Sanitasi bersemi di Malabar

Corat coret tentang sosialisasi Pokja Sanitasi Provinsi Jawa Barat.

Advertisements

Photo : Dokumentasi Pribadi

Pagi sedikit beranjak siang, bergulir waktu tak pernah sedetikpun terdiam. Hadirinpun sudah bersiap untuk memulai perhelatan yang diberi judul sosialisasi Kep.Gubernur Jabar Nomor 660/Kep.576-SPIBUMD/2017 tentang Kelompok Kerja Sanitasi Daerah Provinsi Jawa Barat bertempat di Ruang Malabar, Basement Gedung Sate.

Meskipun para punggawa Sanitasi yang tergabung dalam Tim Sapatu41 tidak bisa hadir secara lengkap, tetapi komunikasi tetap terjaga berkat kemajuan teknologi. Khususnya WA grup sanitasi Jabar yang selalu on minimal untuk say hellow dan sisanya berbagi info tentang seabreg aktivitas lintas OPD yang mengusung semangat sanitasi.

Jika merujuk ke pemerintah pusat yang menjadi jargon adalah PRogram PPSP (Percepatan Pembangunan Sanitasi Pemukiman), untuk di Jawa barat memiliki keunikan dan originalitas karena sudah memiliki roadmap yang jelas dan terukur yang disebut RAM-IP poin16 yaitu ‘Sanitasi Lingkungan Kabupaten/Kota’, itu tercantum dalam SK Gubernur Jawa barat Nomor 500/Kep.66-Org/2014. 

RAM-IP itu singkatan dari Rencana Aksi Multi Pihak Implementasi Pekerjaan yang memuat 37 Program dan kegiatan unggulan Provinsi Jawa Barat. Jadi sebuah payung hukum yang memberi ruang untuk bekerja lintas dinas nyebrang OPD untuk mensukseskan banyak hal wabil khusus tentang sanitasi.

Pembagian bidang mencakup 5 aspek yaitu Perencanaan; Pendanaan; Teknis; Kesehatan, Komunikasi & pemberdayaan masyarakat; Monitoring Evaluasi dan Sekretariat.

Jika di tahun-tahun sebelumnya yang menggawangi itu adalah Bappeda-DisPerkim-Dinkes-DisLH-BiroSPIBUMD + Satker dan Konsultan. Dengan Kepgub terbaru ini pelibatan OPD semakin marak dan menggairahkan dengan bergabungnya Diskominfo, DisPemberdayaanMasyDesa, DisSDA, DisDik, BPKAD dan saudara kandung beda ibu lain bapak yaitu Biro Produksi & Industri.

Diskominfo akan menjadi pintu pembuka untuk akselerasi informasi tentang sanitasi melalui website resmi jabarprov.go.id ataupun menjadi materi dalam agenda jukrak (pertunjukan rakyat).

DisPemberdayaanMasyDesa dengan fungsi koordinasi dan pembinaan 5.320 Desa di seluruh Jabar khususnya urusan Pasyandu, Pamsimas hingga para kader yang menjadi saniter. Meskipun kewenangan provinsi terbatas karena sekat otonomi daerah, tetapi hal tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk bagaimana tetap bisa mensosialisasikan dan memberi pemahaman tentang pentingnya sanitasi ini.

Dinas Pendidikan jelas menjadi wajib untuk mengusung program sanitasi ini karena generasi penerus tingkat pelajar ada disini. Maka sangat perlu doktrin sanitasi ini melekat di benak menempel di sanubari siswa siswi para pelajar yang akan mewarnai nasib negara indonesia di masa yang akan datang.

Dinas Sumber daya air adalah dukungan untuk penyediaan air baku yang menjadi faktor penting dalam bersanitasi. Ditambah peran BPKAD yang diharapkan selain muara dalam mekanisme penganggaran juga sebagai pengatur pengelolaan keuangan khususnya program sanitasi yang mayoritas melalui pola Bankeu ke Kabupaten/kota.

Photo : FB pa Lucky

Diskusi terus berlanjut dan pendamping setia yakni pak Takdir, Bu Vivi dan bu Ajeng memberi semangat untuk terus membahas tentang pokja sanitasi ini. Sementara smartphone disimpan dulu karena di FB begitu beraneka indahnya photo tentang keindahan Ciletuh geopark yang dijelajahi pa Kombes Lucky hari ini. Terus bu Eva sedang cuti dan ibu Kombes dari dinkes dan Bappedapun terbentur agenda yang lebih prioritas. Termasuk bapa Kasatker pencetus ide ‘-sapatu41-‘ yang belum direalisasikan wae.

Photo : Dokumen Pribadi

Sebuah kenangan acara Kick off meeting bulan April  2017 menjadi penghibur kehampaan ini sehingga tetap bisa tersenyum meskipun kangen membuncah. 

Serta mantera Pokja Sanitasi Jabarpun berkumandang yaitu :

Penganggaran TERDISTRIBUSI

Informasi TERINTEGRASI

Tata Kerja SINERGIS

Sasaran OPTIMIS REALISTIS
Hatur nuhun (Akw).

FGD ttg Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek

Reportase pribadi diskusi FGD bareng stakeholder dipimpin Kadishub Jabar (25/07) tentang Kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek.

Photo : Dokumen pribadi

Pembahasan tentang kemacetan di tol Jakarta – cikampek menjadi bahasan menarik dalam FGD (Focus group discusion) yang diselenggarakan oleh Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Selasa (25/07). Karena dirasakan oleh banyak pihak bahwa perjalanan melewati tol jakarta – cikampek belakangan ini menjadi suasana yang tidak menyenangkan dengan kemacetan yang luar biasa.

Termasuk para pegawai PT Jasa Marga sendiri yang notabene operator jalan tol tersebut tidak menggunakan mobil via jalan tol tetapi menggunakan moda transportasi kereta api.

Photo : Dokumen pribadi

Kadis Perhubungan Provinsi Jawa Barat membahas tentang Konsep tentang konsepsi pembangunan jawa barat yang terbagi dalam 3 kluster kawasan metropolitan yaitu kawasan BoDeBeKarPur, Bandung Raya dan Cirebon Raya. Didukung oleh 3 titik pertumbuhan di koridor Jabar selatan yaitu Palabuan Ratu – Rancabuaya- Pangandaran yang tertuang dalam Perda Provinsi Jawa Barat Nomor 12 Tahun 2014.

Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jawa barat sebesar 5,67% diatas rata-rata pertumbuhan nasiobal sebesar 5,02%. Sebaran kawasan industri serta profil angkutan barang dimana hingga bulan juni 2017 masih 92% menggunakan transportasi jalan raya.

Kondisi eksisting di area jalan tol jakarta – cikampek terdapat 4 pembangunan yang berskala nasional yaitu :

1. Pembangunan jalan tol elevated II Tol Cikampek – Bandung.

2. LRT jabotebek

3. Pembangunan simpang susun  Cibitung – cilincing.

4. Kereta Cepat Jakarta Bandung

Jika tidak diantisipasi segera maka kemacetan akan semakin parah dan tidak terkendali. 

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi berlangsung dinamis dengan pembicara selanjutnya adalah Dirlantas Polda Jabar yang membahas poin-poin penting keberhasilan penanganan kemacetan ini yang harus dilakukan jika bicara jangka pendek adalah dengan contra flow dan buka tutup gerbang tol secara bergiliran. Serta pemanfaatan teknologi ter-anyar seperti pada saat penanganan lalu lintas mudik dan balik lebaran tahun ini seperti RTMC dan ATCS. 

Insyaalloh pada hari minggu, 30 juli 2017 di Bundaran HI, Jakarta. Kadishub Jabar dan Dirlantas Polda Jabar akan menerima Penghargaan Presiden yang diserahkan Wapres atas keberhasilannya dalam mengamankan dan lancarnya arus mudik dan balik lebaran tahun ini.

Photo : Dokumen pribadi

Karena dampak kemacetan memiliki implikasi yang luas tidak hanya kerugian langsung seperti penggunaan bahan bakar dan waktu perjalanan yang panjang, tetapi hilsng juga kesempatan melakukan kontrak, deal deal dan transaksi keuangan akibat terjebak macet berjam-jam.

Perwakilan dari PT Jasa Raharja, PT KAI, Pelindo II, PT Jasa Marga, Kadin dan para akademisi saling bertukar pangdangan dan sharing keilmuan serta pengalaman terutama kaitan forecasting kondisi jalan tol sesuai dengan perspektif dan kajian masing-masing yang memang perlu dikaji secara akademis tetapi juga berpacu dengan waktu untuk target implementasinya. Pada intinya pihak terkait siap mendukung program pemerintah di bidang transportasi ini.

Kesimpulan dari FGD ini adalah :

1. Merancang pergerakan arus transportasi darat  dialihkan menggunakan Kereta api dan laut (pelabuhan)

2. Mengatur pergerakan orang dan barang dengan mengoptimalkan pola rekayasa lalu lintas.

3. Mengatur tarif moda transportasi pengganti; 

4. Perlu regulasi dari pemerintah pusat untuk mengatur pergerakan manusia dan barang serta bersifat mengikat bagi semua pihak.

Photo : Dokumen pribadi

Demikian tulisan singkat tentang FGD yang bertema kemacetan di Tol Jakarta – Cikampek akibat pembangunan 4 proyek strategis ini. Setelah ditutup acara ini dilanjutkan makan siang dan ternyata menimbulkan antrian panjang, sehingga disarankan melakukan rekayasa lalu lintas menggunakan contra flow he he he. (Akw)

Beuteung Kuuleun

(Fikmin) fiksimini sunda dumasar kana hal nyata tapi diropéa janten fiksi nu merenah, ceunah.

Photo : Dokumentasi pribados

Diuk nyanghareupan méja buleud di hotél agréng, asa jadi gegedén. Ngadéngékeun nu piligenti biantara bari teu ngarti naon nu diomongkeunna. Ma’lum teu gugur teu angin kudu diuk dina korsi jatah pangersa. Da uing mah ka batawi sotéh ukur nyupiran dunungan. Ari pék dina waktuna, dunungan nyingcet, uing dipelak ngaganti manéhna.
Teu loba nyarita kénca katuhu, ukur imut jeung sasalaman wè da bisi kapanggih rusiahna.

Kakara ngiluan acara kieu. Panghélokna mah acara panungtung nyaéta waktuna dahar. Meuni ripuh pisan, da dina méja pabalatak séndok, garpuh jeung péso aya sababaraha pasang. Asa mubajir, padahal mah maké leungeun wé. Dahar téh aya 3 sési, bubuka (appetizer), utama (main course) jeung panutup (desert). Nu nganteuran dahareun ngabring unggal sési. Dahareun nu teu warawuh, létah bingung beuteung ngaheneng. Tapi da lebar, dihabek wé sakabéhna. 

Alhamdulillah béak korédas, ngan hanjakal 1 jam ti harita, ongkék jeung muncrut di wésé hotél. Kaluar kabéh teu nyésa saeutik ogé. (Akw)

Berkelindan Sunyi 

(Puisi) berbagi rasa berkabut sepi.

Photo : Dokumentasi pribadi

Malam menjelang sunyi, Jengkerikpun diam mematri, Desau daun hanya berani berbisik sesekali, Sementara kamu tetap mengumbar senyum misteri

Perjalananpun sementara terhenti, Terdiam di persimpangan hati, Menanti apa yang akan terjadi, Dengan rasa yang penuh arti

Jangan lengah memegang janji, Karena itulah ujian kualitas diri, Meskipun lupa itu manusiawi, Tapi tidak sesering meremas jemari

Cobalah catat apa yang akan terjadi, Lalu lakukan apa yang ditulis tadi, Meskipun sudah tidak utuh lagi, Hanya waktu yang terpaksa menjadi saksi

Sabar dengan berdetaknya hari, Punguti petuah yang bertabur sepi, Jalinlah menjadi perisai diri, Agar tegar dalam meniti suksesi

Disini merenung sendiri, Sambil membayangkan yang akan terjadi, Meski hanya status penonton sejati, Jadikan suasana segar membumi

Malam masih menjelang sunyi, Detak jantung konsisten teratur berlari, Menyusuri cerita lama yang berseri, Meskipun mungkin tidak terulang lagi.

Gajahenam, 230717 (Akw)

Enggan

(Puisi) hanya enggan yang membelit asa bersahabat dengan prasangka

Photo : Dokumentasi Pribadi

Kepak sayap menggoyah takdir, Muncratkan riak benamkan air,           Sunyi menyita asa penyair,                     Yang hanya mampu sesaat mampir.

Seruling senja semburkan doa,         Berpadu padan dibelah rasa,             Tangguh & rapuh hanya berbatas kata, Tanpa kepastian berbalut hampa

Berujar mengantar uraian makna,  Bersikap lapang meski bukan harapannya,                                                 Tapi tindak harus terlihat nyata,         Dibalik kabut tebal penguasa

Biru langit tinggal kiasan belaka, Menghijau hutan hanya cerita lama, Gambar pemandangan adalah jagoannya, Semua sepakat sawah harus tetap ada

Anak gembala masih ceria,             Meskipun kerbau telah beralih rupa,  Tidak lagi bau dan sering sendawa,  Karena sekarang hanya ada di genggaman mata

Terkadang kenyataan berpihak  ke masa lalu, Membuat yang terlibat terbelit malu, Meskipun tak sedikit yang jadi mau, Padahal ancaman berujung pilu

Santun tergantikan arogansi,                   Rasa sabar tinggal basa-basi,                     Pijit smartphone semua beraksi,          Tetapi bukan untuk berdemonstrasi

Kepak sayap menjauh sunyi,       Menunduk malu menatap bumi,               Ini bukan lagi masalah janji,                    Tapi tepatnya pertaruhan harga diri

Gajahenam230717 (Akw)

Bersepeda itu Takdir.

Manfaatkan mode switch dalam jalani takdir kehidupan.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Hidup itu unik dan penuh dinamika serta terkadang miliki daya kejut yang perlu dihadapi dengan keikhlasan. Karena dengan keikhlasan maka perjalanan kehidupan ini terasa lebih nyaman. Juga kepasrahan serta yakin kepada takdir Illahi. Tidak ada yang kebetulan, semua sudah diatur dalam catatan Allah SWT tetapi kita manusia tidak diberi kemampuan untuk tahu.

Inilah sekelumit ceritanya,… ahayy.

Kamis sore, sambil menyetir kendaraan. Sang otak nggak mau diam, merancang rencana esok hari dengan segala pertimbangan subjektif dan objektif. Evaluasi singkat sambil meraba lemak yang mulai bertumpuk kembali di pinggang kanan kiri, maka jawabannya adalah “kurang olahraga“… dengan misi itu di break down menjadi strategi dan akhirnya mengerucut dalam kebijakan. Dikerucutkan lagi menjadi program, dan implementasinya adalah Rencana Kerja untuk sasapedahan esok hari… 

Nyampe rumah pas adzan magrib berkumandang. Segera bergegas membersihkan diri sebelum ocon dengan putri semata wayangku. Mandi 5 menit bisa kelar dan dijamin badan agak bersih. Kenapa harus kilat?… karena panggilan, “Ayahh… ayaah” dan gedoran tangan mungil di pintu kamar mandi akan berkumandang jika lebih dari 5 menit di kamar mandi.

Wajar toh anak kangen sama ayahnya yang sibuk bekerja dan pulang kerja (hampir selalu) disaat mentari sudah tenggelam dari cakrawala.

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Setelah shalat isya, anak cantik sedang asyik makan dengan ibu dan neneknya. Perlahan ke belakang dan mempersiapkan sepeda serta kelengkapannya untuk digunakan besok pagi ke kantor. Kacamata, sepatu, kaos kaki, celana berpelana, hingga manset dan topi sepeda sudah disiapkan untuk menyambut esok hari. Setelah tuntas segala persiapan untuk esok, kembali bercengkerama dengan anak tercinta hingga menemaninya berdoa sebelum tidur sambil netek ke ibunya. 

Ternyata selesai doa dibaca bukan terlelap yang ada tetapi mata kembali cerah cénghar dan ceria. Jadilah malam itu begadang hingga tengah malam. Bergantian menemani anak 16 bulan yang tak henti berjalan dan berlari kesana kemari.

Sambil nungguin sang anak yang terus bermain, melirik handphone karena indikator kelap kelip menandakan ada sesuatu. Waktu menunjukan pukul 23.11 wib, ternyata ada pesan whatsaps dari bos.

“… besok hadiri agenda rapat di Hotel Mulia Jakarta jam 08.30 wib s.d selesai…”

Lemaslah sudah karena program kegiatan yang dirancang sesuai misi pribadi esok hari harus bubar berantakan.

Segera dijawab pesan tersebut, …”Siap pa, laksanakan.”

Photo & barangnya : dokumen pribadi 🙂

Segera otak pake mode switch dan merunut rencana tindak. Tak banyak langkah yang harus dijalani, yaa kalau dirinci sebagai berikut :

 1. Hapus rencana bersepeda esok hari.

2. Cari temen yang bisa nyetir untuk ke jakarta. Soalnya jumat sore dari jakarta ke bandung itu perlu perjuangan dan kesabaran ( ….pernah trauma macet jakarta ke bandung 8 jam dong).

3. Cek Tiket kereta api via aplikasi PT KAI, sesuai perkiraan, untuk pulangnya sold semua gerbong dan semua jam.

4. Ngasih pengertian ke istri klo besok harus ikut terbangun dini hari, klo poin ini ‘aman‘ karena istriku faham kondisi kerjaan suamiww..

5. Masang alarm 30 menit sebelum berangkat, buat jeda mandi, ganti baju dan berhias… aww.

6. Terakhir yang terberat…. lupakan dulu rencana bersepeda esok hari dan mungkin terganti kesempatan di lain hari.

Gitu aja dulu…

Selamat menjalani takdir masing-masing :). (22/07) (Akw)

Beredar di Bendungan Jatigede

Beredar di area bendungan jatigede yang makin hadé.

Photo : Dokumen pribadi

Rabu pagi menyapa diri, bergegas bersama tiga rekan di kantor memasuki toyota rush yang setia menemani hari-hari kami di 6 bulan terakhir ini. Ingin segera berangkat menuju Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi singkat tentang rute yang akan dilalui akhirnya keputusan diberikan kepada sang google map, dan jalur Kota Bandung – Pintu Tol Pasteur – Tol Cipularang – Tol Cikampek (dikit) – Tol Cipali – keluar Toll gate Kertajati – Jatigede. Pertimbangannya adalah efektivitas dan efisiensi waktu, meskipun bauar tol dan bahan bakar menjadi berlipat.

Segera Rush bergerak lincah membelah keramaian pagi hari menuju pintu tol pasteur. Sepanjang jalan tol betapa nikmatnya sang pilot yang bisa mengemudi dengan leluasa karena kondisi lalu lintas yang lengang, sehingga hanya memakan waktu 1,5 jam sudah bisa keluar pintu tol kertajati, Majalengka.

Terasa agak memutar tapi tidak terlalu jauh karena posisi bendungan jatigede untuk akses masuknya memang terletak diperbatasan kecamatan Tomo kabupaten sumedang dan kadipaten kabupaten Majalengka.

Photo : Dokumen pribadi

Keluar dari pintu tol Kertajati, belok kiri dan ikuti jalan sampai perempatan kadipaten, ada tugu kecil dan kami berputar sedikit bergetak ke arah kanan menuju sumedang. 1 km dari situ setelah melewati jembatan dan gapura selamat datang di Kabupaten Sumedang terdapat pertigaan dan kami belok kiri. Jalan sudah mulus meski terdapat beberapa titik yang rusak tetapi tidak menjadi hambatan. Setelah 15 menit bergerak akhirnya kami memasuki gerbang awal area Bendungan Jatigede.

Setelah berdiskusi dengan satpam tentang maksud dan tujuan, kami diantar menuju gedung satker jatigede dan diterima dengan ramah oleh pak Novan (PPK Bendungan Jatigede) didampingi juga pa Jhoni Konsultan perencanaan Bendungan Cipanas serta rekan-rekan konsultan lainnya.

Diskusi hangat pagi menjelang siang berkisar tentang informasi teknis bendungan jatigede, spesifikasi, luas area, debit air dan tentunya adalah masalah sosial yang ramai dalam proses pembangunan bendungan ini dimana akan beroperasi tahun 2019.

Photo : Dokumen pribadi

Bendungan Jatigede diawali pada tahun 1963 dari sisi konsep konstruksi. Selanjutnya 23 tahun kemudian (1986) tahap persiapan semakin mengerucut dengan penyusunan praDetail Desain oleh SMEC Australia. Review desain 18 tahun kemudian (2004) disiapkan oleh PT Indrakarya-JO-PT Wiratman Consultant dan sertifikat desain dari Kementerian PU didapatkan pada tanggal 23 Februari 2006. Hingga akhirnya pada akhir Agustus  2015 diresmikan pengisian perdana oleh Menteri PU, Gubernur Jawa Barat dan Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung.

Photo : Dokumen pribadi

Dan sekarang disaat kami berkesempatan melihat langsung ke area Inti bendungan yakni Spillway dapat terlihat jelas bahwa posisi tinggi permukaan air di Bendungan Jatigede mencapai 243 dpl. Menurut PPK Jatigede, pa Novan, target pengoperasian bendungan ini secara penuh adalah setelah muka air mencapai ketinggian 260 dpl. Meskipun sementara terkunci di 253 dpl karena jika melewati itu akan ada jalan desa yang terendam.

Photo : Dokumen pribadi

Dengan total biaya investasi USD 467.448.027,62 ini maka terdapat 5 manfaat besar yaitu :

1. Untuk memenuhi kebutuhan irigasi Rentang dengan area irigasi 90.000 Ha yang meliputi 37 kecamatan di 3 kabupaten yaitu wilayah Kabupaten Majalengka, Kabupaten Cirebon dan Kabupaten Indramayu.

2. Penyediaan Air baku dengan kapasitas 3.500 lt/detik, simultan juga dengan rencana pembangunan SPAM Regional Cirebon Raya yang terus berproses pada saat ini.

3. Pembangkit Listrik Tenaga Air dengan kapasitas 11 MW atau rata-rata produksi 580GWH/tahun.

4. Area Pariwisata sangat terbuka untuk dikembangkan dimana zona-zona wisata sudah diatur penempatannya termasuk saat ini sedang berproses tahap pendahuluan untuk pengajuan usulan wilayah di pinggir Waduk Jatigede ini menjadi Kawasan Ekonomi Khusus bidang pariwisata.

5. Dan yang pasti adalah berfungsi untuk pengendalian banjir untuk 14.000 Ha area.

Photo : Dokumen pribadi

Diskusi hangat inipun dilanjut sambil peninjauan, tidak lupa berphoto dengan latar belakang hamparan air dan tulisan ‘Bendungan Jatigede’. Pada saat meninjau spillway khususnya di area inlet for irrigation tunnel & inlet for divesion tunnel agak merinding juga karena ketinggiannya begitu mendebarkan hati. Tapi wajah tetap tegar, khan malu sama tuan rumah dan temsn-teman. Handphone dipegang erat karena takut lepas dan terhempas ke bawah sana… ihhh ngeri.

Photo : Dokumen pribadi

Akhirnya sesi kunjungan di lokasi bendungan berakhir sementara dengan photo bersama lagih. Cuman belum bisa pamit karena tawaran makan siang cukup menjanjikan, apalagi mentari sudah bergeser dari atas ubun-ubun dimana sudah saatnya makan…. eh shalat dhuhur ding.

Toyota rush bergerak mengikuti petunjuk tuan rumah untuk keluar area menuju arah pulang. Tidak jauh dari lokasi bendungan, di sebelah kiri jalan telah menyambut dengan khidmat, pelayan RM Saung Panyawangan. RM lesehan di pinggir kebun jati dengan menu favorit adalah karedok (kata pa Novan), saya nyoba tongseng dan sop kaki… uenakk rekk dan teman kami berpesta ikan bakar, pete bakar serta ayam goreng tidak lupa minuman yang menyegarkan yaitu kaljer (kalapa jeruk).

Photo : Dokumen pribadi

Sambil menunggu makanan terhidang, kami shalat berjamaah di mushola terbuka dan selanjutnya gampang ditebak… makan sajian dengan nikmat dan cepat.

Alhamdulillah, dan akhirnya ucap syukur kepada Illahi serta thank you berat buat pa Novan dkk yang meluangkan waktu menerima, mengantar dan menjelaskan konten serta mentraktir kami.

Rush pun bergerak cepat meninggalkan area Waduk Jatigede menuju pintu tol Kertajati dan kembali ke Gedung Sate. (Akw 21/07)