Harta & Istri

Celoteh sore sambil kangen istri di rumah.

Photo : Dokumen pribadi

Banyak orang beranggapan Harta benda itu menjadi sebuah keharusan dalam kehidupan ini. Harta benda menjadi penentu status seseorang untuk dihormati, dihargai dan diakui keberadaannya dalam kehidupan ini.

So… hampir semua orang berlomba untuk mencari, mengumpulkan dan menumpuk harta. Tentu dengan cara masing-masing. Padahal…. itu cuma titipan, cuma sementara. Tapi begitu menggoda dan membuat manusia lupa diri untuk mendapatkannya tanpa berfikir caranya baik atau tidak, tidak juga peduli apakah barang itu halal atau haram.

Nah buat para suami ada cara jitu agar barang-barang dan harta benda yang dimiliki itu tidak menjadi beban dikemudian hari sekaligus sebagai pengendali diri dari godaan syetan yang nggak pernah cape mengajak untuk menyimpang dari ajaran agama khususnya urusan hasrat birahi. 

Caranya adalah :

1. Segera pulang ke rumah dan periksa berkas sertifikat rumah, sertifikat tanah dan Stnk mobil serta motor.

2. Ke bank minta copy sertifikat tanah dan rumah serta STNK mobil atau motor yg lagi “disekolahkan”.

3. Cek atas nama siapa.

4. Klo atas nama istri, berarti aman. Tidak usah dibaliknama.

5. Yang atas nama suami segera balik nama atas nama istri, apalagi yang baru Akta Jual beli, atau girik bin kikitir.

6. Gitu aja dulu.

Kenapa kok jadi penting banget?…

Karena e karena, itu bisa berpengaruh signifikan. 2 hal yang menjadi garis besar kegunaan langkah-langkah tadi.

Pertama, dari sisi proses hisab setelah meninggal, akan relatif cepat karena tidak ada harta benda yang atas nama kita. Klo malaikat nanya, maka kita bisa jawabnya, “Saya nggak punya apa-apa, semua harta atas nama istri. Cuman tiap hari minjem pake seperti mobil dan rumah.”

“Ya udah, pemeriksaan selesai, kamu masuk surga!!!” Kata malaikat (duh andaikan begituu….).

Kedua, kegunaan langkah tadi adalah mengendalikan kami para suami untuk berfikir ulang klo mau macem-macem, selingkuh atau mendua, mentiga dan mengempat. Serta memberi ketenangan kepada istri jika suaminya khilap, harta benda tetap aman ditangan anak istri. Suami ngaco, nggak punya apa-apa dech. 

NB : khusus untuk yang punya stnk lebih dari satu… harus siap2 bayar pajak progresifnya 🙂

Itu secuil tips dan trik pengelolaan harta benda dalam rumah tangga. Semoga kita semua yang telah berkeluarga bisa membangun, mewujudkan dan mempertahankan keluarga sakinah, mawaddah dan warrohmah. (04/08) (Akw).

Gendong istri yuk

Silaturahmi RT dan hikmah pahala bagi suami yang gendong istrinya.

Minggu pagi adalah hari keluarga, bangun pagi sholat shubuh, lanjut untel-untelan sama anak istri. Becanda atau mungkin akhirnya terlelap lagi. Hanya saja ternyata tidak sebebas yang dibayangkan karena undangan silaturahmi halal bihalal RT sekitar rumah serta undangan pernikahan kolega telah mengingatkan untuk beranjak dari comport zone meluk bantal istri dan anak, bergeser mencari selarik handuk untuk menemani pasca membilas diri.

Silaturahmi di RT sekitar rumah menjadi urusan prioritas karena merupakan moment yang langka. Karena senin hingga jumat berangkat pagi pulang petang & sabtu jika tidak ada tugas maka mengantar istri yang bekerja, minggunya jadwal keluarga. Maka bertemu tetangga hanya sebatas say hello saja. Tidak sempat berkongkow ria ngadu bako baceprot durarang duraring.

Maka bersama istri dan ibu mertua hadir bersama, bersukaria karena kembali bisa bersua dengan para tetangga.

Tepat pukul 10.00 pagi, MC memulai acara dilanjutkan lantunan ayat suci alqur’an serta saritilawah yang petugasnya para tetangga. 

Lalu parade sambutan dari para pemimpin mulai dari Pak RW, Pak RT hingga sepatah kata dari tetangga yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini.

Acara pokok adalah Tauziah oleh Ustad Zaenal Abidin yang energik serta bersuara merdu membawa hadirin begitu terlarut dengan rangkaian kata dan kalimat yang mengupas aturan agama dalam keseharian.

Halal bihalal adalah istilah yang merupakan genuine product made in Indonesia. Kenapa?…

Karena istilah ‘Halal Bihalal‘ tidak akan ditemukan di negeri arab ataupun di negara timur tengah lainnya karena bukan bahasa arab. Meskipun maknanya jelas adalah sebuah momen silaturahmi saling bermaaf-maafan pasca bulan ramadhan berakhir.

Bulan ramadhan adalah ajang pelatihan, diklat kepribadian secara komprehensif, tarbiyah riyadhoh dimana hasilnya itu akan terlihat di bulan syawal dan bulan-bulan berikutnya. Apakah masih shaum sunnah, qiyamul lail, tadarus, berzakat serta perbuatan baik lainnya seperti di bulan ramadhan atau tidak?, berzakat adalah ciri kepedulian kepada sesama.

Lalu pasca ramadhan kita malah kembali ke kebiasaan awal?… berarti diklat ramadhannya belum berhasil.

Ada sebagian ulama menyampaikan bahwa ciri seseorang yang mendapatkan malam lailatulqodar adalah seseorang yang amaliyahnya semakin baik di bulan syawal dan bulan-bulan seterusnya.

Beranjak kepada silaturahmi tadi, jangan dulu berkoar untuk menjaga hubungan baik dengan tetangga sebelum dengan orang terdekat di rumah dulu silaturahmi terjalin sempurna. Akan berwujud keluarga harmonis dan bahagia.

Rasulullah mencontohkan kedekatan dengan istri itu adalah senantiasa menyebut atau memanggil istrinya itu dengan nama yang penuh keindahsn dan rasa cinta. Mendudukkan istri diatas pangkuannya sambil melantunkan bacaan ayat suci Alqur’an. Kerennn dech.

Sekarang bagi yang sudah berkeluarga maka belajarlah menggendong istri masing-masing dengan syarat ikhlas dan ridho. Ada hadits menyebutkan bahwa jika seorang suami menggendong istrinya maka dosa suami akan diampuni seberat berat badan sang istri. Jadi bagi para istri yang montok bin gemuk tidak perlu gamang diet mati-matian karena justru makin berat sang istri makin banyak dosa suami yang diampuni, dengan syarat sang suami mau ngagandong dengan tulus & ikhlas.

Sebaliknya untuk sang istri ada juga pahala besar yang bisa dilakukan di rumah masing-masing. Secara mendasar bahwa tugas mengurus anak, mengurus rumah, mencari nafkah adalah tugas & kewajiban suami. Tugas istri simpel sekali. Syarat masuk surga bagi seorang istri ada 3, yaitu : taat kepada Allah SWT, taat kepada Rasulullah dam terakhir taat kepada suami. Maka hal-hal yang diperintahkan suami wajib hukumnya selama tidak melanggar norma masyarakat dan aturan agama

Apalagi ikhlas menjalaninya. Mencuci pakaian suami dengan ikhlas maka mendapatkan 1000 pahala, 1000 kebaikan dan 1000 ampunan dosa. Tinggal dikalikan saja, apalagi jika nyuci baju suami yang bejibun. Atau lebih mantap lagi jika sang istri memandikan suami.

Kembali kepada momen silatutahmi pasca lebaran maka yang diharapkan adalah peningkatan ibadah dan amaliyah kita di bulan syawal & seterusnya hingga kita semuanya adalah hamba yang cumlaude dari diklat ramadhan sebulan penuh.

Acara halal bihalal ditutup dengan musafahah salam-salaman. Tidak sempat mencicipi makanan yang tersaji karena harus segera mengejar waktu memenuhi undangan pernikahan di pusat Kota Bandung.

*) Sumber Photo & Video : dokumentasi pribadi.

Wassalam

Wassalam WrWbr

@andriekw Argoparahyangan 120717

Jemput ibu negara

Siang menjelang, suasana terang perlahan meredup. Lumayan nggak terlalu panas, khan bentar lagi jemput ibu negara (maksudnya istri yaw)…. 

“Lho kok hari minggu istrinya kerja?”, pasti itu pertanyaannya. Ya jawaban yang paling umum adalah, “Resiko kuli, titik.”

Padahal dalam hati bersyukur punya istri yang bekerja, saling bahu membahu mendukung fondasi keuangan keluarga. Meskipun yang wajib memberi nafkah itu suami, tetapi kalau istripun bisa menghasilkan rejeki.. kenapa tidak?

Yang penting nafkah utama dari suami, kalau istripun bekerja dan dapat penghasilan berarti disaat istri membantu keuangan keluarga dapet pahala sedekah lho.

Jadi khan win-win. Suami dapet pahala karena memenuhi kewajiban menafkahi keluarga. Istri dapat pahala sedekah karena membantu keuangan keluarga.

Trus ngapain pake istilah ‘ibu negara?’

“Lah suka-suka gue. Itu khan istriku, ya hak diriku untuk memanggil dan menyebut dengan sebutan apa saja. Bener khan?”

Soalnya ada negara kecil yang sedang dibangun yang namanya keluarga. Rakyatnya minimal 3 orang. Ayah negara, ibu negara dan anak negara… ahay kok jadi lebay. Gpp ah suka-suka.

Alhamdulillah. Perjalanan menuju wilayah bandung utara ditemani rintik hujan yang semakin menderas. Tepat waktu, sampai di tempat kerja ibu negara.

Senyumnya menyambut, hayu kita pulang.

Capcuss.. 020417