Arabica Lestari Kopi – Garut

Unboxing trus Nge-Manual brew Kopi Arabica Java Produksi Lestari Kopi – Garut Indonesia, monggoo…..

Advertisements

Ba’da asyar di minggu sore, celah waktu tersedia sambil menemani gerakan lincah anak ceria yang terus menguntit nempel ayahnya. Yup, hari libur memang dijanjikan untuknya. Meskipun sesekali tentu ada tugas dinas ataupun keperluan lain yang akhirnya harus sesaat berpisah dengan anak semata wayang.

Sebuah janji dan harapan bahwa bisa memberikan waktu terbaik buat sang anak disaat dia mulai menapaki kehidupan semenjak lahir hingga mencapai usia dewasa. Minimal hingga golden age bisa menemani maksimal wabilkhusus di hari libur, karena hari kerja hanya bisa bersua di malam hari saja.

Semoga nanti di hari tua, sang anak tetap setia dan akan menjaga serta merawat orang tuanya karena dulu di kala kecil dan haus kasih sayang, ayah bundanya selalu ada untuknya..

Ehh unboxing kopinya lupaa….

Oke guys kesempatan sore ini, nyobain mesék (unboxing) biji kopi ukuran 250 gram produksi dari Lestari Kopi Garut Jawa Barat. Garut itu berada di arah Tenggara Kota Bandung, banyak gunung disana dan kopi lestari ini salah satunya.

Sesaat bungkus hitamnya dibuka, harum bean arabica 100% menyeruak disambut ujung hidung yang langsung menghirup aroma kesayangan. Nggak pake lama, Grinder Willman mengeksekusi 50 gram beannya di putaran 2-3-4-2, suara gilingan plus semerbak harus kopi menebar kedamaian di ruang tengah, menciptakan parfum alami yang membumi.

Air panas 91 derajat sudah siap, V60 dan filterpun standbye…. saatnya mempertemukan bubuk kopi kasar-halus dengan air panas sehingga menghasilkan misteri extraksi yang bakal jadi sensasi.

Diawali dengan proses blooming untuk membebaskan soluble gases agar bergabung dengan udara bebas, dilanjutkan ber-manual brew dengan putaran suka-suka. Yang pasti semua itu dilakukan untuk membiarkan rasa yang terpendam itu bisa timbul dan memberi kenikmatan.

***

Proses manual brew ini cukup singkat karena kondisi lingkungan mendukung, anak cantik lagi bobo dan 2 ponakan meriung sambil terpesona memandang tangan cekatan Bhariste-Amatir ini agar segera hasilkan kopi yang diinginkan.

Sambil memandang tetesan air kecoklatan di ujung V60, “Mau ya Om, tapi pake gula dikiiit!” Reques ponakan masih bisa ditahan dengan tetap fatsun menggunakan rumus kopi tanpa gula.

***

Tiba-tiba suara mungil yang khas terdengar disamping kiri, “Ayah.. ayaah.. kupiii.” Ayshaluna sudah bangun rupanya, heboh liatin yang lagi nyeduh kopi. Trus kakak-kakak sepupunya yang dari tadi diem jadi ikutan, “Kopiii.. kopii .. pake gulaaa!!!”

Tangan kanan masih nyeduh, tangan kiri gendong anak kesayangan yang nggak mau diem. Setelah tuntas hasil V60 di teko transparan, segera dituangkan di gelas kecil spesial. Ternyata rengekan dan permintaan untuk di beri susu dan gula tidak berhenti… gimana ini?.. dilema.

Udah ah… minum dulu… glek.. glek.. yummmy…..

48 gram kopi berpadu dengan 500 ml air panas bersinergi menghasilkan sajian kopi dengan aroma khasnya, acidity medium, low fruitty dan kepahitan hanya segaris terlintas di lidah, sisanya rasa asam sedikit terdiam di ujung lidah…. nyam nyaam..

***

Sambil menikmati kopi Arabica Lestari Garut ini, sebuah kesadaran agar tidak egois dengan kopi murni tanpa gula mulai merayapi jiwa. Bagaimana memberikan rasa bahagia kepada anak dan ponakan yang sedari awal proses begitu antusias mengikuti prosesi manual brew, tapi di akhirnya pas hasil tersaji… mereka tidak menikmati… egois khan?.

Akhirnya keputusan cepat dibuat, ambil 3 sachet tropicana Sweet dan 1 bungkus susu bubuk Dancow. Gabungin dengan kopi hasil seduhan… kocokkk, putar putaar.. kocook page tangan… eh sendokk…. warnanya berubaaah… “Jadi Kolek?”

Bukaaan… tapi jadi Kopi susu… Anak dan ponakan bersorak girang, karena mereka pasti bisa ikutan nyicip. Berebut ambil gelas masing-masing dan disorongkan ke hadapanku… ramee dech…

Masing-masing nyoba setengah gelas dan dengan wajah sumringah, “Enak Om”, trus Ayshaluna binar teriak, “Mantaap ayaah” sambil jempol tangan kanannya diacungkan…. Bahagia itu sederhana, senantiasa berbagi dan hapuskan egois diri.

Pas nyoba nyicip kopi susu dadakan… awww manis bingiiit, padahal kata para ponakan masih agak pahit….

Maklum aku khan udah maniiies dari sono nya… aww.. aww

***

Akhirnya drama kopi susupun usai, sisanya dimasukin ke botol untuk diabadikan. Meskipun akhirnya diminum juga hingga tandas oleh anak dan ponakan.

Wassalam (AKW).

***
Catatan :

100% Kopi Arabica
Kopi Roasbeen Medium
250gr

Komposisi SPKP 13648/3205/17
Halal
Diproduksi oleh Lestari Kopi – Garut Indonesia.
CP 085322577167

Siki Kopi

Ihtiar nedunan kahoyong kikindeuwan.

#FikminBasaSunda

Biwir cameuh bareuh, ngaganggu raga jadi teu bisa reureuh. Humarurung diharudum sarung, panas tiris tilas geubis.

“Kunaon atuh bet ngalanto ka deukeut jarian, jadi wéh tigebrus, dasar aki-aki murag bulu bitis” Sora halimpu Nini Acih karasa ngagantawang kana jiwa, ngaguratkeun tunggara.

“Duh néng Acih, kikindeuwan Aa, ieu téh alatan ihtiar keur nedunan kahayang salira”, Aki Apud ngaharéwos bari biwir tipepereket, jamomom peurih keneh.

Nini Acih ngarandeg, sakedapeun ngahuleng, tuluy nanya ka Si Aki nu keur adug songkol, “Har dupi Aa milari naon atuh ka palih dinya?” Sora halimpu jeung lemes basa, langsung nanceb kana jajantung keuna pisan kana mamarasna.

Ki Apud maksakeun nyéréngéh. “Muhun geulis, Aa ngungudag careuh nu leupas padahal geus diwewelan siki kopi tilu kilo.”

Si Nini tuluy ngadeukeutan, “Nuhun Aa, mugi careuhna énggal kapendak, ogé kopina tiasa urang leueut bari sosonoan.”

Aki apud kéom, imut haseum ngabayangkeun siki kopi dina careuh nongtot bool.

***

Cimohay, ba’da Ashar (AKW).

Koffie Tandjoeng Natural Winey

Unboxing dan manual brew olangan biji kopi dari Gunung Manglayang Timur yang di proses spesial.

Alhamdulillah setelah tersimpan 1 minggu, akhirnya saatnya tiba. Membuka bungkusnya, rasakan aroma beannya dan bersiappp untuk di eksekusi eh diextraksi via V60…. kemoon.

***

Saat gunting mulai memotong bungkus atasnya, langsung aromanya menyengat bikin hidung mengembang… wangii.

Pas terbuka dan aroma beannya bebas bersua dengan indera penciuman, nikmat yang misterius kembali mendera. Wangi alami kumpulan biji kopi yang tersaji dari proses panjang penuh tantangan.

Segera Willman Grinder beraksi di putaran 2-3-2 menghasilkan harum yang makin membahana di rumah mungil ini… yummy.

V60 berkertas filter sudah siap dengan pembasahan awal, dengan rumus 1 : 10 dan 28 gram siap beraksiiiii…..

Jeng jreng…..

Cairan ajaib sudah jadi… segera masuk gelas mini bening dan sruputttt…. nikmaaat.

Hasilnya tidak keruh, bening coklat gelap. Aromanya wueddan… menggoda. Aciditynya medium high dan fruittynya nendang bangeet… efek semi wine nya kerasa lho. Lidah berdansa dan menahan rasa karena winenya begitu lembut menyengat tapi kena.

Memang kopi itu misteri. Proses extraksi munculkan aneka sensasi. Karena faktos penyebabnya banyak bingit pren. Coba cari-cari referensi tentang ini dan ternyata bean dari manapun dan apapun jenisnya itu….

….. membawa 4 komponen utama yang akan bereaksi disaat proses extraksi. 4 sekawan itu adalah Insoluble oils (minyak tak larut), soluble gases (gas larut), insoluble solids (padatan tidak larut) dan suloble solids (padatan larut)… ntar yaa penjelasan detailnya yaa… (moo dipelajari dulu).

Yang pasti kopi tandjoeng dengan proses Natural Wine ini bikin sensasi berbeda dan pengalaman tak terlupakan. Ada taste anggurnya, stsrawberry dan jeruk serta rasa manis karamel ada sedikit, meskipun dominannya adalah haseum seungit nu sesah leungit.

Oh iya di bungkusnya ditulis natural winey….. maksudnya wine yaa.. nggak percaya?.. monggo coba.. ajib deh.

Akhirnya……

Hatur nuhun teh Lilis, produk kopinya kereen. Juga om Budi selaku pembina setia Kopi di Pemkab Sumedang. Wassalam (AKW).

***
Catatan :
Merk dagang : Koffie TandjoengBean : Arabica Gunung Manglayang Timur
Proses bean : Natural Winey
Roasted medium
PIRT 5103211010739-22

Moo order and more info :
Teh Lilis Ciyarsih 081324293679

Aku & Ngopi Saraosna V.5

Sekilas kehadiran di dalam aneka kesibukan kerjaan karena kopi adalah panggilan hati.

Sebuah surga bagi penikmat kopi, ajang jumpa tempat bersua para petani, roaster man dan barista tersaji apik di sepanjang mata memandang di halaman depan, samping kanan dan kiri hingga parkiran area gedung sate dalam acara Ngopi saraosna volume 5 yang digawangi Humas Jabar.

Sebuah acara yang dinanti banyak pihak tak terkecuali diriku, penikmat kopi dadakan hehehehe…..

***

Agenda rapat begitu padat dari pagi hingga sore, tapi agenda ngopi saraosna volume 5 jangan terlewatkan, apalagi banyak acaranya nggak hanya urusan festival kopi… bejibun acara dengan bertabur hadiah… yang jelas ultah BJB ke 57 dengan artis2 papan atas nasional, Sheila Majid-Padi-TantriKotak… ada juga Pagelaran wayang golek dan juga festival teh jawa barat… trus ada juga harmoni budaya antara jawa dan sunda yang ditandai dengan peresmian 3 ruas jalan yang bernama jalan Majapahit, Hayam Wuruk dan Citraresmi.

Buat para Barista, kompetisi menjadi ajang pembuktian diri sekaligus silaturahmi…. rameee dech.

Tapi…. nggak bisa semua diikutin karena tugas abdi negara adalah yang utama, jadi setelah tuntas tugas barulah bergegas menuju tempat acara yang dikemas begitu bengras dan bisa diakses masyarakat luas.

***

Sambil berjalan cepat melewati stand-stand tenda putih yang berjajar rapih, mata tengok kanan kiri dan semuanya menyajikan kopi asli, baik berupa green bean, hasil rosting yang di packing dengan ciamik plus peralatan standar untuk menyajikan para penikmat gratisan yang datang untuk sekedar penasaran mencoba rasa ataupun yang serius menikmati dan akhirnya jadi pembeli.

Pertama IPOK ALEUH, kedua Kopi Cimanong dengan merk dagang DIQ coffee yang mengklaim tastenya Bonteng eh Cucumber eh Ketimun… eta eta keneh…. trus bergerak lagi, banyaaak kopiii. Pinginnya beli atu-atu, apadaya modal tak memenuhi… jadii….. menelan air liur aja dulu. Nggak lupa mampir di Kopi Kiwari Farmernya yang punya Produk Kopi Arabica manglayang sebagai yang ketiga.

Keempat…. nyebrangin panggung depan gedung sate yang berdiri megah dan lagi acara…

Tapi karena waktu terbatas sebelum jumatan, segera hunting kopi di stand selanjutnya… keempat dapetnya Kopi Mayapada Pangalengan yang di klaim tastenya Strawberry dan Peach dengan proses natural honey… oke deh.. ntar di coba.

Kelima, kopi garut yang di roasting sama roaster-man handal, kang dikdik yang jenaka dan bersahaja. Banyak pilihan kopi, tapi lagi-lagi sang budget bernyanyi. Terpaksa harus memilih yang terbaik dari yang baik….. pilihannya Bean Kopi Pangauban Garut, langsung diseduh sama sang barista… manual brew spesial dengan flat bottom blue bottle… wuih suatu kehormatan…. selain rasa khas arabica java… bakal muncul taste guava.. penasaran nich..

Tapi karena terburu-buru dan imajinasi terbang kesana kemari, rasa quavanya belum terasa tapi nikmatnya itu tiada tara.

Keenam, ada kopi luwak Ciwidey yang langsung samber dan cobain yang udah diseduh… tapi…. tastenya belum onn… ntar aja coba manual brew di rumah…. meskipun masih terstigma dengan bayangan biji kopi keluar dari pantat luwak, tapi hasrat mencoba terus menggebu. Harga lumayanpun akhirnya ditebak juga… beli deeh.

Ketujuh, udah pasti beli cold brewnya 238 Coffee and Roastery buat stok pribadi dan… eh lupa pertama itu beli bean kopi dari sukabumi yang di klaim tastenya cempedak… ceunah. Jadi ini ke delapan aja dech.

Hadduh…. udah ah.

Persiapan jumatan lanjut kudu rapat di dago atas. By acara kopi saraosna… semoga nanti di beri sempat untuk menikmati suasana dan keakraban sambil kongkow dengan penikmat kopi aneka rasa. Wassalam. (AKW).

***

Catetan :
Acara Ngopi Saraosna Volume 5 mulai hari jumat, 11 Mei sd 12 Mei 2018.. malem minggu berlokasi di halaman gedung sate. Berbagai agenda tersaji termasuk kegiatan HUT BJb ke 57 yang berlangsung dari Jumat hingga Minggu Tanggal 13 Mei 2018 di Jalan Diponegoro dan Jalan Majapahit (Eks Jalan Gasibu Barat).

Nyeduh Kopi Luwak Tanpa Luwak

Akhirnya bisa juga nyeduh dan merasakan sendiri sensasi kopi LTL.

Menindaklanjuti permintaan secara terhormat dari kakak senior… ahayy formil pisan…. maksutttnya postingan terdahulu tentang Kopi Luwak Tanpa Luwak menyisakan kepenasaran….

Tetapi sesuai kode etik pribadi dari blog ini yang berusaha keras mengusung originalitas, jadi klo emang belum nyeduh olangan… ya belum bisa ngasih review…

***
Nah pagi ini waktu tersedia, sambil nemenin Asyaluna Binar yang lagi sarapan trus dia-nya lanjut ke Posyandu maka prosesi seduh menyeduh bisa dilaksanakan secara tuntas… monggoo….

Dengan manual brew V60, air panas 85 derajat celcius dan putaran brew versi arah jarum jam serta perbandingan 1 : 10 makaaa…..

Segera sachet hitam bergambar orang salaman atau ngasih kopi ya?… background coklat trus hitamm weh.. didalamnya ternyata dibungkus lagi dengan kertas dan pembatas kertas agak keras yang tujuannya agar bisa langsung diseduh Aroma beannya asam menyengat, dapet sampelnya satu sachet 10 gr.

Bentar.. bentar.. berarti filter V60 dan corong V60 nggak perlu dipake nich

Ambil cangkir biasa, sobek atasnya dan didudukin di cangkir… plek.

Segera diseduh sama air panas yang tersedia…. tungguu cairan nikmat ini turun ke dasar cangkir…

Inilah hasilnya : …… menghasilkan cairan kopi warna coklat terang yang menjanjikan harapan.

Sruuputt… mmmmmmhhh… nikmattt,
Aciditynya sedang-sedang saja tetapi setelah dicecap lama di lidah rasa asamnya menebal. Ada rasa fruty yang muncul…. rasa jeruk citrun… ada ih.. beneer.

Untuk body lite, nyaman di lidah enak di tenggorokan, nyaris tidak pahit sama sekali. Ada rasa teh hijaunya juga….

Ahhh teguk lagi.. jangan2 salah lidah ditambah imajinasi :)… tapi yakin da.. itu yang bisa dirasa lidah…

Kesimpulannya kopi luwak tanpa luwak ini relatif tingkat acidity mirip kopi luwak sukirya tapi dari sisi bodynya agak berbeda. (Maklum jarang-jarang minum kopi luwak…. kecuali di kasih hehehehe).

Kesimpulan universalnya…. nikmat pisan ngopi item luwak tanpa luwak teh para hadirin. Apalagi bersama anak istri. Wilujeng pakanci. Wassalam. (AKW).

***

Catatan :
Yang pengen tuh kopi musti order olangan, Kontak saja Bp Ir. Oleh Supardjo di Nomor 08239662227. Hatur nuhun.

Kopi Luwak Tanpa Luwak

Sebuah cara berbeda menghasilkan cita rasa yang mirip adalah sebuah ihtiar yang perlu dimaknai bersama

Sebuah perjumpaan berbuah pengetahuan, tapi tentu harus ada pengantar kata untuk membuka dan selanjutnya terserah anda.

Ngomongin kopi pasti tiada habisnya karena mau tidak mau dan suka tidak suka terdapat sisi misteri dari kopi yang tersaji. Mengapa disebut misteri ?… karena sebuah rasa yang tersaji belum tentu sesuai persepsi padahal metodenya sesuai dengan resep yang dilakoni.

Banyak bingit faktor yang mempengaruhi… eiit tapi ini bicara kopi asli tanpa gula tanpa susu ya guys.

Ntar kita bahasnya yaa….

Sekarang moo ngobrolin dulu kopi luwak tanpa luwak.

Pasti pada tau khan klo kopi luwak itu the bestnya kopi dan harganya selangiit.

Tapi aku mah secara pribadi sedikit kurang suka dengan kopi luwak dengan dua faktor penyebab. Pertama karena rasa aciditynya tinggi yang kedua serasa nggak mood pas inget bean ini ngbrojol dari pantat luwak…. awww gimana gitu… dan mungkin ketiga urusan harga hehehehe. Tapi klo ada yang ngasih gratisan… pasti diterima dengan senang hati, itu mah rejeki.. Alhamdulillah.

Seperti kopi luwak sukirya pemberian bos Zanettera Mr Steven… pasti diseduh dan dinikmati. Makasih ya bos.

***

Nah hari minggu lalu tanggal 6 mei 2018 ada acara Wirausaha baru tuh di halaman gedung sate, pa Gubernur dan jajarannya hadir dan ada stand bazaar para wirausaha baru termasuk tentunya stand kopi. Disinilah bisa bersua dan dapet wawasan baru tentang kopi LTL (Luwak Tanpa Luwak).

Yang jadi pelaku eh… yang ngelakoninnya bapak Insinyur Oleh Supardjo dari UKM Sangrai Kopi selaku produsen ‘Java Linggarjati Coffee’ dari Desa Bayuning Kecamatan Kadugede Kabupaten Kuningan. Beliau melakukan teknik pembuatan kopi luwak dengan cara fermentasi menggunakan enzim yang terdapat dalam usus luwak…. menarik khan?… jadi pengen liat langsung ke lokasi.

Rasa kopi yang hasilkan mirip dengan kopi luwak pake luwak, dan hasilnya itu bisa semakin mantabs jika di proses lebih dari 3 minggu bakalan muncul rasa citrus dengan metode semi wash.

Sebagai sampel satu sachet kopi luwak tanpa luwak sudah ada di genggaman.

Memang belum dipublikasikan secara masif karena masih dalam posisi percobaan, tetapi idenya keren dan merupakan terobosan dalam pengolahan kopi sehingga dapet nilai tambah yang signifikan.

Sebagai produk utamanya saat ini adalah Java Linggarjati Coffee. Sudah ada di tangan, sebungkus 200gr beannya. Ntar digrinder olangan dan segera diseduh nich.

Tunggu yaa reviewnya. Wassalam (AKW).

Cold Drif Coffee Stocklot

Mencoba Colddrift Arabica di Stocklot.

Sore menjelang dijemput semburat lembayung, sesaat termenung merasakan rasa pegal dan sedikit lelah di leher dan punggung. Termasuk ada sedikit pusing diatas alis mata. Kenapa ya?….. perlahan menarik nafas dan mencoba menghembuskannya sambil berharap bisa mengurangi beban yang mendera dada menelikung rasa.

Ada sedikit kelongsongan dalam jiwa, tapi secuil pusing masih menggigit alis serta bawaannya pengen leyeh-leyeh males-malesan.

Eit.. lawan bro!!!
Enyahkan kemalasan..!!!

Teriak nurani yang selalu menjadi pelita hati dalam segala kondisi. Bangkitlah kawan!!!.

Sambil menghembuskan nafas dengan cepat. Bismillah… kedua tangan direnggangkan, kepala dan pinggang digerak-gerak tidak lupa relaksasi gerakan kaki menjadi kunci pemanasan ini… dan satu lagiii…

***

Bergegas menuju tunggangan kesayangan, stater dan bergerak menuju suatu tempat di daerah Cimahi Selatan. Rasa pusing dan pegal hilang, karena mungkin sudah teralihkan perhatiannya.

Halaman Stocklot Cafe sudah mulai dipadati motor dan mobil. Mungkin moo kongkow trus makan malam. Parkir segera dan menghambur ke dalam, suasana lapang dan penataan kursi yang variatif memberikan kenyamanan.

“Silahkan dilihat menunya dulu kaka”, tangan mungil menyodorkan buku menu sambil memberi seulas senyum.

“Black cofffee, please!!!”

“Americano, longblack, espresso, V60 atau colddrif?”

Waaah menyenangkan sekali, tak banyak basa-basi, “Cold drif please.”

Pamit sesaat dan tak pake lama tersaji sebotol cold drift coffee dan gelasnya, asyiik yuk kita icip-icip.

***

Penyajiannya simpel saja tetapi dibalik kesederhanaanlah terkandung banyak nilai kehidupan. Meskipun ada hal sederhana yang ternyata harganya tidak sederhana. Apa itu?… jawabannya adalah kalau makan sendiri di RM Sederhana dengan menu saji semeja hehehehe.

Rasanya?

Ajib… nikmaat pisan. Dingiinnya membuat tenggorokan dan pikiran seggeeer. Pusing hilang seketika dan pegal pegalpun berangsur musna..

Terasa nikmatnyaa…

Dengan body medium dan acidity yang khas, terasa juga rasa sedikit manis… dan ada rasa mintnya…

Penasaran khan?…

Ternyata beannya adalah Arabica coffee gayo Aceh yang diproses dengan cara cold drif…. alhamdulillah… kembali segar dan ceria.

Yuhhuuu…. nikmatnya kaka.

Wassalam.(AKW).