Merdeka itu apa?

Makna merdeka di hari Kemerdekaan, Dirgahayu Indonesiaku.

Photo : Dokumen pribadi

Bentang warna menggetarkan jiwa, paduan merah putih bertabur cerita yang terjalin sempurna di hari merdeka. Begitupun hari ini, di mana mata memandang terlihat keceriaan merah putih yang menjadi saksi tahunan kehadiran beraneka kreatifitas kegiatan, untuk bersama-sama memperingati hari kemerdekaan yang dikemas dalam bermacam bentuk. Upacara adalah yang paling merata, tetapi ternyata dikuntit oleh peringkat lomba makan kerupuk, balap karung dan masukin botol ke dalam paku (ups.. kebalik). 
72 tahun lalu detik-detik proklamasi dikumandang oleh bapak proklamator kita, Soekarno-Hatta. Gelora jiwa merdeka adalah puncak perjuangan para pahlawan untuk merintis, meraih dan merebut sebuah status merdeka yang penuh pengorbanan serta rangkaian panjang perjuangan.

Pertanyaan menggelitik sekarang, “Apa artinya merdeka?”

Jangan kaget jika jawaban anak kita yang masih berseragam putih merah atau yang duduk di bangku smp dan smu akan menjawab dengan semangat,

 “Merdeka itu bebas pak!”

 “Merdeka itu libur bu!”

Itu dua jawaban yang nonjok tuh, sebersit khawatir menyasar dada. Bagaimana nasib bangsa selanjutnya?… tapi kekhawatiran itu mencoba ditepis dengan asumsi mungkin jawaban itu tidak mewakili. Dicoba introspeksi dan merenung, memang benar merdeka itu bebas, bebas dari penjajahan. Tetapi klo diartikan bebas melakukan apa saja, itu berbahaya. Karena mengisi kemerdekaan bukan berarti bebas berbuat sesuka hati. Tetapi bebas yang bertanggungjawab.

Klo merdeka itu libur, ya memang kebijakan pemerintah saat ini seperti itu. Yang pasti siapa sih nggak demen sama libur?… jangankan anak sekolah, lha wong kita2 juga suka bingit. Tapi yang harus diantisipasi adalah pemahaman mendasar tentang arti merdeka itu harus terpatri di generasi muda saat ini. Karena merekalah yang akan menjadi pengisi kemerdekaan pada waktu selanjutnya.

Para pendidik, guru dan orangtua… maksudnya kita juga udah pada jadi orangtua lho…. jiwa boleh muda tapi kenyataan memang sudah jelas bukan pemuda lagi karena anak-anak pasti komplen. Anak kita wajib bin  musti dididik dan diberi pemahaman tentang makna merdeka. 

Udah dulu yach, moo ikutan upacara dulu nich. Trus baru daftar balap karung dan panjat pinang.

Yang pasti…. Saya sependapat bahwa MERDEKA itu Kebebasan, tapi Kebebasan yang bertanggung jawab.

Hatur nuhun(Akw).

Renungan Suci 2017

Ikut mengisi kemerdekaan dan menghormati para pahlawan bangsa, Dirgahayu Indonesiaku.

Photo gdsate : dokpribadi.

Selarik cahaya di langit menggandeng bintang yang setia menghias malam. Beraneka warna ceria menambah gagah bangunan tua bersejarah yang sekaligus adalah kantor Pemerintah Provinsi Jawa Barat yaitu Gedung Sate.

Terlihat kendaraan banyak terparkir serta hilir mudik manusia dengan menggunakan jas dasi lengkap kopeahnya. Ada apa gerangan?….

Yang pasti bukan hajat kawinan atau khitanan, tapi semua pegawai pemprov Jabar yang diberi amanah jabatan sedang hadir bersama dalam rangka resiko jeneng alias resiko jabatan untuk mengikuti rangkaian acara HUT Republik Indonesia ke 72 tingkat Provinsi Jawa Barat, dimana malam ini adalah acara ‘Renungan Suci.’

Bicara resiko jeneng atau resiko jabatan maka kehadiran para pejabat struktural dari seantero jawa barat tentu karena rumus kewajiban dan tertuang dalam surat edaran yang beredar beberapa waktu lalu. Wajib hadir tanpa kecuali, meskipun yang sakit mah pasti mengecualikan diri. Tapi sakit beneran bukan sakit pura-pura karena malas datang malam-malam, itu namanya ‘nyakit.’

Photo sedang isi absensi : Dokpri.

Absensi double di pintu masuk Gedung sate menjadi magnet tersendiri. Semua antri dan membubuhkan tanda tangan sesuai kolom yang tersedia. Di bagian dalam gedung sate tersedia bandrek bajigur dan seupan cau serta kue-kue lainnya. Organ tunggal di sudut kiri semakin meyemarakkan malam sebelum berangkat bersama ke Taman makam pahlawan.

Photo Bis pengantar : Dokumen Pribadi.

Pukul 23.00 semua bergerak menuju TMP Cikutra dimana upacara Renungan Suci akan dilangsungkan. Fasilitas negarapun kembali tersedia, bis – bis berbaris di depan gedung sate sudah siap mengantar para peserta upacara. Bisnya pun keren-keren lho. Tetapi yang menggunakan kendaraan pribadipun tidak dilarang, yang penting semua menuju ke lokasi renungan suci. 

Photo pintu masuk TMP Cikutra

Perjalanan dengan bis VIP milik Pemprov Jabar hanya 10 menit saja. Kami sudah tiba di halaman TMP Cikutra. Terlihat jejeran parkir kendaraan para peserta renungan suci sudah ngentep peda. Di hadapan terlihat tangga batu yang diapit oleh 2 tugu batu besaaar yang menyambut kedatangan para peserta renungan suci malam ini. Terasa suasana takzim dan penuh penghormatan atas jasa para pahlawan kusuma bangsa. Tepat melewati dua tugu besar yang menjadi gerbang masuk TMP, berhentilah sejenak, sikap sempurna dan berikan penghormatan terbaikmu, lalu melangkah mantap menuju tempat upacara.

Photo : Dokumen pribadi.

Jajaran nisan putih berbaris rapi, menjadi tanda bersemayamnya 5.688 raga para pahlawan yang telah berjuang untuk meraih kemerdekaan 72 tahun lalu. Selain pejuang yang raganya bersemayam disini. Banyak juga para pejuang yang dimakamkan diluar taman makam pahlawan. Semoga kehadiran kami para peserta apel kehormatan dan renungan suci ini adalah salah satu bentuk perhormatan dan penghargaan dari kami sebagai generasi penerus untuk mengisi kemerdekaan ini dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Satu hal yang harus diperhatikan sebagai peserta apel kehormatan dan renungan suci ini pada saat penghormatan kepada arwah para pahlawan yang dipimpin komandan upacara, kita harus ikhlas dan jangan berharap dijawab atau ada yang balas hormat.

Karena klo ada yang balas, itu berabe. Hehehe.

Tepat pukul 00.00 Wib Tanggal 17 Agustus 2017 acara Apel Kehormatan dan Renungan Suci digelar. Semua khidmat mengikuti acara ditengah temaram malam dan suhu dingin menggetarkan tulang.

Photo : Dokumen pribadi

Setelah selesai rangkaian acara, semua bergerak meninggalkan TMP Cikutra kembali ke rumah dan keluarga masing-masing. 

Dinginnya malam terus menguntit raga yang bergerak meniti kepastian sang waktu. Rembulan hilang dibalik pekatnya awan dini hari. Tetapi satu hal yang tetap terpatri, aku bangga menjadi bagian NKRI.

170817 

Dirgahayu Republik Indonesia tercintaku. (Akw).

Merindu Senin Pagi

Mencoba menceritakan kembali Kajian islam yang disampaikan oleh bp Ustad Ahmad Heryawan dalam pengajian rutin senin pagi (14/08/17) di Mesjid AlMuttaqien.

Photo Flyover Paspati : Dokpri.

Bersua kembali dengan senin pagi, berarti kembali bersilaturahmi di Mesjid AlMuttaqien Gedung Sate. Dini hari sudah melesat melewati jalan layang paspati, tidak lupa mengabadikan tiangnya yang berdiri gagah bertabur cahaya.

Assalamualaikum Wr wbr.

Kajian ba’da sholat subuh berjamaah ini membahas tentang urusan-urusan yang seolah sederhana, padahal begitu paten kegunaannya. Mau tau atau tahu bingit?...  cekidot.

Photo : Azis Humasjbr.

Pertama bicara bangun tidur, harus senantiasa bersyukur. Karena atas ijin Allah kita bisa dibangunkan dan kembali menjalankan rutinitas di dunia ini.

Kedua adalah tentang perkembangan, manusia itu fitrahnya berkembang khususnya keilmuan. Selalu haus dengan pengetahuan, kepo untuk ilmu boleh, kepo untuk gosip NO. Artinya senantiasa pelajari beraneka ilmu yang ada dan yang belum dipahami oleh kita.

Tahu nggak KEPO itu apa?.. itu singkatan dari bahasa inggris yaitu Knowing Everything Particular Object alias hayang nyaho sagala rupa nu teu penting (ingin tahu objek permasalahan segala macem tapi kecenderungannya urusan yang tidak penting).

Trus kebanyakan manusia itu yang berkembang bukan nambah ilmu tapi nambah berat badan heu heu heu. Ini mah pengalaman pribadi yang pernah mencapai 104 kg padahal tinggi nggak nyampe 170 cm, adi bayuhyuh bin gempal.

Eh kok melenceng dari materi pengajian… maaf.

Trus untuk perkembangan ruhani, apa yang paling mudah kita lakukan?

Segeralah dan senantiasa berdzikir. Berdzikir itu mengingat Allah SWT. Shalat adalah bentuk dzikir yang menjadi kewajiban, begitupun puasa di bulan ramadhan adalah dzikir wajib bagi umat islam. Diluar itu terdapat dzikir lain yang sunnah, dimana kita merugi kalau tidak mengamalkannya. Seperti dzikir setelah shalat fardhu 5 waktu. Lalu berdzikir Allahumma azirna minnannar.. Allahumma antassalam.. Subhanallah, Alhamdulillah (Tahmid), Lailahaillallah (Tahlil), Allahu Akbar (Takbir).

Suasana bubaran pengajian : dokpri.

Dimanapun dan kapanpun serta sedang beraktifitas apapun senantiasa mengingat Allah Subhanahu wataala.

Minimal ucapkan Basmalah, “Bismillahirrohmannirrohiim.”

Disaat kita lupa membaca doa masuk ke rumah, maka setan bersorak dan berteriak kepada kawannya, “Woiiii malam ini kita punya tempat menginap, disini!!”

Disaat kita lupa membaca doa sebelum makan maka setan akan kembali berteriak, “Haii rekan-rekan, hari ini kita punya tempat menginap dan makanan gratis.”

Tentu makanan disini bukan berarti makanan kita berkurang, tetapi saripati keberkahan dan nilai pahalanya yang berkurang ataupun hilang.

Mau tahu makanan setan? Ada 2 jenis yaitu kotoran ternak dan tulang belulang ternak.

Atuh gimana yang suka makan tulang lunak?… jangan-jangan masuk golongan… hiiiiiy.

Selanjutnya adalah 3 surah dalam Alqur’an yang merupakan 3 surah terakhir yaitu Surat Al Ikhlas, Al Falaq dan An Nas mengandung makna yang begitu hebat dan mendalam.

Surat Al ikhlas atau dikenal oleh masyarakat umum surat ‘Qulhu‘ adalah jawaban terhadap persoalan akidah.

Surat Al falaq adalah permohonan perlindungan manusia kepada Allah dan menyebut Allah 1x, mohon dilindungi dari  hal yang bersifat duniawi yaitu kegelapan malam,  kejahatan, tukang tenung, tukang sihir dan hasud.

Surat An Nas adalah permohonan manusia kepada Allah dengan 3x menyebut Allah yaitu sebagai Rabb, sebagai pemilik alam semesta, sebagai dzat yang wajib disembah. Mohon dilindungi dari bisikan kekufuran untuk keluar dari islam.

Photo bermushafahah : dokpri.

Sebagai penutup kajian islam senin pagi (14/08) bapak Ustad Ahmad Heryawan, LC menyebutkan bahwa manusia adalah mahluk 3D (3 Dimensi). Punya pikiran rohani dan pengetahuan, punya materi dan punya raga atau phisik.  Semuanya menjadi unsur yang saling melengkapi. Semoga kita semua memiliki perkembangan ilmu khususnya ilmu agama yang baik, raga yang senantiada sehat serta materi yang berkecukupan mimimal untuk beribadah kepada Allah SWT.

Terkait sebagai fungsi ASN Pemprov Jabar, pa Gubernur berpesan bahwa jika menjadi pihak yang mengundang dan memfasilitasi meeting or rapat-rapat maka selesaikan atau break sebelum adzan berkumandang. 

Atau jikalau hanya sebagai peserta rapat atau acara dinas di area Gedung sate, segera ijin untuk meninggalkan acara dan ikut shalat berjamaah di Mesjid AlMuttaqin. Karena klo kerja mah nggak ada selesainya. Sementara hidup di dunia khan terbatas.

Gitu aja dulu, hatur lumayan.

Billahitaufik walhidayah

Wassalammualaikum Wr Wbr. (14/08) (Akw).

Lobster Gajah di Plara

Sahur seafood di Plara yang super duper istimewa nikmat tiada tara. Tralalala…

(Lobster Gajah segar) Photo : Dokumen pribadi

Perjalanan malam ba’da shalat tarawih bukan tanpa alasan. Sebetulnya bisa saja berangkat dari sepulang jam kantor. Tetapi berbuka bersama dengan anak istri dilanjut tarawih berjamaah itu ‘sesuatu‘. Kebetulan juga disepakati oleh rekan-rekan di kantor. Tepat jam 9 malam, rush hitam melesat memasuki tol pasteur menuju pintu tol padalarang sebagai awal perjalanan panjang menuju wilayah Palabuanratu Kabupaten Sukabumi.

Melalui rute Cianjur – Kota Sukabumi – Cibadak – Cikidang – Palabuanratu dengan pertimbangan malam hari tidak akan terjebak macet. Alhamdulillah relatif lancar sehingga dengan kecepatan sedang bisa melahap rute sesuai perkiraan. Jam 01.00 dini hari memasuki wilayah Palabuanratu dan dengan bantuan google map bisa tiba di lokasi yang direncanakan.

Photo : Dokumen pribadi, saung ijuk di pagi hari.

Code name SIAY (Saung Ijuk Abah Yadi) yang menjadi target tujuan, sengaja 3 orang rekan yang ikut tidak diberitahu tujuan, maksudnya khan surprise. Agak khawatir juga karena dari area pantai palabuanratu ternyata harus belok kanan dan masuk jalan berliku diantara rumah penduduk, sawah dan kebun hingga sedikit terdiam pada saat agak mentok depan kuburan, waktu menunjukan jam 01.15 Wib. Biarpun bulan shaum itu setan diiket, tapi ……  bulu kuduk meremang itu manusiawi hehehe.

Saung Ijuk di Pagi Hari

Ternyata belok kiri sedikit sudah tiba di lokasi. Rumah panggung sederhana serta agak sepi. Turun dari mobil mlipir di kiri rumah dan ternyata di dalam ada bale-bale serta saung yang dipisahkan oleh kolam ikan. Terlihat seseorang bersarung tertidur menanti tamu yang datang pada waktu dini hari. Sungguh luar biasa kesediaan menerima kami yang tidak tahu waktu ini, hampura bah.

Pantai Palabuanratu dilihat dari halaman Saung Ijuk. (dokpri).

Ditengah pagi buta, sambutan hangat dan ramah begitu memancar dari tuan rumah. Sodoran kopi gayo tanpa gula membuka keceriaan rasa ditambah dengan tawaran makan sahur yang  segera dipasak mendadak… itu luar biasa. Mau tau sajian istimewa apa yang disajikan?.. itulah inti dari tulisan ini. Mau tau atau mau tau bangeet?..

(Lobster Mutiara) photo : Dokumen pribadi

Ya udah… menu yang dipesan tidak ada yang khusus karena super mendadak. Baru kemarin sore japri via WA ke Abah Yadi sang Owner SIAY, “Stok yang ada aja bah.” Ternyata stok yang ada adalah Lobster Gajah yang langka, lobster mutiara & Lobster Hijau, Raina/Spanner crab dan Udang King Prawn. Seafood Party bro…..

Kekhawatiran kembali merayap, “Jangan-jangan nggak kuat bayar. Lobster khan mihiil.” Tapi lahaola aja, dan untuk menyadap budget harus berapa, raga bergerak menuju dapur tempat seafood istimewa ini dimasak. Alhamdulillah didapat patokan harga yang insyaalloh sesuai bekal yang disiapkan. 

Tepat jam 03.00 wib sajian seafood ala Saung Ijuk Abah Yadi tersaji. Untuk disantap dalam acara sahur istimewa. Semua mata terbelalak, terutama melihat lobster gajah ya g sudah terbelah berisi daging segar yang menggoda selera. Tapi tidak ada yang berani nyentuh duluan, apalagi pa Hafid di benaknya penuh tanda tanya, “Itu apa mirip binatang purba?”

Photo : Dokumen pribadi

Menu yang tersaji adalah :

1. Lobster gajah/ Long Nose Lobster bumbu asam manis.

2. Spanner crab/ Ranina / frog crab, kuyutuk (bahasa lokal) 

3. Udang King Prawn / Jerbung 

4. Lobster Mutiara saus tiram

5. Buncis rebus

6. Nasi putih

7. Teh tawar panas

Kemooon… sikat. Don’t forget to say :

Allahumma bariklana fiima rozaktanaa wakina adzabannar’

Spanner crab

Setelah dicontoin nyomot daging lobster, semua rebutan dan menikmati sajian seafood yang luar biasa maknyuuuus bingiit. Apalagi udang mah udah pada kenal, ludes hitungan menit.

Selain itu yang agak mengernyitkan dahi rekan-rekan adalah Spanner crab yang mirip-mirip monster pembunuh di film “Predator”  dibintangi Kang Arnold Schwarzenegger. Padahal enak bingitt dan akhirnya kami berempat tersungging puas untuk sahur istimewa ini serta nyaris kamerkaan (kekenyangan).

Photo : Dokumen pribadi

Haturnuhun Kang eh Abah Asep Yadi. Hidup Saung Ijuk!!!!

Sambil menunggu imsyak dan kumandang adzan shubuh, kembali kami berbincang penuh keakraban. Membagi kenangan lama yang tak lekang dimakan waktu. Tak terasa belasan tahun lalu disaat masih bersama-sama berjuang untuk mencari identitas dan jatidiri kehidupan fan sekarang bisa bertemu jua. Meski akhirnya kumandang adzan shubuh yang menyudahi berbagi kenangan karena Adzan adalah pengingat & mengingatkan kita untuk senantiasa bersujud kepada Allah Subhanahu wataala.

Photo : Dokumen pribadi

Setelah shalat shubuh kami membagi tempat berbaring. Saya dengan pa hendri menempati kamar di Loteng dan Pa Hafid dengan pa Heri sudah terlelap di lantai bawah beralas tikar serta angin pagi sepoi-sepoi yang melelapkan.

Photo : Dokumen pribadi (ki-ka : akw-abahyadi-hafid-heri, hendri yg motret)

Sebelum pamit menyempatkan diri mengabadikan diri bersama Abah Yadi di Saung Ijuknya yang Eksotis Romantis. Buat yang penasaran dan ingin menikmati seafood segar khususnya lobster jumbo. Tinggal search aja di google map

Saung Ijuk Abah Yadi. 

Pasti langsung muncul dech. (Akw)

Plara di pagi ceria

Beredar sekitar pantai dan pelabuhan ikan Plara sebelum ikutan melepas kepergian para assesor UGG.

Photo : Dokpri

Adzan shubuh ternyata terlewati saking nikmatnya menyusuri alam mimpi. Untungnya tak berapa lama bisa segera terbangun dan tergopoh berwudhu. Tuntas shalat segera mandi dan bersiap karena agenda hari ini masih padat.

Sebelum menuju lokasi acara, liat jam ternyata masih pukul 06.17 Wib. “Wah bisa beredar dulu di pantai dan pelabuhan ikan nich”

Tak butuh keputusan lama-lama, segera diarahkan rush hitam menuju arah barat palabuanratu, tujuan terdekat yaa… pantai Karanghawu.

Photo : Dokpri

Hanya 15 menit sudah sampai di lokasi dan prinsip yang dianut anak muda sekarang adalah No photo is hoax. Atuh terpaksa harus berpose dan lumayan ngos-ngosan karena ikutan loncat-loncat demi tuntutan yang mainstream yaitu jumpshoot mania. Ada juga yang saking asyiknya meloncat tidak sadar kulit perut ikut terkuak karena ingin melihat pemandangan Pantai Karang hawu.

Photo : Dokpri

Onggokan karang yang berjajar di pantai karanghawu menjadi saksi kehadiran kami. Deburan air asin menambrak karang menjadi sensasi tersendiri. Sepatu lapangan sangat cocok untuk menjejak karang meskipun agak berat disaat meloncat karena ditarik sang gravitasi.

Tuntas beredar di pantai Karanghawu, ditutup oleh segelas kopi pahit dadakan ala warungan yang ternyata kopi sachet sudah berpadu gula. Terpaksa diteguk meski sayang sudah melanggar protokol diet yang ada. Sekali-kali boleh dooonk, please.

Photo : Dokpri

20 menit kemudian, sudah beredar di pasar ikan pelabuhan palabuanratu. Melihat beraneka ikan segar yang begitu menarik hati. Tetapi karena elmu milih ikan seger sangat minim, takut katipu, juga yang pasti mah bekel terbatas… hehehe bilang atuh titatadi. Jadinya cuman mondar mandir jeprat jempret saja sambil membalas tawaran pedagang dengan senyum setulus dan semanis mungkin.

Photo : Dokpri

Ternyata beraneka warna cat perahu, amis segar ikan laut, cumi dan teman-temannya memberi sensasi tersendiri. Maklum karena jarang beredar di pinggir laut jadi terasa menyenangkan.

Photo : Dokpri

Akhirnya sang waktu jua yang harus memisahkan daku dengan suasana pagi ceria. Segera menuju area Kantor Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Sukabumi untuk mengikuti acara pelepasan Tim Assesor dari UGG (UNESCO Global Geopark) yaitu dari Rumania dan Korea Selatan dalam rangka penilaian Geopark tingkat dunia yang telah berkeliling menilai dan pastinya melihat langsung puluhan geosite yang terbentang di kabupaten Sukabumi ini yang secara resmi dilepas oleh Bp Wagub Jabar Demiz dan Bupati Sukabumi serta Tim GNCP lainnya.

Photo : Dokpri

Besar harapan bahwa Geopark Ciletuh ini bisa menjadi Geopark tingkat dunia yang diakui secara formal. Seiring doa sejuta harap terpanjat demi wujudkan cita, salah satu kawasan di Jawa barat yang diakui Dunia. Hidup GNCP.

Setelah acara resmi berakhir, maka kamipun kembali bertolak menuju Bandung untuk mengejar agenda selanjutnya.

Bye plara (04/08). (Akw)

​Si Ua Édun

Reuwas geuning Ua téh ngawadulna janten kanyataan.

Photo : jeprétan simuing

Ngajanteng teu percanten kana naon nu nuju ditingali. Ngajeblag seratan dina latar beureum matak sérab tur ngaburinyay, geuning leres pisan sasauran pun Ua 10 taun katukang.
Teu kedah lami ngimpleng da émutan mah napel na uteuk, néetang detik gé sajorélat tos tiasa dugi kana dongéng baheula, sanaos ukur dina sirah tapi karasa asa karék kamari.

Di buruan tajug Ua mapagahan. Simuing mendeko ngaregepkeun naon waé carita ua, pon kitu deui jang Dugil jeung cép Ratno, balad ngaji nyantri kalong.

“Yeuh barudak, ulah sieun ku ngalamun. Pék ngalamun paluhur-luhur, meungpeung ngalamun mah teu kudu mayar,” saur Ua écés béntés antare. Tiluan unggeuk bari ngembang kadu.

Simuing panasaran tuluy nanya ka si Ua, “Dupi Ua nyalira gaduh cita-cita naon nu yakin bakal kadugi?”

Ua nyéréngéh, teras ngawaler “Tingalikeun engké mah ngaran Ua bakal ngajomantara, lain urang lembur waé nu wanoh tapi urang kota puseur dayeuh, kabéh bakal ningali Ua jeneng jeung aya di tempat-tempat penting.”

Tiluan seuri konéng, ngupingkeun pun Ua ngawadul bin ngarahul. “Asa jauh pisan éta ngarahul téh”.

Ayeuna simuing ngajanteng kénéh payuneun display hurung nu ukuranna 2 x 4 meter, aya ditempat patalimarga jalma nu turun unggah kapal udara. Puguh hébring pisan. “Édun si Ua” gerentes haté leutik, ngiring reueus sanaos Ua mah tos lulus ti dunya fana, kulem tibra di makam Pasir Astana.

Mung sakitu anu kapihatur, sateuacan ditutup lawang sigotaka, nepangkeun pun Ua, wasta Éyé Suréyé. Cag. (Akw).

Menakar bunga memadu rupa

Merangkai asa melalui kumpulan bunga, menyesap kesegaran sambil belajar berpadupadan perbedaan menjadi sebuah keindahan.

Nah sekarang kita membahas bunga berbunga yach. Tapi bukan urusan bunga bank baik di bank nasional ataupun Bank Perkreditan Rakyat tetapi bunga beneran. Tujuannya simpel yaitu supaya hati tetap berbnga-bunga. Bunga bisa mewakili kata, bunga bisa menyemai makna. Meskipun mungkin bunga bank lebih menawan, tetapi bunga aslipun jika dirangkai memberikan rasa bahagia bagi pasangan yang cantik rupawan.

Gabungan berbagai jenis bunga bisa menciptakan kebahagiaan, itupun tentu diperlukan tangan terampil yang bisa menyatukan perbedaan. Memadupadankan aneka jenis untuk saling melengkapi. Bersatu dalam nuansa kebersamaan dan keindahan yang hakiki. Termasuk juga mengakrabkan gabungan bunga tersebut dengan kertas hias bertali pita yang senada mewujudkan phisik yang menawan.

Photo : Dokumen pribadi

Harga adalah sebuah padanan untuk menyentuh keindahan, tapi murah mahal itu relatif karena moment itu tidak bisa diukur harganya. Sehingga sekumpulan bunga yang sudah saling melengkapi mewujud romantisme bertaut sebuah nilai perhatian terasa sepadan dengan rupiah yang dilepaskan.

Sehingga disarankan pilihlah moment bahagia mana yang perlu dilengkapi dengan rangkaian bunga yang menawan hati. Persentuhan dengan rangkaian bunga memberi sensasi tersendiri. Sekumpulan kehijauan Hidrangea berteman dengan mawar (rose) merah muda, merah menyala dan mawar putih ditambah penguatan oleh bunga Risiantus pink semakin menawan karena dipagari oleh kuncup bunga Carnation pink. Sebagai penguat asa maka daun ruskus dan daun pakis menyokong dari belakang diselimuti oleh kertas hias ungu + putih dan terikat erat oleh pita senada yang senantiasa setia serta mengencangkan.

Ah itu baru satu paduan, masih banyak pilihan lain begitu menggoda dan beraneka jenis bunga menunggu sentuhan keterampilan kita. Wilayah Lembang Bandung Utara adalah sentra bunga segar beraneka rupa, tetapi jikalau tiada waktu dan tidak pede untuk merangkai bunga maka tinggal datangi dan temui aja toko florist yang tersebar di kota Bandung dan sekitarnya atau supaya lebih praktis gunakan kemajuan teknologi seperti iklan rangkaian bunga yang ditawarkan melalui media sosial khususnya aplikasi IG (Instagram). Meskipun tentu perlu merogoh saku, berlembar rupiah untuk menebusnya.

Selamat malam dan selamat berbunga. (Akw).