Historical Flight Kertajati Bab 2

Lanjutan goresan pena momen bersejarah Penerbangan Pertama Pesawat Komersial dari Bandung ke Kertajati.

Advertisements

Historical Flight Kertajati 2

Berlanjuut yaaaa….. inilah lanjutan dari Historical Flight Kertajati.

Memasuki tangga pesawat Batik Air terasa rasa bangga semakin membahana… meskipun masih terselip khawatir… diijinin terbang nggak sama orban?. Bukan irban ya… klo irban tuh inspektur pembantu (pejabat di inspektorat yang punya fungsi pengawasan)… ini mah orban yaitu otoritas bandara. Yaitu Unit pelaksana teknis dibawah Dirjen Perhubungan Udara (DPU) Kemenhub yang punya gawe pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan di bandar udara.

Jangan dipikirin… ah… Bismillah wae.

Photo : Para Kuwu dan sekdes/Fb pak Virda DE

Memasuki pesawat Batik Air jenis Airbus A 320 dengan ID 8170 disambut senyum ramah para pramugari yang berbaju brukat putih dan bawahannya kain corak merah khas Lion Air Grup serta berkerudung merah. Kami duduk sesuai tiket yang sudah dipegang masing-masing.

Semua penumpang tertib memasuki pesawat dan sebelumnya mengabadikan diri di depan pesawat sambil megang spanduk ‘Historical Flight’ yang tersedia… wajah sumringah tak bisa disembunyikan.. semua tersenyum ceria… bahagia dan bangga.

Para rombongan Kuwu, Sekdes dan Pak Camat Kertajati memasuki pesawat yang akan terbang pertama kali dan mendarat di wilayahnya… di Kertajati. Pesawat dengan kapasitas 150 orang hampir sepenuhnya sest terisi.

Memandang ke luar dari jendela pesawat terlihat para tamu undangan VVIP dan VIP termasuk para kepala OPD bergegas menuju tangga pesawat Garuda… bersiap terbang bersama.

***

Photo : Bersama pa Risad Bu Jatti, para Kabag terdahulu/dokpri.

Terlihat sebuah helikopter terbang mendekati landasan Bandara Husein Sastranegara… diyakini itu adalah pak Gubernur Ahmad Heryawan yang terbang dari Kertajati.

Lho kok?… ya iya atuh. Khan tadi pagi pak Aher udah standby di Kertajati untuk menyambut pak Presiden beserta rombongan, trus sekarang terbang ke Bandung untuk bareng-bareng terbang lagi dengan pesawat Garuda yang akan menjadi Historical Flight bagi Pesawat Komersial yang terbang dari Bandung ke Kertajati.

Ting… tong…. pengeras suara di pesawat mulai bersuara, “Para tamu undangan yang terhormat. Selamat datang di Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 1870 pesawat Airbus A320 yang akan terbang dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara internasional Jawa Barat di Kertajati……..”

Belum tuntas pengumuman yang disampaikan oleh pramugari…

Prok.. prok.. prooook.. prokk

Tepuk tangan seluruh penumpang membahana… terharu… bangga dan syukur bercampur aduk… Alhamdulilllah… terasa merinding merasakan kebanggaan ini.

Terima kasih Ya Allah
Terima Kasih Pak Aher
dan Terima Kasih bapak Jokowi.

Hati masih tergetar mendengar pengumuman, “Para tamu yang terhormat…….” karena biasanya pengumuman di pesawat adalah, “Para penumpang yang terhormat..”

Pesawat Batik Air mulai bergerak dan snack serta air mineral mulai dibagikan oleh para pramugari…. mata para penumpang… berkaca-kaca… bahagia.

***

Photo : Biro SPIBUMd & Setda plus/dokpri.

Penerbangan memakan waktu 25 menit. Disaat pengumuman dari pilot bahwa pesawat siap mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati… kembali hati tergetar… sebentar lagi… sebentar lagii….

Jesss…… roda pesawat menapak lembut di runway Kertajati.. landing ya g sempurna dan tentunya leluasa dengan panjang ranway 2500 meter serta lebar 60 meter… nikmat pisan eta pendaratan… hipuu.

Prok.. prok.. prok.
Alhamdulillahirobbil alamin..

Kembali tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang menjadi penumpang istimewa di pesawat Batik Air…. merasakan sensasi penerbangan bersejarah dan pendaratan bersejarah pesawat komersial dari Bandung… ah terharu.

***

Pesawat berbelok melewati taxiway dan perlahan tapi pasti mendekati apron… setelah parkir tepat di tempatnya. Giliran garbarata mendekati pintu depan… plek… nempel… dan para tamu undangan diperkenankan memasuki terminal penumpang melewati garbarata berkarpet merah…… kereeen.

***

Selanjutnya kami bergabung dengan para pegawai dan pimpinan PT BIJB dengan seragam Koko yang sama untuk bersiap menyambut kedatangan pesawat Garuda yang membawa bapak Gubernur Jawa Barat beserta ibu dan seluruh tamu undangan VVIP & VIP… tatapan ceria, kekaguman dan optimis terpancar dari wajah-wajah hadirin. Karena banyak yang baru menginjakkan kaki di terminal bandara yang begitu megah dan mewah wah… wah.

Photo : Menyambut Bos Kita bp Arifin Plt KabiroSPiBuMd/dokpri.

“Reueus nya, urang gaduh bandara” (Bangga sekali ya, kita punya bandara), celoteh seorang bapak kepada rekannya sambil terus mengamati semua sudut bandara…

Photo : Bersama bu Mpop Kabag/dokpri.

Diriku tersenyum dan sangat setuju dengan pendapat itu… aslinya banggaa bingiit.

***

Photo : Menyambut bapak Gubernur Aher kebanggaan kami/dokpri.

Pa Aher tiba bersama rombongan, dikalungi karangan bunga dan diberondong wartawan. Lalu bergerak memasuki lorong bandara dan disambut oleh para petugas termasuk kami ‘petugas dadakan’ dan meneriakkan kata-kata penyambutan, “Selamat Datang di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Wilujeng Sumpingggg!!!”

Pa Aher dan ibu Netty tersenyum juga rombongan di belakangnya… beliaupun berkenan menyalami kami dan berbincang sesaat… Kami bangga dengan Bapak.

***

Photo : Aa Gym lagi Tausiah/dokpri.

Photo : Pa Aher lagi sambutan/dokpri.

Semua memasuki area bandara di lantai dua… wajah-wajah kagum dan senang terlihat memancar… lalu rombongan menaiki eskalator menuju lantai 3 disambut marawis dan shalawat…. terlihat jajaran kursi putih dan meja-meja bundar serta terlihat sebuah panggung besar dengan backdrop ‘Tasyakuran Historical Flight Bandara Kertajati’ bernuansa latar biru yang menenangkan….

Sekali lagi alhamdulillah… ketegangan di masa persiapan terbayarkan dengan pendaratan sempurna di Kertajati… saatnya menikmati suasana. Biarkan protokoler dan EO yang mengatur acara selanjutnya. Diriku mencari tempat duduk dan berbaur dengam para tamu undanganmengikuti tahapan-tahapan acara. Sambutan Dirut PT BIJB, Pa Gubernur ditutup dengan Tausiah singkat Aa Gym tentang 5 ciri bersyukur hingga tiba saatnya waktu berbuka puasa…

Photo : Tawa bahagia bapak Slamet/Dokpri.

Setelah adzan tiba, masih dilanjut sedikit tausiah Aa Gym dan jeng jreeng…. saatnya ngabatalan berbuka puasa.

Photo : para tamu undangan mirip jemaah umroh/dokpri.

Para tamu undangan yang sebelum naik pesawat di bandara husein sudah dibekali merchandise, segera diambil kotak berisi snack berat dan air mineral untuk berbuka puasa. Para tamu undangan VVIP dan VIP diarahkan ke jajaran hidangan dan duduk di meja-meja bundar dan undangan lainnya mendapatkan tumpeng mini yang menjadi menu buka puasa yang bersejarah ini.

Photo : Botram di lantai bandara/dokpri

***

Photo : Berpose setelah check in di Kertajati/dokpri.

Shalat magrib di mushola yang nyaman tuntas dilakukan, check in di counter BIJB berjalan lancar. Sambil menunggu panggilan boarding, berkeliling menikmati suasa di lantai 3 bandara kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Mengabadikan beberapa patung hasil seniman kahot Bapak Nyoman Nuarta, seakan memasuki galery seni yang penuh nilai hakiki… terasa keunikan dan keunggulan bandara ini.

Photo : Galery I nyoman Nuarta/dokpri.

Tapi tidak sempat berkeliling ke tempat lainnya karena panggilan boarding terdengar membahana. Masuk ke pesawat via Garbarata dan kembali duduk di kursi 4E Batik Air.

***
Akhirnya.. setelah 25 menit di angkasa. Batik Air mendarat di Bandara Husein dengan sedikit guncangan disaat roda pesawat menyentuh runway.

Alhamdulillahirobbil alamin. Tuntas sudah mengikuti rangkaian prosesi penerbangan bersejarah ke Bandara Kertajati.

Segera bergerak pulang ke rumah untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

Historical Flight Kertajati 240518

Goresan pena pribadi, ikutan bantu-bantu demi suksesnya ‘Historical Flight’ Kertajati BIJB tanggal 24 Mei 2018.

Kamis pagi sini hari yang berbeda, terasa desiran rasa dan detak ketegangan semakin meningkat. Kenapa?… entahlah. Tapi ada rasa khawatir, was was dan palaur.. menghadapi momen nanti sore.

Semalam memang tidak ikut mendampingi pa Bos untuk persiapan akhir di kantor PT.BIJB karena tugas lain ke Ibukota. Tetapi grup WA baru bernama ‘Pansus Historical Flight’ yang terus berbunyi notifikasi makin bikin adrenalin ketegangan meningkat.. karena yang terpenting adalah bagaimana acara ini bisa sukses terlaksana. Meskipun diri ini bukan siapa-siapa, tetapi sumbangsih peran sekecil apapun menjadi berharga jikalau bersinergi dengan semua yang memiliki peran dan tanggungjawab lebih besar.

Historical flight… atau penerbangan bersejarah.. penerbangan perdana menuju Bandara Internasional baru yang dibangun di tanah Jawa Barat yaitu di Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka… Bandara Internasionan Jawa Barat Kertajati dengan kode KJT……. sebuah mimpi yang akan menjadi kenyataan…

Apakah bisa terwujud?… ketegangan meningkat.

***

Jam 07.00 pagi sudah melesat menyetir si hitam Tangguh menuju Bandara Husein Sastranegara.

……..Pikiran melayang ke tanggal 13 Februari 2018 lalu di acara Rapat kerja dan Evaluasi PT BIJB didaulat membaca sajak bin puisi yang dikarang hanya 12 jam sebelum acara karena ‘perintah‘ bapak Captain Virda DE & Ceu Anita dengan judul ‘BIJB Ngajomantara’.

Puisi BIJB Ngajomantara.

Saat itu gelora semangat semakin terasa dari hadirin yang hadir khususnya ‘Super Dream Team‘nya PT BIJB. Menghapuskan kegamangan dan kekhawatiran berganti dengan optimisme terukur dan langkah ikhtiar maksimal serta tentu permohonan Doa kepada Sang Pemilik Alam semesta, Allah Subhanahu Wataala. Semoga tanggal 24 Mei 2018 dapat mewujudkan Historical Flight…. Amiiin.

Tak terasa gerbang Bandara Husein Sastranegara sudah menyambut. Bergerak terus menuju area Wisma Soumpil yang dijaga para anghota TNI-AU yang kekar dan gagah.

.. Punten…

Masuk ke Wisma Soumpil terasa aura VVIPnya, karena akses dari sini hanya bagi beberapa penumpang terbatas dibawah kewenangan Danlanud Husein Sastranegara. Tetapi karena hari ini ada rencana ‘Historical Flight’ jadinya diriku juga boleh masuk karena dapet tugas untuk BBSR ‘bantu bantu sagalarupa.’

***

Photo : Berpose dulu sama EO & Tim BIJb sesaat setelah backdrop terpasang/dokpri.

Bantuin semangat dari EO yang pasang back drop juga diskusi tentang rencana penentuan kursi di pesawat serta siapa yang dikalungin bunga jadi pembahasan pertama dengan Tim PT BIJB (Bu poppy, Bu Osa, Bu Winda, Pa Arief, bu Putri, pa Jessy dan banyak lagii) dan mbak Irna & Feby dari EO … juga Bu Agung Kabag BUMD, trus disusul sama Pa Bagja KaBag Invesda, Pa Odi Kasubag PP, Pa Yogi Kasubag Investasi, Pa Heri, Pa Hafid, Bu Ira, Bu Leni, Bu Noni, indra… juga pa Heru dari Dishub… ramee dan banyak personil.

Meskipun candaan terlontar tapi ketegangan semakin terasa, apalagi pas bahas urusan pembagian tugas untuk melayani proses ticketing nanti siang, siapa yang masuk ke Pesawat Batik Air dan siapa yang masuk Ke Pesawat Garuda. Memang list penumpang sudah di finalkan tadi malam karena harus memenuhi aturan yang ditetapkan otoritas bandara dan maskapai penerbangan, tetapi pelaksanaannya semua nol… semua tidak berpengalaman sama sekali.

Jadi…. hayu kita berdoa dulu.

Jangan lupa sempetin telepon ayah dan ibunda serta istri atau suami masing2.. mohon doanya agar Historical Flight ini terlaksana dengan lancar… dan sukses.

Photo : Pesawat RI 1 mendarat di Kertajati disambut prosesi Salute canon Water/FB pak Virda DE.

“Pesawat Kepresidenan sudah mendarat di Bandara Kertajati” Seru Mba Ossa.

“Alhamdulillahirobbil alamin” .… serempak menjawab. Rasa senang tersurat… sekaligus makin tegaang…

***

Menit berlalu semakin terasa begitu cepat, bolak balik dari terminal penumpang ke wisma Soumpil cukup menguras tenaga tapi semua dijalani ikhlas dan ceria.

Ikutan milah tiket batik air di lantai 2, ngebroadcast agar tamu undangan datangnya nggak terlambat serta diskusi seru disaat ada request untuk mengubah seat bisnis bagi tamu VVIP… allaaamaaax, tim PT BIJB pucat, EO terdiam… akupun ikutan.

Tapi…. semua harus dipecahkan. Ayo kita diskusi-kordinasi dan berdoaaaa..

Allahu Akbar… Allaaaaahu Akbar… dst.

Awal adzan dhuhur menghenyakkan kami, “Wadduh waktu sebentar lagi, Tiket garuda belum tuntas trus yang Batik Air juga masih proses, Gimana dong?” Suara Winda dan Poppy barengan.

“Yuk kita jamaahan dulu, nanti bagi tugas untuk ticketing di Terminal penumpang dan disini” suara pa Arief BIJB menenangkan, semua setuju. Bergilir ambil wudhu dan berjamaah di Mushola Wisma Soumpil…

Bismillah.

***

Photo : Para Tamu undangan mengerubuti meja ticketing/ photo by mr.HPshut.

Meja penerimaan sudah siap di Terminal penumpang didepan counter keberangkatan…. langsung para tamu undangan yang semangat sambil tak lupa menunjukan undangan masing-masing. Kolaborasi Tim BIJB-EO-BiroSPIBUMD yang langsung dipimpin Pa Plt Kabiro menjadi petugas pelayanan tiket #salutpakbos.

Photo : Tim Sarek begaya duyuu/dokpri.

Kesibukan dimulai, semua ingin dilayani dan nggak mau ketinggalan terbang… alhamdulillah semua berjalan lancar. Meskipun ada keterlambatan pelayanan dan kekurangan lain… ya harap permaklumannya atuh, baru sekarang ini teh… nembean jadi pelayanan ticketing di bandara.

Photo : Counter Ticketing di Wisma Soumpil sedang persiapan/dokpri.

Begitupun di Wisma Soumpil para tamu undangan VIP dan VVIP berdatangan. Kordinasi via telepon dan WA begitu kencang dan semua mulai merasakan ketegangan yang lebih tinggi.. wow… ded.. deg… deg.

Para tamu VIP dan VVIP diarahkan ke dalam Wisma Soumpil.. nah para ajudan, sekpri, dayang dan pendampingnya yang sibuk dan agak riweuh karena memang tidak persis seperti proses check in di bandara… ini mah spesial sehingga perlu kesabaran dan ketulatenan… sekali lagi… mohon maklum, ini yang pertama… please.. please.

Diriku juga ikutan pontang panting, termasuk jaga portal yang masuk wilayah halaman Wisma Soumpil karena banyak tamu undangan yang ‘maksa masuk’ padahal sebenernya ticketingnya di area terminal keberangkatan penumpang….

Cemunguutz eaaa… sama pa Okat dan Indra, lupakan jabatan sejenak… melebur diri menjadi pelayan yang baik… kemoooon.

Photo : Photo bareng Ibu Bupati Cirebon & Bu Kabag BuMd/Dokpri.

Untungnya diriku, pa Plt Kabiro, para Kabag dan kasubag ama staf di Biro SPIBUMd dikasih baju Koko seragam dengan Tim BIJB sehingga terlihat kompak melayani sebagai ‘petugas BIJB’… layani dengan tulus dan ikhlas ya guys…

SIAppp….

Photo : Begaya dulu yaa… /Dokpri.

Undanganpun mayoritas berbaju koko putih, beriung di meja Ticketing dan mulai tidak tertib… tapi dengan kecekatan ala petugas bandara, Bu Ira dan bu Leni tandem juga dengan bu poppy & tim BIJB melayani dengan cekatan dan sabar, karena mulai muncul keluhan.

Begitupun tamu undangan VIP dan VVIP di Soumpil mulai gerah dan ditambah banyak undangan yang mendatangi counter di Soumpil padahal jelas seharusnya ke terminal Penumpang….

Keringat bercucuran… dag dig dug… derrr.

***

Ketegangan semakin tinggi, pembagian tiket dengan menit waktu terus berlomba menuju saatnya boarding yang semakin dekat…. kami harus segera tuntaskan karena pesawat Batik Air akan terbang duluan.

Diriku dan bu Kabag BUMd harus menyerahkan tugas kepada Tim BIJb khususnya yang Tamu VIP dan VVIP dengan pesawat Garuda… bu Winda & Bu Putri yang masih standbye

Wayahna nya geulis….

kami berlari menuju pesawat dengan sebelumnya menyerahkan tiket ke petugas… boarding cuuuy.

***

Photo : Berpose sebelum naik pesawat/WA indra.

Sebelum naik pesawat, kami berpose bersama kru batik air dengan membawa spanduk ‘Historical Flight’... rasa lelah dan lapar tergantikan bahagia karena sesaat lagi… penerbangan perdana pesawat komersial yang bersejarah akan dimulai.

Tik.. tok.. tik… tik.. tok

Suasana dan situasi di dalam pesawat menjadi cerita indah selanjutnya.

Bersambung ke Historical Flight Kertajati Jilid 2.

Wassalam (AKW).

BIJB Ngajomantara.

*diajar deui nyerat sajak sunda.

Hariring peuting ngaguligah dina rasa
Ngaronghéap teu numbu rupa
Hiji ngimpi hayang jadi nyata
Miboga karya keur kamajuan tanah sunda.

Tanah pasundan nu urang saréréa
Aya bagja ogé waspada
Sagala nyampak pinuh mangpaat
Tapi aya sakolébat nu tacan kebat

Gunem catur teu matak ibur
Macangkrama nangtukeun pola
Ngadu élmu ngumbar jajatén
Ngawangun bandara kudu bisa

Sanés ukur mung cicaheum leuwipanjang
Tapi wangunan wedel nu langkung pirang-pirang
Pikeun patalimarga warga sa dunya
Bari numpak kapal udara

Bandara Husein tos heurin usik
Nusawiru nembé ngarintis
Kukituna…
Para inohong laju ngawangkong
Kotrat kotrét badami neang bongbolong

Dikawitan ku Gupernur Bapak Dani Setiawan
Dugika danget ayeuna, 2 periodé bapa Ahmad Heryawan
Impénan sajorélat deui janten kanyataan
Bandara agreng nu bakal mitembeyan

Kertajati ngajadi bukti
Majaléngka ngaréka mangsa
Ciayumajakuning sajatina ngadalingding
Jawa barat beuki ngaronjat

NKRI mingkin ngajadi
Patalimarga lancar antar nagara
Tanah sunda lain ukur carita
Tapi jadi jugjugan saalam dunya

Munggah haji teu tebih deui
Kantun ngajugjug ka kertajati
Muru mekah madinah di tanah suci
Neang pahala oge rido ti Gusti nu maha suci.

Écagkeun kabutuh séwang-séwangan
Silih suluran silih rojong
Ngamumulé jiwa gotong royong
Supados ngawujud naon nu dipikahoyong

Hayu urang silih rojong
Sareundeuk saigel sabobot sapihanéan
Pikeun ngawujudkeun Bandara kareueus urang saréréa.

Ihtiar ukur saréat
Urang saréréa tangtos tihothat
Tapi takdir dina panàngan Allah nu Maha Kuat
Sumerah diri ka gusti unggal ngarénghap

Hatur nuhun Yaa Allah nu Maha Suci
Mugi ieu pamaksadan tiasa ngajadi Hatur nuhun kasadaya pinisepuh
Ogé para pajabat nu tawisanna masih ampuh

Hatur nuhun anu kasuhun
Hampura bilih aya kecap nu bala
Laku lampah kirang merenah
Ogé panampian nu kirang tumaninah

Pung…. ngapung ngajomantara
Ngabelesat maratan dunya
Ngalayang mapay kahayang
Mawa bagja jeung kareueus urang sunda

Boga bandara internasional kartajati
Nu jadi bukti cinta sajati
Ti Pamarentah keur rahayat ieu nagri
Pemprov Jabar mugi walagri.

‘Pung…
Pung geura ngapung
BIJB ngajomantara..
Pungggg…..’

*Hurip BIJB….* (AKW).

Moal jalir kana jangji
Insyaalloh sinareng ridho Gusti
BIJB ngapung sasih mei*)

*)Tambihan ti Teh Anita.

Ayo Loncat di Bandara Kertajati

Beredar di lokasi Bandara Kertajati BIJB di Majalengka yang udah makin keren, dan kita berjumpshoot & levitasi. Kemoon.

Siang terik menemani raga yang bergerak lincah menjelajah sisi darat (calon) bandara internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Titik pertama yang krusial adalah titik nol akses bandara yang sudah tuntas di bangun, di hotmix siap pakai yang nantinya bakalan nyambung ke jalan provinsi. Sekarang masih proses pembebasan lahannya. Klo cuman photo bareng mah biasa, tapi supaya lebih kerasa. Maksudnya kerasa terengah-engahnya… mari kita loncat, jumpshoot time fren….!!!

Photo : dokpri

Kesempatan pertama, Kang DAJ yang menjajal kemampuan terbangnya dengan gaya gokilnya. Jump….

Dan hasilnya keren, loncat dan ceria.

Photo : dokpri

Trus Mr J nggak mau kalah, segera siaga menunggu hitungan ketiga. Lompatan pertama masih belum memuaskan, loncatan kedua baru terlihat mampu melawan gravitasi dengan gaya ”X’ nya yang selalu diandalkan. Yang keren dan pasti (nggak sengaja) adalah bayangan yang di hasilkan berbentuk bayangan Drone.. iya drone. Aduh jadi kangen DGI Spark dech…. ups.
Trus karena ternyata klo saya yang loncat dan diphotoin orang lain ternyata gagal terus, kalahka cape loncat-loncat tapi hasilnya jelek khan nguras energi dan esmosi… emosi maksudnya.

Jadi…?

Photo : dokpri

Sambil ngetest trek jalan akses bandara BIJB sekaligus udah lama nggak nunggangin roda dua. Mumpung yang lain lagi sibuk liat sitemap, buru-buru jajal si hijau ramping KLX… brumm. Brummm.

Puas puter-puter, rombongan bergerak ke gedung terminal bandara. Otomatis cari spot yang tepat untyk bikin orang lain terbang. Lho kok ngurusin orang lain bukannya gawe?… ih usil, gawe so pasti. Ini mah sisi lain. Opini pribadi, ntar laporan resmi dibuat.

Kapan?.. ya entar 🙂

Ternyata di area Apron bandara yang luaaas pisan dan cuaca cukup terik sehingga menghela nafas dikit aja langsung keringetan, apa lagi klo inget kamu (naon seeh ga puguh-puguh). Dengan background menara pengawas yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui AirNav akhirnya ada juga yang menjajal loncat dan sesaat berpisah dari bumi.

Photo : dokpri

MR AR mencoba meloncat dan ria, meski hasilnya belum maksimal tapi untuk loncatan perdana udah dapet nilai lumayan kata aku mah.

Photo : dokpri

Mr Af yang juga nyoba berjumpshoot dengan gaya andalannya. Berhasil terbang sesaat dengan backgroud Menara pengawas Airnav. Helm putihnya entah kemana.  Rompi mengawal dengan ketat takutnya jatuh, padahal helm berfungsi ya minimal kepala terlindungi. Klo lutut?… ya sakit pastinyah.

Photo : dokpri

Trus Mr DR meloncat dengan ceria dannn.. Mr TT berlevitasi ria, semakin handal bapak pejabat tinggi ini berlevitasi. Soalnya modalnya cukup, wajah cool, kumis rapih plus badan ringan…. cocok khan?.. jadi photonya bisa melayang.

Setelah itu rombongan balik dech ke basecamp tempat pertemuan awal. Menyisakan kebanggaan melihat progres pembangunan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Cengkareng dan Bandara Pertama yang dirintis, dibangun dan tentu nantinya dikelola serta offcourse dimiliki Pemerintah Provinsi yaitu Pemprov Jabar.

Hatur nuhun. (Akw).

Update Bandara Kertajati 2)

Diskusi tentang Alternatif pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati

​Lanjutt gan.

Ini lanjutan tulisan tentang Bandara kertajati 1).

Photo : Dokumen Pribadi

Sumber pembiayaan bagi PT BIJB bersumber dari APBD provinsi berupa penyertaan modal total 808 miliar rupiah dan sindikasi perbankan syariah dengan total komitmen 906 miliar rupiah dan tahap I baru cair 250 miliar rupiah. Sementara untuk mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur sisi darat dan juga menjaga cash flow perusahaan PT BIJB perlu segera dicarikan solusi pembiayaan yang efektif, mudah dan cepat.

Penjelasan Kepala Biro SPIBUMD tentang pembiayaan ini mengerucut kepada beberapa alternatif solusi, yaitu :

Alternatif Pertama adalah usulan penambahan Penyertaan modal sekitar 200 milyar rupiah pada Perubahan-APBD 2017, tetapi ini riskan mengingat proses APBD yang cukup lama serta ketersediaan anggarannya.

Alternatif kedua, akselerasi pencairan pinjaman sindikasi perbabkan syariah sebesar 656 milyar rupiah.

Alternatif ketiga, melalui penawaran RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) yang digawangi oleh PT Dana Reksa selaku manajer investasi.

Alternatif keempat, pembiayaan dari sindikasi perbankan konvensional.
Diluar itu juga pa Kabiro membuka peluang untuk altetnatif pembiayaan lainnya yang dapat menjadi solusi pembiayaan bagi PT BIJB.

Dirut PT BIJB melengkapi informasi yang ada dengan menjelaskan progres pembangunan bandara lebih detail dan terperinci serta  langkah-langkah pembahasan dan strategi-strategi yang sudah/sedang dilakukan berdasarkan kajian dari PT SMI selaku financial consultant PT BIJB yang mengerucut pada RDPT dan optimalisasi sindikasi perbankan syariah.

Rame pokoknya diskusinya, termasuk informasi dari Kementerian perhubungan, PT SMI, PT Angkasapura dan pejabat di lingkungan Menko Perekonomian. Rencana di tahun 2018, Kemenhub merencanakan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga bisa didarati pesawat jumbo seri 777.

Photo : dokumen pribadi

Terkait proses Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pihak Dana Reksa menjelaskan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung di OJK diharapkan dalam 2 minggu ke depan sudah turun ijin yang merupakan langkah pembuka untuk memulai menawarkan RDPT ini kepada calon investor. Yang butuh perjuangan dan kerja keras adalah bagaimana meyakinkan calon investor tentang jaminan investasi pada proyek pembangunan bandara kertajati ini.


Well makin melebar nich bahasan,
tapi juga nambah wawasan pengetahuan.
Kegamangan calon investor ini terkait beberapa hal yang belum tuntas, karena akan berpengaruh kepada ekuitas perusahaan di masa depan diantaranya :

1. Status Bandara Husein Sastranegara

2. KSO Kerjasama operasi PT BIJB dengan PT  Angkasapura II.

3. Inbreng lahan Pemprov Jabar.

4. Kejelasan aksesibilitas ke bandara dari jalan tol dan akses jalan non tol.

Makin siang makin memanas, tetapi kondisi tetap terkendali karena semburan sejuk AC memberi ketenangan. Apalagi sodoran box snack mengalihkan sesaat konsentrasi tentang diskusi ini (konsentrasi sayah maksudnyahh).

Akhirnya bapak Asdep Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur selaku pimpinan rapat menyimpulkan tentang harus ada langkah kongkrit dari semua pihak untuk memecah kebuntuan ini yang tentunya tidak lepas dari permasalahan yang membuat galau para calon investor.

Pertemuan ditutup meskipun belum menyelesaikan masalah tetapi minimal peta permasalahan dan alternatif solusi sudah ada secercah cahaya yang mungkin terang berpijar dan menyelesaikan semuanya. Sekaligus juga warming up untuk rapat sore hari yang akan dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan dihadiri bapak Wagub Jabar, Deddy Mizwar.
Pertemuan ditutup seiring dengan pembagian kotak makan siang karena waktu di jam dinding yang menempel setia di ruang rapat sudah melewati pukul 13.15 wib. Kotak diterima dengan sukacita karena cocok dengan keinginan stomach yang sudah kukurubukan alias berteriak alami karena sudah lapar. 

Tetapi tangan tidak jadi memulai makan siang karena ternyata kotak makan ini hanya berlaku untuk pagi dan petang, bukan untuk siang. Nggak percaya?… nich lihat bungkusnyaah.

Photo : dokumen pribadi
Percaya khan?… akhirnya rombongan bergerak keluar area lapangan banteng dan makan siang Soto Pak Sadi di jalan Ir  H. Juanda, di traktir pak Kadis Perhubungan Jabar, “Hatur Nuhun pak Kadis.”

Photo : dokumen pribadi



Wassalam. (Akw)

Bandara Kertajati 1)

Update info progres pembangunan bandara kertajati per juli 2017 dlm Rakor di Kemenko Perekonomian.

Gambar : paparan PT BIJB di crop.

Nah sekarang share cerita dinas dulu dech, agak serius yach. Tapi penting kok. Nggak percaya?… baca aja sendiri.

Cerita sekarang adalah urusan rapat Koordinasi tentang rencana pembiayaan dan skema operasional Bandara Internasional Jawa Barat atau disebut Bandara Kertajati yang merupakan Proyek Strategis Nasional berdasarkan Perpres Nomor 58 tahun 2017, penyempurnaan dari Perpres 3 Tahun 2016.

Hari ini, tanggal 1 Agustus 2017 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Perekonomian bertempat di Gedung Ali Wardana, komplek Lapangan Banteng Jakarta mengundang seluruh stakeholder  untuk urun rembug duduk bersama menyelesaikan berbagai permasalahan yang menjadi kendala di lapangan. 

Sumber : dokumentasi pribadi

Kehadiran kami di lantai 3 gedung Ali Wardana disambut suasana taman yang asri dan menyejukkan. Tetapi tidak bisa berlama-lama karena rapat segera dimulai. Bapak Asisten Deputi  Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur memimpin jajannya pertemuan. Sebagai pendahuluan maka Kadis Perhubungan Jawa barat  menjelaskan secara detail tentang progres BIJB ini.

PT BIJB adalah Badan Usaha Milik Daerah Pemprov Jabar yang ditugaskan untuk membangun dan mengkoordinasikan berdirinya Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Berdasarkan penlok dari Gubernur jabar maka 1800 Hektar telah terhampar dan 957 hektarnya sudah dibebaskan alias dibeli lahannya oleh pemprov jabar dengan total anggaran sebesar 852 miliar rupiah yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa barat Tahun Anggaran 2009 sampai dengan 2016 lalu. Tahun anggaran 2017 di Perubahan-APBD dialokasikan 140 miliar rupiah dan usulan untuk APBD 2018 sebesar 70 miliar rupiah untuk biaya pembebasan lahan lanjutan.

Sumber : dokumentasi pribadi

Kadishub Jabar dengan gagah dan lugas menjelaskan juga tentang progres pembangunan konstruksi di sisi darat per juli 2017 yang meliputi pekerjaan infrastruktur bandara (84,9%), pekerjaan terminal utama bandara (33,2%) dan pekerjaan bangunan operasional (75,4%) dengan total pembangunan fasilitas sisi darat mencapai 49,8%. 

Sementara untuk sisi udara yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat yakni Kemenhub dan BUMN dengan total anggaran kurun waktu 2013 s/d 2017 sebesar 854 miliar rupiah mencakup runway 81%, Apron 58% dan Taxiway 67%.

Belum puas dengan persen-persenan, maka lanjut lagi penjelasan tentang progres pembangunan yang meliputi Fasilitas navigasi penerbangan (Tower) 67%, fasilitas bahan bakar (hidran pit) 97%, fasilitas meteorologi (gedung) 81%, fasilitas air 90% dan listrik 75%.

Panas sudah otak ini mendengarkan paparan yang berkelindan angka persentase. Serasa belajar hitung-hitungan baheula di bangku sekolah dasar pas dapet guru killer

Balik ke topik awal, yang pasti bandara Kertajati ditargetkan bisa soft launching pada triwulan I tahun depan, 2018. Otomatis semua pelaksanaan pembangunan fasilitas bandara harus terintegrasi dalam satu tujuan bersama meskipun kebijakan, sumber dana juga kajian keilmuannya berbeda-beda.
Pada sesi pembahasan tentang skema pembiayaan untuk dana pembangunan saat ini, giliran pa Kabiro SPIBUMD yang mengupas tuntas tentang struktur pembiayaan dan rencana tindak pembiayaan selanjutna. Serta uang cash yang diperlukan untuk mengamankan cash flow dari PT BIJB ini.

Tapi sabar yach… sementara sampe sini dulu. 

To be continue…… (Akw)

RDPT, Reksa Dana vs Dana Reksa

Sambil ngisi waktu di kereta, ternyata beda antara dana reksa dengan reksadana. Beda bingit…

Photo : Dokumen pribadi

Nyubuh (berangkat shubuh) lagi ke Jakarta menjadi rutinitas mingguan, dan Argo Parahyangan menjadi pilihan utama karena bebas macet plus ada kepastian waktunya. Bukan hanya gebetan (buat yang singel) ataupun istri tercinta yang butuh kepastian, tapi kita semua butuh kepastian hehehe. Meskipun kita harus yakin bahwa satu hal yang sudah pasti yaitu datangnya kematian, yang belum tahu itu… ya waktunya masing-masing. Yang pasti saya ikhlas klo orang lain duluan.

Photo : Dokumen pribadi

Stasiun Cimahi menjadi saksi hadirnya diri diawali shalat shubuh di mushola yang asri, naik kereta sangat dinikmati, kumaha deui tibatan naik mobil macetozz. Mencoba terlelap tapi urung mata terkatup, akhirnya jemari menari lagi menjalin hurup memintal kata sambil menerawang tentang agenda rapat hari ini. 

Photo : Dokumen pribadi

Disaat Argo Parahyangan berhenti sejenak di Stasiun Purwakarta, tak bosan untuk mencari posisi mengabadikan kumpulan gerbong bekas yang bertumpuk di sisi kanan jalur kereta, eksotik.

Melihat undangan rapat hari ini yakni Rapat koordinasi tentang progres pembiayaan dan skema kerjasama operasional bandara Kertajati adalah hal menarik karena merupakan kali pertama sebuah bandara diinisiasi dan dibangun oleh pemerintah provinsi melalui BUMDnya yaitu PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Meskipun tentu tidak seluruh pembangunan sarana prasarana, karena kewenangan pemerintah provinsi hanya sisi darat saja sementara pembangunan sisi udara adalah kewenangan pemerintah pusat, tetapi tetap ini suatu kebanggaan bagi jawa barat.

Menyikapi rencana pembiayaan bagi PT BIJB yang sudah jelas adalah penyertaan modal dari APBD Provinsi Jawa Barat yang mencapai 700an Miliar ditambah dari obligasi daerah (yang akhirnya nggak jadi), terus bulan lalu mendapat pinjaman dari Sindikasi perbankan Syariah dengan komitmen 906 Miliar dan telah cair tahap I sebesar 250 M serta sekarang sedang berproses tentang RDPT.

Nah RDPT itu apa?…

Klo kepanjangannya adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas, klo pengertian resmi menurut Peraturan OJK Nomor 37/POJK.04/2014 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak  Investasi Kolektif Penyertaan  Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada Portofolio Efek yang berbasis kegiatan Sektor Riil. 

Wadduh euy jadi serius ginih, klo pengertian Kegiatan sektor riil itu apa? (Harap maklum bukan ekonom 🙂 )

Pasal 1.2 POJK ini ngejelasin yaitu kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan produksi barang, penyediaan jasa di sektor riil termaduk tetapi tidak terbatas dalam rangka produksi barang dan/atau modal kerja dari kegiatan tersebut. 

Photo : Dokumen pribadi

Agak puyeng juga memahaminya, maklum baca sambil goyang-goyang ngikutin liukan Argo parahyangan yang begitu lincah menyusuri perbukitan purwakarta, trus keburu keder juga pas liat POJK 37/2014 ini yang lumayan tebel, 13 BAB 66 Pasal.

Belum lagi pas inget selain Reksa Dana ada juga Dana Reksa, apa bedanya?… paling juga pengertiannya sama tapi bolak balik nulisnya.

Penasaran mendera, googling dech.. ehh ternyata beda. Klo Reksa Dana itu adalah produk investasi yang mewadahi dana dari pemodal/investor yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer investasi. Nah klo Dana Reksa Persero itu adalah salah satu nama  perusahaan BUMN yang memiliki anak perusahaan yaitu DIM (Danareksa Investment Management) yang merupakan perusahaan manajemen investasi di indonesia.
Jadi beda bingit, singkatnya Reksadana itu Produk Investasi dan Dana Reksa itu nama Perusahaan Manajer Investasi yang lengkapnya bernama  PT Danareksa Investment Management. Perusahaan sejenis diantaranya adalah PT Succorinvest Asset Management, PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Trimegah Asset Management serta banyak lagi.

Ah udah ah, entar nambah puyeng. Tapi kata orang tua, mending puyeng tapi nambah wawasan dari pada santai tapi kurung batok (nggak gaul)…. akhirnya setelah 3 jam berlalu, Argo Parahyangan berhenti di stasiun Gambir, Jakarta mengantarkan kami untuk beredar di ibukota negara merapatkan sebuah cita-cita besar mewujudkan bandara internasional di Jawa Barat. (Akw)