Dinas Luar Injury Time

Tugas dinas di penghujung hari kerja sebelum libur panjang itu adalah sebuah tantangan sekaligus perjuangan.

Advertisements

Photo : Pesawat menunggu penumpang, senja hari di Bandara Husein S/dokpri.

“AllahuAkbar… AllaaahuAkbar!..” Kumandan adzan magrib dari smartphone menggema…. seiring dengan pengumuman dari crew kabin pesawat Citilink jenis Airbus 320 – 200 dengan nomor penerbangan QG 825, “Para penumpang yang terhormat telah tiba saatnya berbuka puasa, selamat berbuka puasa.”

Serentak para penumpang membuka bekal masing-masing untuk menyegerakan berbuka puasa. Ada yang minum air mineral, teh botol dalam kotak atau teh botol dalam kotak, sebutir kurma juga yang nggak bekel cemilan… ngumpet di belakang karena berbuka dengan yang maniiiz… ahiiiw.

Sebuah pengalaman baru di bulan ramadhan ini untuk berbuka puasa di pesawat. Kebetulan pesawatnya masih terdiam di Apron bandara Husein Sastranegara menunggu antrian untuk take off menuju ke Bandara Internasional Juanda di Sidoarjo Jawa Timur.

You Pegawai negeri ya? Emang udah mulai mudik?.. khan liburannya mulai senen?” Bapak gemuk yang duduk di samping kiri, baru aja kenalan barusan udah memberondong pertanyaan.

Photo : Para pemudik di Ruang tunggu Bandara Husein /dokpri.

Itu yang menggelitik hati menggerayangi lidah untuk segera menjawab, maklum pakaian dinas masih melekat plus name tag dan pangkat serta barang-barang yang dibawa terlihat ‘angkaribung‘ (banyak tas yang dibawa).

“Bapak mau tau atau mau tau banget?”

Bapak gendut tersenyum, “Pengen tau bangeeet” sambil wajahnya berubah manja. Ahaaay.
Hueeek!!, jadi sebeeel. Tapi ditahan kok, nggak boleh bersikap tidak sopan dihadapan orang tua, takut kualat.

Kami ini dalam rangka program KERAMUD pa”

“Apa itu keramud?”

“Itu program khusus pa, program kerja disaat hari terakhir kerja sebelum libur panjang Idul fitri sehingga bergabung dengan para pemudik seperti bapak, jadi rasanya kayak mudik lho. Nah istilah programnya yaitu Kerja Rasa Mudik disingkat KERAMUD hehehehe”

Bapak gendut itu terdiam mendengar penjelasanku, lalu terkekeh, “Ah bisa aja kaww….”

“Hahaha…..”

Akhirnya kami tertawa bersama, berbincang akrab sambil menikmati menu berbuka puasa versi Citilink….
yang terbang menyusuri langit malam di ketinggian 33.000 kaki… hingga akhirnya landing yang nyaman di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Alhamdulillahirobbil Alamin.

Photo : Samwan lagi pesan Takol via aplikasi/dokpri.

Penasaran dengan perjalanan KERAMUD kami?… tunggu postingan selanjutnya guys. Wassalam (AKW).

Historical Flight Kertajati Bab 2

Lanjutan goresan pena momen bersejarah Penerbangan Pertama Pesawat Komersial dari Bandung ke Kertajati.

Historical Flight Kertajati 2

Berlanjuut yaaaa….. inilah lanjutan dari Historical Flight Kertajati.

Memasuki tangga pesawat Batik Air terasa rasa bangga semakin membahana… meskipun masih terselip khawatir… diijinin terbang nggak sama orban?. Bukan irban ya… klo irban tuh inspektur pembantu (pejabat di inspektorat yang punya fungsi pengawasan)… ini mah orban yaitu otoritas bandara. Yaitu Unit pelaksana teknis dibawah Dirjen Perhubungan Udara (DPU) Kemenhub yang punya gawe pengaturan, pengendalian dan pengawasan kegiatan di bandar udara.

Jangan dipikirin… ah… Bismillah wae.

Photo : Para Kuwu dan sekdes/Fb pak Virda DE

Memasuki pesawat Batik Air jenis Airbus A 320 dengan ID 8170 disambut senyum ramah para pramugari yang berbaju brukat putih dan bawahannya kain corak merah khas Lion Air Grup serta berkerudung merah. Kami duduk sesuai tiket yang sudah dipegang masing-masing.

Semua penumpang tertib memasuki pesawat dan sebelumnya mengabadikan diri di depan pesawat sambil megang spanduk ‘Historical Flight’ yang tersedia… wajah sumringah tak bisa disembunyikan.. semua tersenyum ceria… bahagia dan bangga.

Para rombongan Kuwu, Sekdes dan Pak Camat Kertajati memasuki pesawat yang akan terbang pertama kali dan mendarat di wilayahnya… di Kertajati. Pesawat dengan kapasitas 150 orang hampir sepenuhnya sest terisi.

Memandang ke luar dari jendela pesawat terlihat para tamu undangan VVIP dan VIP termasuk para kepala OPD bergegas menuju tangga pesawat Garuda… bersiap terbang bersama.

***

Photo : Bersama pa Risad Bu Jatti, para Kabag terdahulu/dokpri.

Terlihat sebuah helikopter terbang mendekati landasan Bandara Husein Sastranegara… diyakini itu adalah pak Gubernur Ahmad Heryawan yang terbang dari Kertajati.

Lho kok?… ya iya atuh. Khan tadi pagi pak Aher udah standby di Kertajati untuk menyambut pak Presiden beserta rombongan, trus sekarang terbang ke Bandung untuk bareng-bareng terbang lagi dengan pesawat Garuda yang akan menjadi Historical Flight bagi Pesawat Komersial yang terbang dari Bandung ke Kertajati.

Ting… tong…. pengeras suara di pesawat mulai bersuara, “Para tamu undangan yang terhormat. Selamat datang di Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 1870 pesawat Airbus A320 yang akan terbang dari Bandara Husein Sastranegara menuju Bandara internasional Jawa Barat di Kertajati……..”

Belum tuntas pengumuman yang disampaikan oleh pramugari…

Prok.. prok.. prooook.. prokk

Tepuk tangan seluruh penumpang membahana… terharu… bangga dan syukur bercampur aduk… Alhamdulilllah… terasa merinding merasakan kebanggaan ini.

Terima kasih Ya Allah
Terima Kasih Pak Aher
dan Terima Kasih bapak Jokowi.

Hati masih tergetar mendengar pengumuman, “Para tamu yang terhormat…….” karena biasanya pengumuman di pesawat adalah, “Para penumpang yang terhormat..”

Pesawat Batik Air mulai bergerak dan snack serta air mineral mulai dibagikan oleh para pramugari…. mata para penumpang… berkaca-kaca… bahagia.

***

Photo : Biro SPIBUMd & Setda plus/dokpri.

Penerbangan memakan waktu 25 menit. Disaat pengumuman dari pilot bahwa pesawat siap mendarat di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati… kembali hati tergetar… sebentar lagi… sebentar lagii….

Jesss…… roda pesawat menapak lembut di runway Kertajati.. landing ya g sempurna dan tentunya leluasa dengan panjang ranway 2500 meter serta lebar 60 meter… nikmat pisan eta pendaratan… hipuu.

Prok.. prok.. prok.
Alhamdulillahirobbil alamin..

Kembali tepuk tangan meriah dari seluruh tamu undangan yang menjadi penumpang istimewa di pesawat Batik Air…. merasakan sensasi penerbangan bersejarah dan pendaratan bersejarah pesawat komersial dari Bandung… ah terharu.

***

Pesawat berbelok melewati taxiway dan perlahan tapi pasti mendekati apron… setelah parkir tepat di tempatnya. Giliran garbarata mendekati pintu depan… plek… nempel… dan para tamu undangan diperkenankan memasuki terminal penumpang melewati garbarata berkarpet merah…… kereeen.

***

Selanjutnya kami bergabung dengan para pegawai dan pimpinan PT BIJB dengan seragam Koko yang sama untuk bersiap menyambut kedatangan pesawat Garuda yang membawa bapak Gubernur Jawa Barat beserta ibu dan seluruh tamu undangan VVIP & VIP… tatapan ceria, kekaguman dan optimis terpancar dari wajah-wajah hadirin. Karena banyak yang baru menginjakkan kaki di terminal bandara yang begitu megah dan mewah wah… wah.

Photo : Menyambut Bos Kita bp Arifin Plt KabiroSPiBuMd/dokpri.

“Reueus nya, urang gaduh bandara” (Bangga sekali ya, kita punya bandara), celoteh seorang bapak kepada rekannya sambil terus mengamati semua sudut bandara…

Photo : Bersama bu Mpop Kabag/dokpri.

Diriku tersenyum dan sangat setuju dengan pendapat itu… aslinya banggaa bingiit.

***

Photo : Menyambut bapak Gubernur Aher kebanggaan kami/dokpri.

Pa Aher tiba bersama rombongan, dikalungi karangan bunga dan diberondong wartawan. Lalu bergerak memasuki lorong bandara dan disambut oleh para petugas termasuk kami ‘petugas dadakan’ dan meneriakkan kata-kata penyambutan, “Selamat Datang di Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Wilujeng Sumpingggg!!!”

Pa Aher dan ibu Netty tersenyum juga rombongan di belakangnya… beliaupun berkenan menyalami kami dan berbincang sesaat… Kami bangga dengan Bapak.

***

Photo : Aa Gym lagi Tausiah/dokpri.

Photo : Pa Aher lagi sambutan/dokpri.

Semua memasuki area bandara di lantai dua… wajah-wajah kagum dan senang terlihat memancar… lalu rombongan menaiki eskalator menuju lantai 3 disambut marawis dan shalawat…. terlihat jajaran kursi putih dan meja-meja bundar serta terlihat sebuah panggung besar dengan backdrop ‘Tasyakuran Historical Flight Bandara Kertajati’ bernuansa latar biru yang menenangkan….

Sekali lagi alhamdulillah… ketegangan di masa persiapan terbayarkan dengan pendaratan sempurna di Kertajati… saatnya menikmati suasana. Biarkan protokoler dan EO yang mengatur acara selanjutnya. Diriku mencari tempat duduk dan berbaur dengam para tamu undanganmengikuti tahapan-tahapan acara. Sambutan Dirut PT BIJB, Pa Gubernur ditutup dengan Tausiah singkat Aa Gym tentang 5 ciri bersyukur hingga tiba saatnya waktu berbuka puasa…

Photo : Tawa bahagia bapak Slamet/Dokpri.

Setelah adzan tiba, masih dilanjut sedikit tausiah Aa Gym dan jeng jreeng…. saatnya ngabatalan berbuka puasa.

Photo : para tamu undangan mirip jemaah umroh/dokpri.

Para tamu undangan yang sebelum naik pesawat di bandara husein sudah dibekali merchandise, segera diambil kotak berisi snack berat dan air mineral untuk berbuka puasa. Para tamu undangan VVIP dan VIP diarahkan ke jajaran hidangan dan duduk di meja-meja bundar dan undangan lainnya mendapatkan tumpeng mini yang menjadi menu buka puasa yang bersejarah ini.

Photo : Botram di lantai bandara/dokpri

***

Photo : Berpose setelah check in di Kertajati/dokpri.

Shalat magrib di mushola yang nyaman tuntas dilakukan, check in di counter BIJB berjalan lancar. Sambil menunggu panggilan boarding, berkeliling menikmati suasa di lantai 3 bandara kebanggaan rakyat Jawa Barat ini. Mengabadikan beberapa patung hasil seniman kahot Bapak Nyoman Nuarta, seakan memasuki galery seni yang penuh nilai hakiki… terasa keunikan dan keunggulan bandara ini.

Photo : Galery I nyoman Nuarta/dokpri.

Tapi tidak sempat berkeliling ke tempat lainnya karena panggilan boarding terdengar membahana. Masuk ke pesawat via Garbarata dan kembali duduk di kursi 4E Batik Air.

***
Akhirnya.. setelah 25 menit di angkasa. Batik Air mendarat di Bandara Husein dengan sedikit guncangan disaat roda pesawat menyentuh runway.

Alhamdulillahirobbil alamin. Tuntas sudah mengikuti rangkaian prosesi penerbangan bersejarah ke Bandara Kertajati.

Segera bergerak pulang ke rumah untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta. Wassalam (AKW).

Batik Air Ke Kertajati PP

Sebuah puisi Penerbangan Komersial Perdana dari Husein Ke Kertajati

Sore yang cerah di bandara husein
Batik air bersiap para tamu di absen
Undangan yang hadir 100 persen
Pejabat, ulama, kepala daerah juga beberapa dosen.

Semua duduk di kursi yang tersedia
Termasuk para kuwu dan camat dari majalengka
Pimpinan OPD dan Direksi bersua
Dalam rangka sebuah penerbangan perdana

Batik Air ID 8170 Airbus 320
Bikin semua tamu bertepuk tangan gemuruh
Suasana haru sangat berpengaruh
Gema syukur kalahkan riuh dan gaduh

Menjadi pesawat komersial pertama
Yg berangkat dari Bandung mendarat di Bandara Kebanggaan kita
Bandara Kertajati di Majalengka
Provinsi Jawa Barat Berjaya.

Perjalanan bersejarah ditorehkan
25 menit diangkasa menyenangkan
Pendaratan mulus penuh ketenangan
Tamu undangan kembali bersorak kegirangan.

Semua atas jin Allah Yang Maha Kuasa
Merangkai ihtiar dengan semangat baja
Berpegang tangan kerja bersama
BiJB – Pemprov & Pihak lainnya

Bahu membahu bekerja keras
Untuk wujudkan bejibun tugas
Ngurusin tiket bekerja cerdas
Akhirnya tugas perdana tuntas.

Alhamdulillahrobbil alamin. 250518 (AKW).

BIJB Ngajomantara.

*diajar deui nyerat sajak sunda.

Hariring peuting ngaguligah dina rasa
Ngaronghéap teu numbu rupa
Hiji ngimpi hayang jadi nyata
Miboga karya keur kamajuan tanah sunda.

Tanah pasundan nu urang saréréa
Aya bagja ogé waspada
Sagala nyampak pinuh mangpaat
Tapi aya sakolébat nu tacan kebat

Gunem catur teu matak ibur
Macangkrama nangtukeun pola
Ngadu élmu ngumbar jajatén
Ngawangun bandara kudu bisa

Sanés ukur mung cicaheum leuwipanjang
Tapi wangunan wedel nu langkung pirang-pirang
Pikeun patalimarga warga sa dunya
Bari numpak kapal udara

Bandara Husein tos heurin usik
Nusawiru nembé ngarintis
Kukituna…
Para inohong laju ngawangkong
Kotrat kotrét badami neang bongbolong

Dikawitan ku Gupernur Bapak Dani Setiawan
Dugika danget ayeuna, 2 periodé bapa Ahmad Heryawan
Impénan sajorélat deui janten kanyataan
Bandara agreng nu bakal mitembeyan

Kertajati ngajadi bukti
Majaléngka ngaréka mangsa
Ciayumajakuning sajatina ngadalingding
Jawa barat beuki ngaronjat

NKRI mingkin ngajadi
Patalimarga lancar antar nagara
Tanah sunda lain ukur carita
Tapi jadi jugjugan saalam dunya

Munggah haji teu tebih deui
Kantun ngajugjug ka kertajati
Muru mekah madinah di tanah suci
Neang pahala oge rido ti Gusti nu maha suci.

Écagkeun kabutuh séwang-séwangan
Silih suluran silih rojong
Ngamumulé jiwa gotong royong
Supados ngawujud naon nu dipikahoyong

Hayu urang silih rojong
Sareundeuk saigel sabobot sapihanéan
Pikeun ngawujudkeun Bandara kareueus urang saréréa.

Ihtiar ukur saréat
Urang saréréa tangtos tihothat
Tapi takdir dina panàngan Allah nu Maha Kuat
Sumerah diri ka gusti unggal ngarénghap

Hatur nuhun Yaa Allah nu Maha Suci
Mugi ieu pamaksadan tiasa ngajadi Hatur nuhun kasadaya pinisepuh
Ogé para pajabat nu tawisanna masih ampuh

Hatur nuhun anu kasuhun
Hampura bilih aya kecap nu bala
Laku lampah kirang merenah
Ogé panampian nu kirang tumaninah

Pung…. ngapung ngajomantara
Ngabelesat maratan dunya
Ngalayang mapay kahayang
Mawa bagja jeung kareueus urang sunda

Boga bandara internasional kartajati
Nu jadi bukti cinta sajati
Ti Pamarentah keur rahayat ieu nagri
Pemprov Jabar mugi walagri.

‘Pung…
Pung geura ngapung
BIJB ngajomantara..
Pungggg…..’

*Hurip BIJB….* (AKW).

Moal jalir kana jangji
Insyaalloh sinareng ridho Gusti
BIJB ngapung sasih mei*)

*)Tambihan ti Teh Anita.

Delay & Teh Tawar Dingin.

Delay itu sesuatu bro!!, bikin nyesek sama sedih.

“Berhubung alasan operasional, Pesawat Lion Air dengan Nomor penerbangan JT 953 jurusan Bandung, akan diberangkatkan pukul 19.50 waktu setempat. Atas keterlambatan ini kami mohon maaf.”

Suara merdu sang petugas terasa mengeruhkan hati, memaksa menekukkan wajah menambah keluh dan desah nafas tertahan dari para penumpang yang berharap cemas dari tadi.

“Euh delay euy” gerutu bapak tambun yang duduk membelakangi dengan logat sundanya. Terasa menjadi suara aspirasi yang sama tetapi sudah dikumandangkan orang lain lebih dulu. “Ternyata nggak sendirian yang bete karena pengumuman delay ini.”

Pengumuman delay terus beruntun. Diawali dari maskapai Lion Air, Air Asia, Wings Air hingga Citilink serta Garuda Airways… “Wah gaswat nich, jangan-jangan cuaca yang nggak ngedukung”

Rasa penasaran menggerakkan langkah menuju sisi bandara yang bisa melihat lebih dekat ke landasan pacu. Ternyata hujan sangat lebat, mungkin ini yang jadi penyebabnya. Dengan langkah gontai, kembali ke kursi yang setia menemani di ruang tunggu. Kursi yang tak bergeming meski hilir mudik manusia berpindah tempat, ia tetap mematri diri dengn lantai marmer di ruang tunggu Bandara Lombok International Airport (LIA).

Delay menjadi momok (arti dalam bahasa jawa yaa…) bagi para penumpang pesawat udara. Karena berarti waktu yang terbuang dan kesempatan yang sudah digadang-gadang bisa berubah seketika. Menjadi rentetan delay atau keterlambatan lainnya. Klo buat penumpang direct flight ya tinggal sabar menanti untuk diberangkatkan, tapi buat penumpang transit dan melanjutkan dengan penerbangan lain bukan penerbangan lanjutan bisa berabe, bisa ditinggal take off oleh pesawat lanjutannya.

Ah udah ah dari pada termangu malah melamun dan kerap menggerutu atau mencerca maskapai penerbangan, lebih baik waktu yang tersisa digunakan untuk hal-hal yang berguna. Segera menuju mushola, berwudhu lalu jama qashar magrib-isya sebagai bagian dari kewajiban sekaligus berserah diri atas semua keadaan ini.

Nah pas beres sholat, kok kepengen minuman dingin, tapi tanpa gula dan turunannya.

“Tapi air mineral dingin udah bosen, minum apa ya?”…

Bergerak menuju lemari pendingin di salah satu toko di ruang tunggu bandara ini. Berbagai merk minuman teh bergula menyambut dengan suka cita. Berjajar Freastea, Frutty, Teh Sosro, Teh melati, Green tea hingga Thai tea… uh yummy.

Tak kehabisan akal, segera tanya ke pelayan, “Mbak ada Teh dingin tanpa gula?”

“Ada pak, ini ada 2 dari Teh sosro. Ada yang less sugar dan rasa yang tawar”

Hati agak sanksi dengan yang less sugar, yakin ada gulanya meskipun seemprit. Nah yang ‘Teh Tawar’ ini baru denger. Iya beneran ada. Tapi sebelum dibayar ada tulisan ‘Tawar‘, ya udah ditawarlah harganya.

Eh si mbaknya nya marah. Cemberut. Akyu yang bingung, karena khan sesuai dengan tulisan di botolnya untuk di-tawar dulu.

Nggak percaya?… nich gambarnya.

Tapi dari pada nggak jadi minum teh tawar yang sudah diidamkan sejak tadi, perseteruan tawar menawar tak dilanjutkan. Segera membayar sesuai dengan harga yang disebutkan.

Apalagi terdengar suara sendu eneng petugas, “Perhatian-perhatian, para penumpang pesawat udara JT 953 jurusan Bandung, dipersilahkan memasuki pesawat udara melalui pintu 2!!!”

“Alhamdulillahirobbil alamin”

Segera berlari menuju petugas yang berjaga di pintu terakhir sebelum menuju pesawat. Perlihatkan katepe dan tiket sambil mulut notor teh tawar dingin ini… enakkk. Wassalam.

Bismillahi Mazreeha Walmursaha Innarrobbi Laa Gofurrurrohim. (Akw).

Ayo Loncat di Bandara Kertajati

Beredar di lokasi Bandara Kertajati BIJB di Majalengka yang udah makin keren, dan kita berjumpshoot & levitasi. Kemoon.

Siang terik menemani raga yang bergerak lincah menjelajah sisi darat (calon) bandara internasional Jawa Barat di Kertajati Kabupaten Majalengka. Titik pertama yang krusial adalah titik nol akses bandara yang sudah tuntas di bangun, di hotmix siap pakai yang nantinya bakalan nyambung ke jalan provinsi. Sekarang masih proses pembebasan lahannya. Klo cuman photo bareng mah biasa, tapi supaya lebih kerasa. Maksudnya kerasa terengah-engahnya… mari kita loncat, jumpshoot time fren….!!!

Photo : dokpri

Kesempatan pertama, Kang DAJ yang menjajal kemampuan terbangnya dengan gaya gokilnya. Jump….

Dan hasilnya keren, loncat dan ceria.

Photo : dokpri

Trus Mr J nggak mau kalah, segera siaga menunggu hitungan ketiga. Lompatan pertama masih belum memuaskan, loncatan kedua baru terlihat mampu melawan gravitasi dengan gaya ”X’ nya yang selalu diandalkan. Yang keren dan pasti (nggak sengaja) adalah bayangan yang di hasilkan berbentuk bayangan Drone.. iya drone. Aduh jadi kangen DGI Spark dech…. ups.
Trus karena ternyata klo saya yang loncat dan diphotoin orang lain ternyata gagal terus, kalahka cape loncat-loncat tapi hasilnya jelek khan nguras energi dan esmosi… emosi maksudnya.

Jadi…?

Photo : dokpri

Sambil ngetest trek jalan akses bandara BIJB sekaligus udah lama nggak nunggangin roda dua. Mumpung yang lain lagi sibuk liat sitemap, buru-buru jajal si hijau ramping KLX… brumm. Brummm.

Puas puter-puter, rombongan bergerak ke gedung terminal bandara. Otomatis cari spot yang tepat untyk bikin orang lain terbang. Lho kok ngurusin orang lain bukannya gawe?… ih usil, gawe so pasti. Ini mah sisi lain. Opini pribadi, ntar laporan resmi dibuat.

Kapan?.. ya entar 🙂

Ternyata di area Apron bandara yang luaaas pisan dan cuaca cukup terik sehingga menghela nafas dikit aja langsung keringetan, apa lagi klo inget kamu (naon seeh ga puguh-puguh). Dengan background menara pengawas yang dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui AirNav akhirnya ada juga yang menjajal loncat dan sesaat berpisah dari bumi.

Photo : dokpri

MR AR mencoba meloncat dan ria, meski hasilnya belum maksimal tapi untuk loncatan perdana udah dapet nilai lumayan kata aku mah.

Photo : dokpri

Mr Af yang juga nyoba berjumpshoot dengan gaya andalannya. Berhasil terbang sesaat dengan backgroud Menara pengawas Airnav. Helm putihnya entah kemana.  Rompi mengawal dengan ketat takutnya jatuh, padahal helm berfungsi ya minimal kepala terlindungi. Klo lutut?… ya sakit pastinyah.

Photo : dokpri

Trus Mr DR meloncat dengan ceria dannn.. Mr TT berlevitasi ria, semakin handal bapak pejabat tinggi ini berlevitasi. Soalnya modalnya cukup, wajah cool, kumis rapih plus badan ringan…. cocok khan?.. jadi photonya bisa melayang.

Setelah itu rombongan balik dech ke basecamp tempat pertemuan awal. Menyisakan kebanggaan melihat progres pembangunan bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Cengkareng dan Bandara Pertama yang dirintis, dibangun dan tentu nantinya dikelola serta offcourse dimiliki Pemerintah Provinsi yaitu Pemprov Jabar.

Hatur nuhun. (Akw).

Update Bandara Kertajati 2)

Diskusi tentang Alternatif pembiayaan pembangunan Bandara Kertajati

​Lanjutt gan.

Ini lanjutan tulisan tentang Bandara kertajati 1).

Photo : Dokumen Pribadi

Sumber pembiayaan bagi PT BIJB bersumber dari APBD provinsi berupa penyertaan modal total 808 miliar rupiah dan sindikasi perbankan syariah dengan total komitmen 906 miliar rupiah dan tahap I baru cair 250 miliar rupiah. Sementara untuk mengejar target penyelesaian pembangunan infrastruktur sisi darat dan juga menjaga cash flow perusahaan PT BIJB perlu segera dicarikan solusi pembiayaan yang efektif, mudah dan cepat.

Penjelasan Kepala Biro SPIBUMD tentang pembiayaan ini mengerucut kepada beberapa alternatif solusi, yaitu :

Alternatif Pertama adalah usulan penambahan Penyertaan modal sekitar 200 milyar rupiah pada Perubahan-APBD 2017, tetapi ini riskan mengingat proses APBD yang cukup lama serta ketersediaan anggarannya.

Alternatif kedua, akselerasi pencairan pinjaman sindikasi perbabkan syariah sebesar 656 milyar rupiah.

Alternatif ketiga, melalui penawaran RDPT (Reksa Dana Penyertaan Terbatas) yang digawangi oleh PT Dana Reksa selaku manajer investasi.

Alternatif keempat, pembiayaan dari sindikasi perbankan konvensional.
Diluar itu juga pa Kabiro membuka peluang untuk altetnatif pembiayaan lainnya yang dapat menjadi solusi pembiayaan bagi PT BIJB.

Dirut PT BIJB melengkapi informasi yang ada dengan menjelaskan progres pembangunan bandara lebih detail dan terperinci serta  langkah-langkah pembahasan dan strategi-strategi yang sudah/sedang dilakukan berdasarkan kajian dari PT SMI selaku financial consultant PT BIJB yang mengerucut pada RDPT dan optimalisasi sindikasi perbankan syariah.

Rame pokoknya diskusinya, termasuk informasi dari Kementerian perhubungan, PT SMI, PT Angkasapura dan pejabat di lingkungan Menko Perekonomian. Rencana di tahun 2018, Kemenhub merencanakan memperpanjang runway menjadi 3000 meter sehingga bisa didarati pesawat jumbo seri 777.

Photo : dokumen pribadi

Terkait proses Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) pihak Dana Reksa menjelaskan bahwa proses pendaftaran sedang berlangsung di OJK diharapkan dalam 2 minggu ke depan sudah turun ijin yang merupakan langkah pembuka untuk memulai menawarkan RDPT ini kepada calon investor. Yang butuh perjuangan dan kerja keras adalah bagaimana meyakinkan calon investor tentang jaminan investasi pada proyek pembangunan bandara kertajati ini.


Well makin melebar nich bahasan,
tapi juga nambah wawasan pengetahuan.
Kegamangan calon investor ini terkait beberapa hal yang belum tuntas, karena akan berpengaruh kepada ekuitas perusahaan di masa depan diantaranya :

1. Status Bandara Husein Sastranegara

2. KSO Kerjasama operasi PT BIJB dengan PT  Angkasapura II.

3. Inbreng lahan Pemprov Jabar.

4. Kejelasan aksesibilitas ke bandara dari jalan tol dan akses jalan non tol.

Makin siang makin memanas, tetapi kondisi tetap terkendali karena semburan sejuk AC memberi ketenangan. Apalagi sodoran box snack mengalihkan sesaat konsentrasi tentang diskusi ini (konsentrasi sayah maksudnyahh).

Akhirnya bapak Asdep Pemukiman, Pertanahan dan Pembiayaan Infrastruktur selaku pimpinan rapat menyimpulkan tentang harus ada langkah kongkrit dari semua pihak untuk memecah kebuntuan ini yang tentunya tidak lepas dari permasalahan yang membuat galau para calon investor.

Pertemuan ditutup meskipun belum menyelesaikan masalah tetapi minimal peta permasalahan dan alternatif solusi sudah ada secercah cahaya yang mungkin terang berpijar dan menyelesaikan semuanya. Sekaligus juga warming up untuk rapat sore hari yang akan dipimpin Menko Bidang Kemaritiman dan dihadiri bapak Wagub Jabar, Deddy Mizwar.
Pertemuan ditutup seiring dengan pembagian kotak makan siang karena waktu di jam dinding yang menempel setia di ruang rapat sudah melewati pukul 13.15 wib. Kotak diterima dengan sukacita karena cocok dengan keinginan stomach yang sudah kukurubukan alias berteriak alami karena sudah lapar. 

Tetapi tangan tidak jadi memulai makan siang karena ternyata kotak makan ini hanya berlaku untuk pagi dan petang, bukan untuk siang. Nggak percaya?… nich lihat bungkusnyaah.

Photo : dokumen pribadi
Percaya khan?… akhirnya rombongan bergerak keluar area lapangan banteng dan makan siang Soto Pak Sadi di jalan Ir  H. Juanda, di traktir pak Kadis Perhubungan Jabar, “Hatur Nuhun pak Kadis.”

Photo : dokumen pribadi



Wassalam. (Akw)