Merdeka itu apa?

Makna merdeka di hari Kemerdekaan, Dirgahayu Indonesiaku.

Photo : Dokumen pribadi

Bentang warna menggetarkan jiwa, paduan merah putih bertabur cerita yang terjalin sempurna di hari merdeka. Begitupun hari ini, di mana mata memandang terlihat keceriaan merah putih yang menjadi saksi tahunan kehadiran beraneka kreatifitas kegiatan, untuk bersama-sama memperingati hari kemerdekaan yang dikemas dalam bermacam bentuk. Upacara adalah yang paling merata, tetapi ternyata dikuntit oleh peringkat lomba makan kerupuk, balap karung dan masukin botol ke dalam paku (ups.. kebalik). 
72 tahun lalu detik-detik proklamasi dikumandang oleh bapak proklamator kita, Soekarno-Hatta. Gelora jiwa merdeka adalah puncak perjuangan para pahlawan untuk merintis, meraih dan merebut sebuah status merdeka yang penuh pengorbanan serta rangkaian panjang perjuangan.

Pertanyaan menggelitik sekarang, “Apa artinya merdeka?”

Jangan kaget jika jawaban anak kita yang masih berseragam putih merah atau yang duduk di bangku smp dan smu akan menjawab dengan semangat,

 “Merdeka itu bebas pak!”

 “Merdeka itu libur bu!”

Itu dua jawaban yang nonjok tuh, sebersit khawatir menyasar dada. Bagaimana nasib bangsa selanjutnya?… tapi kekhawatiran itu mencoba ditepis dengan asumsi mungkin jawaban itu tidak mewakili. Dicoba introspeksi dan merenung, memang benar merdeka itu bebas, bebas dari penjajahan. Tetapi klo diartikan bebas melakukan apa saja, itu berbahaya. Karena mengisi kemerdekaan bukan berarti bebas berbuat sesuka hati. Tetapi bebas yang bertanggungjawab.

Klo merdeka itu libur, ya memang kebijakan pemerintah saat ini seperti itu. Yang pasti siapa sih nggak demen sama libur?… jangankan anak sekolah, lha wong kita2 juga suka bingit. Tapi yang harus diantisipasi adalah pemahaman mendasar tentang arti merdeka itu harus terpatri di generasi muda saat ini. Karena merekalah yang akan menjadi pengisi kemerdekaan pada waktu selanjutnya.

Para pendidik, guru dan orangtua… maksudnya kita juga udah pada jadi orangtua lho…. jiwa boleh muda tapi kenyataan memang sudah jelas bukan pemuda lagi karena anak-anak pasti komplen. Anak kita wajib bin  musti dididik dan diberi pemahaman tentang makna merdeka. 

Udah dulu yach, moo ikutan upacara dulu nich. Trus baru daftar balap karung dan panjat pinang.

Yang pasti…. Saya sependapat bahwa MERDEKA itu Kebebasan, tapi Kebebasan yang bertanggung jawab.

Hatur nuhun(Akw).

Merindu Senin Pagi

Mencoba menceritakan kembali Kajian islam yang disampaikan oleh bp Ustad Ahmad Heryawan dalam pengajian rutin senin pagi (14/08/17) di Mesjid AlMuttaqien.

Photo Flyover Paspati : Dokpri.

Bersua kembali dengan senin pagi, berarti kembali bersilaturahmi di Mesjid AlMuttaqien Gedung Sate. Dini hari sudah melesat melewati jalan layang paspati, tidak lupa mengabadikan tiangnya yang berdiri gagah bertabur cahaya.

Assalamualaikum Wr wbr.

Kajian ba’da sholat subuh berjamaah ini membahas tentang urusan-urusan yang seolah sederhana, padahal begitu paten kegunaannya. Mau tau atau tahu bingit?...  cekidot.

Photo : Azis Humasjbr.

Pertama bicara bangun tidur, harus senantiasa bersyukur. Karena atas ijin Allah kita bisa dibangunkan dan kembali menjalankan rutinitas di dunia ini.

Kedua adalah tentang perkembangan, manusia itu fitrahnya berkembang khususnya keilmuan. Selalu haus dengan pengetahuan, kepo untuk ilmu boleh, kepo untuk gosip NO. Artinya senantiasa pelajari beraneka ilmu yang ada dan yang belum dipahami oleh kita.

Tahu nggak KEPO itu apa?.. itu singkatan dari bahasa inggris yaitu Knowing Everything Particular Object alias hayang nyaho sagala rupa nu teu penting (ingin tahu objek permasalahan segala macem tapi kecenderungannya urusan yang tidak penting).

Trus kebanyakan manusia itu yang berkembang bukan nambah ilmu tapi nambah berat badan heu heu heu. Ini mah pengalaman pribadi yang pernah mencapai 104 kg padahal tinggi nggak nyampe 170 cm, adi bayuhyuh bin gempal.

Eh kok melenceng dari materi pengajian… maaf.

Trus untuk perkembangan ruhani, apa yang paling mudah kita lakukan?

Segeralah dan senantiasa berdzikir. Berdzikir itu mengingat Allah SWT. Shalat adalah bentuk dzikir yang menjadi kewajiban, begitupun puasa di bulan ramadhan adalah dzikir wajib bagi umat islam. Diluar itu terdapat dzikir lain yang sunnah, dimana kita merugi kalau tidak mengamalkannya. Seperti dzikir setelah shalat fardhu 5 waktu. Lalu berdzikir Allahumma azirna minnannar.. Allahumma antassalam.. Subhanallah, Alhamdulillah (Tahmid), Lailahaillallah (Tahlil), Allahu Akbar (Takbir).

Suasana bubaran pengajian : dokpri.

Dimanapun dan kapanpun serta sedang beraktifitas apapun senantiasa mengingat Allah Subhanahu wataala.

Minimal ucapkan Basmalah, “Bismillahirrohmannirrohiim.”

Disaat kita lupa membaca doa masuk ke rumah, maka setan bersorak dan berteriak kepada kawannya, “Woiiii malam ini kita punya tempat menginap, disini!!”

Disaat kita lupa membaca doa sebelum makan maka setan akan kembali berteriak, “Haii rekan-rekan, hari ini kita punya tempat menginap dan makanan gratis.”

Tentu makanan disini bukan berarti makanan kita berkurang, tetapi saripati keberkahan dan nilai pahalanya yang berkurang ataupun hilang.

Mau tahu makanan setan? Ada 2 jenis yaitu kotoran ternak dan tulang belulang ternak.

Atuh gimana yang suka makan tulang lunak?… jangan-jangan masuk golongan… hiiiiiy.

Selanjutnya adalah 3 surah dalam Alqur’an yang merupakan 3 surah terakhir yaitu Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas mengandung makna yang begitu hebat dan mendalam.

Surat Al ikhlas atau dikenal oleh masyarakat umum surat ‘Qulhu‘ adalah jawaban terhadap persoalan akidah.

Surat Al falaq adalah permohonan perlindungan manusia kepada Allah dan menyebut Allah 1x, mohon dilindungi dari  hal yang bersifat duniawi yaitu kegelapan malam,  kejahatan, tukang tenung, tukang sihir dan hasud.

Surat An Nas adalah permohonan manusia kepada Allah dengan 3x menyebut Allah yaitu sebagai Rabb, sebagai pemilik alam semesta, sebagai dzat yang wajib disembah. Mohon dilindungi dari bisikan kekufuran untuk keluar dari islam.

Photo bermushafahah : dokpri.

Sebagai penutup kajian islam senin pagi (14/08) bapak Ustad Ahmad Heryawan, LC menyebutkan bahwa manusia adalah mahluk 3D (3 Dimensi). Punya pikiran rohani dan pengetahuan, punya materi dan punya raga atau phisik.  Semuanya menjadi unsur yang saling melengkapi. Semoga kita semua memiliki perkembangan ilmu khususnya ilmu agama yang baik, raga yang senantiada sehat serta materi yang berkecukupan mimimal untuk beribadah kepada Allah SWT.

Terkait sebagai fungsi ASN Pemprov Jabar, pa Gubernur berpesan bahwa jika menjadi pihak yang mengundang dan memfasilitasi meeting or rapat-rapat maka selesaikan atau break sebelum adzan berkumandang. 

Atau jikalau hanya sebagai peserta rapat atau acara dinas di area Gedung sate, segera ijin untuk meninggalkan acara dan ikut shalat berjamaah di Mesjid AlMuttaqin. Karena klo kerja mah nggak ada selesainya. Sementara hidup di dunia khan terbatas.

Gitu aja dulu, hatur lumayan.

Billahitaufik walhidayah

Wassalammualaikum Wr Wbr. (14/08) (Akw).

Menakar bunga memadu rupa

Merangkai asa melalui kumpulan bunga, menyesap kesegaran sambil belajar berpadupadan perbedaan menjadi sebuah keindahan.

Nah sekarang kita membahas bunga berbunga yach. Tapi bukan urusan bunga bank baik di bank nasional ataupun Bank Perkreditan Rakyat tetapi bunga beneran. Tujuannya simpel yaitu supaya hati tetap berbnga-bunga. Bunga bisa mewakili kata, bunga bisa menyemai makna. Meskipun mungkin bunga bank lebih menawan, tetapi bunga aslipun jika dirangkai memberikan rasa bahagia bagi pasangan yang cantik rupawan.

Gabungan berbagai jenis bunga bisa menciptakan kebahagiaan, itupun tentu diperlukan tangan terampil yang bisa menyatukan perbedaan. Memadupadankan aneka jenis untuk saling melengkapi. Bersatu dalam nuansa kebersamaan dan keindahan yang hakiki. Termasuk juga mengakrabkan gabungan bunga tersebut dengan kertas hias bertali pita yang senada mewujudkan phisik yang menawan.

Photo : Dokumen pribadi

Harga adalah sebuah padanan untuk menyentuh keindahan, tapi murah mahal itu relatif karena moment itu tidak bisa diukur harganya. Sehingga sekumpulan bunga yang sudah saling melengkapi mewujud romantisme bertaut sebuah nilai perhatian terasa sepadan dengan rupiah yang dilepaskan.

Sehingga disarankan pilihlah moment bahagia mana yang perlu dilengkapi dengan rangkaian bunga yang menawan hati. Persentuhan dengan rangkaian bunga memberi sensasi tersendiri. Sekumpulan kehijauan Hidrangea berteman dengan mawar (rose) merah muda, merah menyala dan mawar putih ditambah penguatan oleh bunga Risiantus pink semakin menawan karena dipagari oleh kuncup bunga Carnation pink. Sebagai penguat asa maka daun ruskus dan daun pakis menyokong dari belakang diselimuti oleh kertas hias ungu + putih dan terikat erat oleh pita senada yang senantiasa setia serta mengencangkan.

Ah itu baru satu paduan, masih banyak pilihan lain begitu menggoda dan beraneka jenis bunga menunggu sentuhan keterampilan kita. Wilayah Lembang Bandung Utara adalah sentra bunga segar beraneka rupa, tetapi jikalau tiada waktu dan tidak pede untuk merangkai bunga maka tinggal datangi dan temui aja toko florist yang tersebar di kota Bandung dan sekitarnya atau supaya lebih praktis gunakan kemajuan teknologi seperti iklan rangkaian bunga yang ditawarkan melalui media sosial khususnya aplikasi IG (Instagram). Meskipun tentu perlu merogoh saku, berlembar rupiah untuk menebusnya.

Selamat malam dan selamat berbunga. (Akw).

Hilang

Cerita tentang kepergian SC yang melatih keihlasan.

Photo : Dokumen pribadi

Terkadang rasa kesal itu muncul oleh hal yang simpel. Bisa nyesek ke dada menuhin otak, atau perut melilit hingga otak puyeng nggak ketulungan. 

Contoh?… banyak.

Sekarang fokus aja pada satu urusan sederhana yaitu urusan sendal cepit.

Ihh cemen itu mah…

Emang cemen bingit, tapi bikin nyesek. Soalnya ini kehilangan yang ke sekian kali. Bukan kehilangan yang pertama dan bukan pula ‘Kehilangan‘ versi Firman (penyanyi).

Pas kelar sholat dhuhur berjamaah, menuju sendal capit kesayangan. Eh ternyata tidak ditempatnya. Tapi pikiran masih tenang karena berbaik sangka bahwa mungkin sang sendal capitku sedang menunaikan tugas dipake seseorang untuk berwudhu karena ada lokasi wudhu diluar mesjid dan kudu pake sendal.

5 menit menanti masih belum berarti, menit ke lima belas mulai merambat rasa cemas. Dan setelah satu jam berlalu… dongkol itu menyakitkan jenderal!!!

Memang hanya sandal, tapi itu adalah benda yang setia mengantar langkah untuk shalat berjamaah.

Akhirnya dengan langkah gontai dan tanpa alas kaki bergerak menuju tempat kerja menapaki paving block yang cukup panas serta aspal di halaman kantor yang terpanggang mentari dari pagi hari.

Tiba di ruang kerja, masih cemberut bin samutut karena belum bisa ikhlas. Perlu lebih dari 24 jam untuk berdamai dengan kenyataan karena esok haripun tak muncul juga sang sendal capit kesayangan.

Ikhlaskan… ikhlaskan karena barang itu hanya titipan. Nyawa kitapun hanya titipan yang bisa kapan saja dicabut oleh pemiliknya, Allah Subhanahu Wataala.

Sebelum meninggalkan pelataran mesjid, mencoba berkeliling satu kali lagi untuk meyakinkan diri, siapa tau ada yang pake trus pindah lokasi. Ternyata di pelataran belakang menemukan bukti bahwa sendal capit itu sangat rentan hilang. Agar sendal capitnya tidak hilang maka diberi berbagai tanda. 

Photo : dokumen pribadi

Ada yang berbentuk garis-garis hingga yang bertuliskan ancaman serius.. 

Photo : dokumen pribadi

NYOLONG.. MATI. Padahal mati kewenangan Allah.

Itulah sekelumit pengalaman belajar ikhlas dari hilangnya benda sederhana yang bikin nyesek 24 jam.


Good bye my sweet Sendal capiit.
(Akw).

Harta & Istri

Celoteh sore sambil kangen istri di rumah.

Photo : Dokumen pribadi

Banyak orang beranggapan Harta benda itu menjadi sebuah keharusan dalam kehidupan ini. Harta benda menjadi penentu status seseorang untuk dihormati, dihargai dan diakui keberadaannya dalam kehidupan ini.

So… hampir semua orang berlomba untuk mencari, mengumpulkan dan menumpuk harta. Tentu dengan cara masing-masing. Padahal…. itu cuma titipan, cuma sementara. Tapi begitu menggoda dan membuat manusia lupa diri untuk mendapatkannya tanpa berfikir caranya baik atau tidak, tidak juga peduli apakah barang itu halal atau haram.

Nah buat para suami ada cara jitu agar barang-barang dan harta benda yang dimiliki itu tidak menjadi beban dikemudian hari sekaligus sebagai pengendali diri dari godaan syetan yang nggak pernah cape mengajak untuk menyimpang dari ajaran agama khususnya urusan hasrat birahi. 

Caranya adalah :

1. Segera pulang ke rumah dan periksa berkas sertifikat rumah, sertifikat tanah dan Stnk mobil serta motor.

2. Ke bank minta copy sertifikat tanah dan rumah serta STNK mobil atau motor yg lagi “disekolahkan”.

3. Cek atas nama siapa.

4. Klo atas nama istri, berarti aman. Tidak usah dibaliknama.

5. Yang atas nama suami segera balik nama atas nama istri, apalagi yang baru Akta Jual beli, atau girik bin kikitir.

6. Gitu aja dulu.

Kenapa kok jadi penting banget?…

Karena e karena, itu bisa berpengaruh signifikan. 2 hal yang menjadi garis besar kegunaan langkah-langkah tadi.

Pertama, dari sisi proses hisab setelah meninggal, akan relatif cepat karena tidak ada harta benda yang atas nama kita. Klo malaikat nanya, maka kita bisa jawabnya, “Saya nggak punya apa-apa, semua harta atas nama istri. Cuman tiap hari minjem pake seperti mobil dan rumah.”

“Ya udah, pemeriksaan selesai, kamu masuk surga!!!” Kata malaikat (duh andaikan begituu….).

Kedua, kegunaan langkah tadi adalah mengendalikan kami para suami untuk berfikir ulang klo mau macem-macem, selingkuh atau mendua, mentiga dan mengempat. Serta memberi ketenangan kepada istri jika suaminya khilap, harta benda tetap aman ditangan anak istri. Suami ngaco, nggak punya apa-apa dech. 

NB : khusus untuk yang punya stnk lebih dari satu… harus siap2 bayar pajak progresifnya 🙂

Itu secuil tips dan trik pengelolaan harta benda dalam rumah tangga. Semoga kita semua yang telah berkeluarga bisa membangun, mewujudkan dan mempertahankan keluarga sakinah, mawaddah dan warrohmah. (04/08) (Akw).

RDPT, Reksa Dana vs Dana Reksa

Sambil ngisi waktu di kereta, ternyata beda antara dana reksa dengan reksadana. Beda bingit…

Photo : Dokumen pribadi

Nyubuh (berangkat shubuh) lagi ke Jakarta menjadi rutinitas mingguan, dan Argo Parahyangan menjadi pilihan utama karena bebas macet plus ada kepastian waktunya. Bukan hanya gebetan (buat yang singel) ataupun istri tercinta yang butuh kepastian, tapi kita semua butuh kepastian hehehe. Meskipun kita harus yakin bahwa satu hal yang sudah pasti yaitu datangnya kematian, yang belum tahu itu… ya waktunya masing-masing. Yang pasti saya ikhlas klo orang lain duluan.

Photo : Dokumen pribadi

Stasiun Cimahi menjadi saksi hadirnya diri diawali shalat shubuh di mushola yang asri, naik kereta sangat dinikmati, kumaha deui tibatan naik mobil macetozz. Mencoba terlelap tapi urung mata terkatup, akhirnya jemari menari lagi menjalin hurup memintal kata sambil menerawang tentang agenda rapat hari ini. 

Photo : Dokumen pribadi

Disaat Argo Parahyangan berhenti sejenak di Stasiun Purwakarta, tak bosan untuk mencari posisi mengabadikan kumpulan gerbong bekas yang bertumpuk di sisi kanan jalur kereta, eksotik.

Melihat undangan rapat hari ini yakni Rapat koordinasi tentang progres pembiayaan dan skema kerjasama operasional bandara Kertajati adalah hal menarik karena merupakan kali pertama sebuah bandara diinisiasi dan dibangun oleh pemerintah provinsi melalui BUMDnya yaitu PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Meskipun tentu tidak seluruh pembangunan sarana prasarana, karena kewenangan pemerintah provinsi hanya sisi darat saja sementara pembangunan sisi udara adalah kewenangan pemerintah pusat, tetapi tetap ini suatu kebanggaan bagi jawa barat.

Menyikapi rencana pembiayaan bagi PT BIJB yang sudah jelas adalah penyertaan modal dari APBD Provinsi Jawa Barat yang mencapai 700an Miliar ditambah dari obligasi daerah (yang akhirnya nggak jadi), terus bulan lalu mendapat pinjaman dari Sindikasi perbankan Syariah dengan komitmen 906 Miliar dan telah cair tahap I sebesar 250 M serta sekarang sedang berproses tentang RDPT.

Nah RDPT itu apa?…

Klo kepanjangannya adalah Reksa Dana Penyertaan Terbatas, klo pengertian resmi menurut Peraturan OJK Nomor 37/POJK.04/2014 tentang Reksa Dana Berbentuk Kontrak  Investasi Kolektif Penyertaan  Terbatas adalah wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari pemodal profesional yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer Investasi pada Portofolio Efek yang berbasis kegiatan Sektor Riil. 

Wadduh euy jadi serius ginih, klo pengertian Kegiatan sektor riil itu apa? (Harap maklum bukan ekonom 🙂 )

Pasal 1.2 POJK ini ngejelasin yaitu kegiatan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan produksi barang, penyediaan jasa di sektor riil termaduk tetapi tidak terbatas dalam rangka produksi barang dan/atau modal kerja dari kegiatan tersebut. 

Photo : Dokumen pribadi

Agak puyeng juga memahaminya, maklum baca sambil goyang-goyang ngikutin liukan Argo parahyangan yang begitu lincah menyusuri perbukitan purwakarta, trus keburu keder juga pas liat POJK 37/2014 ini yang lumayan tebel, 13 BAB 66 Pasal.

Belum lagi pas inget selain Reksa Dana ada juga Dana Reksa, apa bedanya?… paling juga pengertiannya sama tapi bolak balik nulisnya.

Penasaran mendera, googling dech.. ehh ternyata beda. Klo Reksa Dana itu adalah produk investasi yang mewadahi dana dari pemodal/investor yang selanjutnya diinvestasikan oleh Manajer investasi. Nah klo Dana Reksa Persero itu adalah salah satu nama  perusahaan BUMN yang memiliki anak perusahaan yaitu DIM (Danareksa Investment Management) yang merupakan perusahaan manajemen investasi di indonesia.
Jadi beda bingit, singkatnya Reksadana itu Produk Investasi dan Dana Reksa itu nama Perusahaan Manajer Investasi yang lengkapnya bernama  PT Danareksa Investment Management. Perusahaan sejenis diantaranya adalah PT Succorinvest Asset Management, PT Bahana TCW Investment Management, dan PT Trimegah Asset Management serta banyak lagi.

Ah udah ah, entar nambah puyeng. Tapi kata orang tua, mending puyeng tapi nambah wawasan dari pada santai tapi kurung batok (nggak gaul)…. akhirnya setelah 3 jam berlalu, Argo Parahyangan berhenti di stasiun Gambir, Jakarta mengantarkan kami untuk beredar di ibukota negara merapatkan sebuah cita-cita besar mewujudkan bandara internasional di Jawa Barat. (Akw)

Menuju Al Muttaqien

Ciri dan cara menuju derajat taqwa, hasil ngikutin ceramah shubuh tadi pagi 310717

Bismillahirrohmannirrohim. 

Photo : Dokumen pribadi

Shalat Shubuh berjamaah mendengarkan alunan merdu sang Imam membaca ayat AlQur’an terasa begitu syahdu dan penuh ketenangan. Maafkan penulis yang belum hafidz qur’an, jadi taunya Imam membaca Surat Alfatihah dan ayat suci Alquran untuk bacaan seterusnya. 

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh berakhir, bapak Kadis SDA selaku (giliran) sohibulbait mengantar ceramah shubuh ini dengan penceramah dan sekaligus imam sholat tadi yaitu Prof. Dr. KH. Miftah Faridh.

Photo : Dokumen pribadi
Tema pengajian kali ini adalah nama mesjid kebanggaan pegawai pemprov Jabar yaitu mesjid AlMuttaqien dan yang lebih penting lagi adalah semoga seluruh hadirin dan hadirot yang hadir adalah muttaqin. *kata penceramah lho.

Dan suara, “Amminnnn” pun bergema di shubuh pagi ini.

Apa itu Almuttaqien ?…. 

Amuttaqien adalah orang-orang yang memiliki derajat taqwa. Dimana disebutkan dalam Alqur’an bahwa sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bertaqwa.

Ukuran kemuliaan seseorang bukan diukur oleh kekayaan, jabatan, kedudukan dan kepintaran tetapi ukuran kemuliaan adalah dari ketaqwaan dan sebagai petunjuknya, Allah sudah menjelaskan dalam Quran Surat Albaqarah ayat 2. Bahwa Alquran adalah petunjuk untuk mencapai taqwa.

Dilengkapi dalam Quran Surat Alhujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan untuk saling mengenal, bersuku-suku dan berbangsa-bangsa dan manusia yang paling mulia adalah yang paling bertaqwa.

Photo : dokumen pribadi

Bagaimana ciri-ciri orang yang bertaqwa?

Pertama, jangan terkecoh dengan orang yang memakai baju tanpa kerah, itu mah baju taqwa 🙂 (senyum dulu atuh).

Ciri-ciri orang yang bertaqwa adalah :

1. Iman yang mantap.

2. Ibadah yang berkualitas

3. Mengingat dosa dan senantiasa bertaubat.

4. Memiliki kesalehan sosial

Pertama, kita semua bersyukur karena islam sudah melekat sejak lahir dari rahim ibunda, itu adalah hidayah karena yang Maha memberi hidayah adalah Allah SWT. Sebagai ilustrasi di McGill University yang beralamat di 3486 McTavish street, Montreal, Quebec Kanada terdapat study islam yang terkenal dimana tokoh-tokoh islam Indonesiapun banyak jebolan dari unversitas tersebut. Mahasiswanya umat islam, yang dibahasnya tentang keislaman tetapi para pengajarnya yang sudah menyandang profesor mayoritas bukan islam, padahal kesehariannya mempelajari, mendalami termasuk praktik langsung di negara islam tetapi tidak beragama islam karena belum mendapat hidayah-Nya.

Kedua, untuk ibadah yang berkualitas maka memiliki arti bahwa ibadah kita plus plus. Contoh klo rajin shalat 5 waktu yang 17 rokaat… itu mah biasa, nilainya C, ya syarat lulus aja itu mah. Tetapi untuk mencapai taqwa harus tambah jadi 30 rakaat sehari dengan qiyamul lail, witir serta sholat sunah lainnya. Zakat tidak hanya 2,5% tetapi itu angka minimal, begitupun dengan ibadah-ibadah lainnya.

Ketiga, selalu mengingat dosa dan selalu bertaubat serta tidak mengulangi kesalahan dan dosa yang sudah diperbuat.

Keempat, memiliki kesalehan sosial. Ini yang menarik karena ternyata untuk mencapai derajat taqwa tidaj cukup hanya beribadah kepada Allah semata tetapi juga bagaimana kualitas hubungan dengan sesama manusia dalam bentuk interaksi yang bervariasi sebagaimana dijelaskan dalam Quran Surat Ali Imron 133-135 yakni :

a. Orang yang ber infak/ berbagi kepada orang lain dalam keadaan lapang maupun sempit.

b. Orang yang bisa menahan dan mengendalikan amarahnya.

c. Orang yang memaafkan kesalahan orang lain, tidak pendendam.

d. Orang yang senantiasa berbuat kebaikan, serta

e. Orang yang jika berbuat keji/dholim kepada orang lain atau diri sendiri segera mohon ampun, dan tidak melanjutkan perbuatannya.

Photo : Dokumen pribadi

Sebagai kalimat penutup, agar lebih mudah dalam menjalani semua petunjuk menuju derajat ketaqwaan, 

Rasulullah menyebutkan agar umatnya untuk menjadi pribadi yang IHSAN dengan dua ciri utama yaitu :
1. Sembahlah olehmu Allah SWT seolah-olah melihat Allah SWT.

2. Kalau tdk bisa melihat Allah SWT, kita harus yakin Allah SWT selalu melihat kita.

Wallahualam bisshowab.

Gitu dech hasil penangkapan panca indera ini yang merupakan salah satu hal yang harus senantiasa di syukuri. Wassalam. (Akw)