non perizinan.

Photo : Dokumen pribadi

Syarat yang paling utama menurut Prof Deny adalah status lahan yang clear dan clean. Artinya sudah ada status tanah yang akan diajukan dan dibuktikan dengan sudah adanya sertifikat kepemilikan minimal 100 hektar. Syarat lainnya banyak ada sekitar 17 item, tetapi itu bisa berproses yang tentunya perlu sinergi yang tepat antara pihak-pihsk yang berwenang mengusung yaitu antara pemerintah dan badan usaha, jikalau badan usaha yang menjadi pengusung maka dukungan pemerintah daerah harus betul-betul maksimal karena para pihak ini harus seiring sejalan.

Sebagai calon pengusung KEK di Kabupaten Sukabumi, pa Dani dari Cikidang resort memberikan presentasinya dan menyatakan tertarik untuk menjadi pengusung KEK di kabupaten Sukabumi ini. Meetingpun berakhir dan rombongan melanjutkan untuk mengikuti rubicon kuning meninjau area Cikidang Sukabumi. Perjalanan menuju lokasi ditempuh hampir 1 jam dengan jalan mulus tetapi berliku dan menanjak serta sempit sehingga perlu extra waspada sang pilot mengendarai tunggangannya masing-masing.

Tiba di Lokasi menjelang sore, sejenak rehat sambil menikmati cemilan tradisional. Lalu melihat copy site plan yang ditunjukan sang pemilik. Namun pertemuan tidak bisa lama, karena ada perintah untuk kembali ke Palabuanratu untuk menemani pa Wagub Demiz makan malam, yang rencananya esok akan hadir melepas kepulangan tim Asesor Unesco Global Geopark.

Photo : Dokumen pribadi

Tentu sebelum berpisah diabadikan dulu pose bersama dilatarbelakangi bangunan club house Cikidang yang megah.

Rombongan terbagi dua, ada yang kembali ke palabuanratu dan ada yang lanjut ke Cibadak dan pulang ke Bandung.. of course ke rumah masing-masing. Karena kebetulan penulis masuk kelompok yang balik lagi ke palabuanratu maka tulisan ini berlanjut.

Tiba di sekitar pantai palabuanratu suasana sudah menggelap, segera rombongan kecil menuju rumah makan yang dituju dan….. tadaaa… menu makan malam seafood menyambut… euh menyambut pa wagub maksudnya, kita mah cuman ikut-ikutan.

Photo : Dokumen pribadi

RM Asrie di tepi pantai palabuanratu menyajikan aneka olahan seafood yang menarik selera. Selisih 15 menit, rombongan wagub tiba dan makan malampun dimulai. Sajian udang, kepiting, lobster dan tumis kangkung bersiap disantap. Para pejabatpun berjejer mengelilingi sajian utama bersama sang Naga bonar.

Photo : Dokumen pribadi

Bapak Kadis Kehutanan menemani pa Wagub menyantap lobster, meskipun klo diperhatikan photonya kayak dua orang yang sedang rebutan lobster.. ups maap. Yang pasti pa wagub menikmati sajian yang ada. Penulispun ikutan nimbrung, menikmati makan malam seafood yang melimpah dan gratisss.. karena ada yang bayarin. Hatur nuhun pa Kabiro Umum.

Photo : Dokumen pribadi

Makan malam berakhir ditutup dengan Duren Party, meskipun terus terang nggak berani ngabisin sama cangkangnya, takut disangka ngelmu atau kesurupan.

Gitu dulu yach ceritanya, karena harus segera mencari penginapan di sekitaran palabuanratu yang katanya sudah penuh karena ada even penilaian geopark Ciletuh dari UNESCO yang berlangsung seminggu ini. (Akw).

Bersua dengan Dewan Nasional KEK

Reportase sesi II bertemu dengan Dewan Nasional KEK bersama pengusul dan Tim KEK jabar

Pertemuan antara Sekretaris Dewan Nasional KEK dengan Calon pengusung KEK Aerocity Kertajati yaitu AerocityDev BIJB didampingi Tim KEK Jabar berlangsung di Gedung MR 21 Jalan Menteng Raya No. 21 Jakarta Pusat pada hari rabu, 12 Juli 2017 pukul 14.00 Wib sampai 16.00 Wib.

Meskipun beberapa anggota Tim Pendamping dan Perintis KEK Jabar ada yang harus balik arah di daerah Taman Ismail Marzuki karena gedung pertemuannya kelewat. Tetapi sesuai jadwal semua bisa berkumpul tepat waktu di lantai 13 Gedung MR 21 dimana Sekretariat Dewan Nasional KEK bermarkas.

Acara diawali pembukaan oleh pa Enoh S selaku sekretaris Dewan Nasional KEK dilanjutkan dengan pemaparan pendahuluan dari Ketua Tim Pendamping KEK Jabar (Pa AsdaEkbang) yang membahas tentang konsepsi pembangunan Jawa Barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran.

Setelah memperkenalkan Tim KEK Provinsi Jawa Barat, AsdaEkbang menjelaskan terkait rencana pengusulan beberapa kawasan di provinsi jawa barat untuk menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ada 6 wilayah yang sedang berproses yaitu :

1. KEK Aerocity BIJB di Kertajati Kab. Majalengka.

2. KEK Walini TOD KCIC di Kabupaten Bandung Barat.

3. KEK Pangandaran.

4. KEK Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi.

5. KEK Jatiluhur Kabupaten Purwakarta; dan

6. KEK Jatigede Kabupaten Sumedang.

dan…….. hari ini adalah pembahasan awal terkait usulan KEK Aerocity yang diusung oleh AerocityDev sebagai anak perusahaan dari PT BIJB sebagai salah satu BUMD milik Pemprov Jabar yang dihadiri langsung oleh Dirut PT BIJB bp Virda Dimas beserta Tim.

Pa Virda Dirut PT BIJB menjelaskan bahwa pihaknya melalui AerocityDev mengajukan KEK dalam konsep aerotropolis, kota terpadu yang menggabungkan fungsi Bandara dengan investasi usaha, kawasan bisnis, residensial, taman bermain kelas dunia seta fungsional lainnya dalam satu kawasan yang terintegrasi.

Progres pembangunan bandara hingga awal Juli 2017 total mencapai 48,6% yang meliputi 3 segmen yaitu 1) Infrastruktur utama (runway-taxiway-jalan layang dst), 2) Terminal utama dan 3) Infrastruktur penunjang. Direncanakan seluruh konstruksi rampung di bulan desember 2017 dan Triwulan I Tahun 2018 bisa dilakukan soft launching.

Juga paparan pendukung untuk memotret kesiapan Tim Aerocity dalam proses menjadi Kawasan Ekonomi khusus.

Tanggapan dari Sekretaris Dewan Nasional KEK cukup menyejukkan dan bisa memberi semangat bagi calon pengusul dan Tim KEK Jabar untuk segera melengkapi dan memenuhi 17 item prasarat yang harus dimiliki oleh pengusul.

Terdapat 3 poin penting yang harus dicermati yaitu :

1. Legalitas lahan yang akan diusulkan.

2. Rencana Bisnis, dan

3. Pengusung usulan KEK (PT BIJB)

Saran selanjutnya adalah terkait konsep bisnis yang akan dibangun di aerocity sebaiknya tidak mengganggu bisnis-bisnis yang sudah ada di Jawa barat, memiliki keunikan tersendiri, atau diajukannya sebagai KEK yang pertama dengan tema ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK).

Anggota Dewan Nasional KEK lainnya mengingatkan bahwa KEK ini adalah fasilitas untuk menarik minat investor, jangan dibiarkan setelah PPnya terbit. Tetapi dimanfaatkan segera. Termasuk juga sinergi dengan pemerintah daerah terutama terkait pembangunan infrastruktur regional plus komitmen Pengusung dalam proses usulan dan pelaksanaan yang memerlukan waktu cukup panjang.

Diskusi ringan menjadi tambahan dalam acara pertemuan perdana ini, tak terasa adzan ashar sudah berlalu 30 menitan. Tim penggiat KEK jabarpun berangsur bubar jalan, kembali ke bandung melalui jalur jalan tol dan kereta api.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam,

@andriekw Gajahenam 150717

Menuju Jakarta, usulkan KEK Aerocity BIJB

Reportase sesi I untuk giat usulan proposal KEK di Kementerian Pariwisata. 120717

Adzan shubuh belum berkumandang, disaat raga sudah bergerak menyusuri dinginnya pagi menuju Stasiun Kereta api Cimahi. Tepat disaat kaki menjejak halaman parkir stasiun KA, Adzan Shubuh bersahutan, menenteramkan hati memanggil umat muslim yang sebagian besar masih terlelap dalam buaian mimpi yang penuh dinamika.

Shalat shubuh telah ditunaikan, 10 menit kemudian sang Argo Parahyangan menjemput dengan lengkingan dan wajah ceria. Hari ini begitu menyenangkan.

Perjalan pun dimulai menyusuri rel kereta yang berkelok menuju ibukota negara, Jakarta. Tidak lupa disaat Argo parahyangan menghela nafas sejenak di stasiun purwakarta, segera berlari menuju pintu keluar, mengabadikan tumpukan rel kereta yang menjadi mozaik warna warni sebuah saksi perjalanan masa silam.

3 jam berlalu dan menjejak kaki di Stasiun Gambir Jakarta. Karena kebetulan gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata hanya terhalang oleh Area Monumen Nasional maka diputuskan berjalan kaki saja menyusuri sisi kiri melewati jalan Medan Merdeka barat, melewati seberang pelataran kantor Gubernur DKI Jakarta.

Jrengg…… keringat lumayan deras mengucur tetapi tak lama tergantikan sentuhan angin AC di dalam gedung. Meeting di laksanakan di lantai 4 Gedung Sapta Pesona. Diterima dengan ramah oleh bapak Azwir dari Kementerian Pariwisata. Tim Penunjang KEK & Tim Perintis KEK Jawa Barat bersama Tim BIJB serta Perwakilan KCIC yang dipimpin bapak Asisten Perekonomian & Pembangunan mendorong Tim BIJB yang dihadiri langsung oleh Direktur Utama PT. BIJB, bapak Virda.

Maksud dan tujuan sudah disampaikan dan selanjutnya Dirut BIJB menyampaikan paparan terkait rencana usulan Aerotropolis Kertajati menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata, dimana pengusulnya adalah BIJB yaitu BIJB AerocityDev, anak perusahaan PT. BIJB.

Tanggapan Bapak Asdep Pengembangan Destinasi Wisata alam & buatan, bp Azwir Malaon dalam diskusi ini adalah pembahasan pagi ini sebagai pemanasan sekaligus pemantapan presentasi yang akan dilaksanakan sore nanti di hadapan para Dewan Nasional KEK. Sebagai ikhtiar menuju penetapan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus. Kulonuwun dulu, sehingga usulan yang sedang berproses dapat ditempatkan on the track sesuai mekanisme yang tercantum dalam regulasi tetapi dalam waktu singkat. Selanjutnya Dewan Nasional KEK bisa memberikan fasilitasi klinik dalam penyusunan & pengajuan usulan KEK ini.

Poin penting selanjutnya terdapat 3 hal penting yaitu :

1. Legalitas KEK dari sisi penguasaan lahan, Pengusul dan regulasi tata ruang.

2. Sense pariwisata dalam desain bandara.

3. Mengusulkan mengajak bapak Kemenpar untuk meninjau secara langsung ke lokasi calon bandara yang sedang dibangun.

Pa AsdaEkbang menambahkan terkait listing proyek strategis nasional (PSN) yang termaktub dalam Perpres No 58/2017 maka Presiden berharap dilakukan dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan proyek lebih cepat.

Dimana secara umum pendekatan pembangunan yaitu:

1. Engginering problem

2. Financial problem

3. Political problem

Selanjutnya mengkritisi beberapa slide yang dipaparkan Dirut PT BIJB agar lebih singkat, padat dan tepat.

Sesi inipun berakhir ditutup dengan keceriaan karena ada surprise tiup lilin. Ada apa gerangan?…. ternyata bapak AsdaEkbang ultah ke 60 tahun dan pa Azwirpun 2 hari lalu berulangtahun ke 60 tahun. Maka potong kue dan berdoa memberi keceriaan serta optimisme.

“Happy Birthday To You”

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

@andriekw 150717